
" Sebenernya ada apa sih Bu ?" tanya Mayra dengan suara bindengnya, setelah mulai tenang dan menguasai diri dari kesedihannya.
Ibu menghela nafas, " Yang harusnya nanya kaya gitu tu Ibu, Mayra... sebenernya ada apa sama kamu ?" dengan menggenggam erat tangan kanan Mayra dan menatapnya nanar.
Mata Mayra sedikit bergetar, " Ko ibu malah tanya balik sih ? Mayra aja ga ngerti apa-apa, tiba-tiba aja Bapak marah kaya gitu."
" Kamu tau kan ? Bapak gak mungkin semurka itu kalo gak ada hal besar yang terjadi ?" Mayra mengangguk, " Dan kamulah sumber masalah besar itu Mayra... Kenapa kamu gak bilang sama Bapak Ibu kalo kamu sedang dekat dengan seorang pria ? bahkan kamu sampai ...." Ibu nampak sudah berkaca-kaca dan menutup mulutnya merasa tak sanggup melanjutkan kalimatnya.
" Sampai apa ? laki-laki siapa Bu ? Mayra beneran ga punya pacar kok.."
Ibu mengeluarkan sebuah foto, " Kamu masih mau menyangkal ?" Seketika mata Mayra membulat sempurna. Begitu tak percaya dengan apa yang di lihatnya kini.
Astagaa !!! dasar Zio brengsekkk !! . Batin Mayra dengan tangan mengepal dan airmata kembali menderas, melihat potret yang sama sekali ia tak tahu. Begitu geram dengan Zio karena memanfaatkan kepingsanannya untuk mengelabuhi Bapak dan Ibu.
" Kemarin ada Kakek-kakek dateng melamar kamu untuk cucunya, dan saat Bapak memberi alasan untuk menolak, dia memberi foto ini. Katanya kamu sedang berhubungan dekat dengan cucunya bahkan sampai tertangkap pegawainya menginap di kamar hotel bersama. Jadi untuk menghindari fitnah, dia ingin segera menikahkan kamu dengan cucunya itu." jelas Ibu dengan panjang dan lebarnya.
Kening Mayra mengerut setelahnya, " Apaa ?! trus Bapak sama Ibu percaya ? semua itu gak bener Bu !" sangkal Mayra dengan sisa-sisa kekuatannya, bahkan ia menceritakan semua awal mula pertemuannya dengan Zio hingga akhirnya merembet juga pada Aldo. Padahal niatnya ia sama sekali tak ingin menceritakan tentang mereka pada kedua orang tuanya, tapi apa daya keadaan yang memaksa.
Ibu hanya manggut-manggut mengerti dengan semua cerita Mayra meski sesekali ia nampak geram juga dengan kelakuan kedua pria yang sembarangan menyakiti anak gadisnya ini.
" Ya udah May... Kamu jalanin aja dulu sama Zio ini, timbang kamu jadi perawan tuakan mendingan sama dia, di liat dari samping aja udah ganteng gini. Opanya juga kemaren keliatan baik, ramah."
" Ibuuuuu .... Nggak ! Mayra gak mauuu !!"
__ADS_1
" Kenapa ? kamukan emang sukanya modelan begini, makanya dari kemarin di lamarin gak ada yang nyangkut soalnya gak masuk kriteria kamu yang sebenernya emang kaya ginikan ? udahlah pake gak ngaku segala, Ibu tu tau May..."
Mayra mendengus, " Tapi Bu, Mayra gak kenal sama dia, dia orangnya gimana sukanya apa .. Mayra gak bisa Bu ! pokoknya ...." belum Mayra melanjutkan ucapannya, ibu sudah menutup mulutnya." Sstt... Apa lagi masalahnya kamu gak cinta ? yaa cinta itukan bisa hadir karena terbiasa bersama Mayra. Udah ah.. Ibu mau masak dulu buat makan siang." lalu melenggang keluar kamar menuju dapur.
Tapikan masalahnya bukan itu Buu ? justru karena aku udah suka aku jadi gak mauu !! Aaaaaa.... Tolooong ! Batin Mayra dengan penuh kedongkolan hingga menendang-nendangkan kaki asal.
Ibu nampak sibuk memasak, sayur asem kesukaan Bapak juga ikan asin,tahu, tempe dan tak lupa sambal terasi untuk menambah selera makan.
Bapak sudah terduduk, untuk memulai makan siang. Ibu sudah selesai dan menata masakannya pada meja makan. Hingga Keduanya di kejutkan oleh suara salam dari Khadija. Khadija nampak melangkah ke ruang makan lalu mengambil tahu.
" Cuci tangan dulu Dija !" pekik Ibu dengan menampik tangan Khadija
" Iyaaa..." lalu melenggang menuju kamar. Meletakkan tas juga sepatunya.
Ibu menoleh pada Bapak dengan tatapan setajam silet, " Suruh ikut makan sini.." ucapnya kemudian.
" Udah tidur dia Buk..." lalu mengambil nasi. Suasana makan siang berjalan dengan khidmatnya, hingga akhirnya Khadija telah selesai dan melenggang ke kamar.
" Tuh Pak... Nggak kasian apa sama Mayra ? nggak usah marah-marah terus, mungkin aja ini emang udah jodohnya Mayra. Tadi Ibu udah denger semua penjelasan dia, dia gak ngapa-ngapain sama cucunya Kakek-kakek yang kemarin kesini itu. Dia cuma di tolongin pas pingsan di acara tunangan mantannya Pak, udahan lah marahnya sama Mayra..." jelas ibu dengan menumpuk piring kotor lalu menuju wastafel untuk dicuci, Bapak hanya terdiam mendengar semuanya. Sedikit rasa sesal terselip dalam hatinya, namun tetap tak bisa membenarkan semua kebohongan Mayra pada kedua orangtuanya sendiri tersebut.
Suasana makan malam yang jauh lebih senyap tak seperti biasanya, karena biasanya jika ada Mayra Rumah akan terasa ramai seketika membuat Khadija semakin yakin jika ada sesuatu yang terjadi pada Kakaknya. Ia makan sambil menatap penuh selidik pada Mayra namun memutuskan untuk bertanya nanti saja, hingga ia menimbrung Fahmi di ruang TV untuk menonton acara favoritnya. Terdengar suara keributan dari keduanya membuat Ibu menghampiri untuk melerai.
" Bawa dia menemui Bapak." setelah menenggak habis segelas air putih dalam gelas.
__ADS_1
" T..T tapi Pak..."
" Iyaa Pak Iiyaa, makanya biarin Mayra berangkat biar bisa kasih tau ..." serobot Ibu, lalu menarik lengan Mayra, " Ayok bantuin Ibu nyuci piring May.." keduanya melenggang ke arah watafel untuk mencuci piring.
" Kamu ni udah gak usah ngomong aneh-aneh sama Bapak ! nanti Bapak salah paham tambah ribet urusannya, tadi Ibu udah jelasin apa yang kamu ceritain tadi siang. Dan Bapak kayaknya setuju, jadi kamu diem aja ! nurut sama orang tua." tutur Ibu dengan suara berbisik agar tak terdengar Bapak dengan tangan yang sibuk mencuci piring, lalu menatap tajam pada Mayra yang sedang membilas.
Ko jadi ginii si ? yang salah paham di sini tuh Ibuu tau gak ! Mayra ga mau Buk ... Mayra gak mau nikah sama Ziio ! gerutu Mayra dalam hati dengan memanyunkan bibirnya.
" Akhirnya kamu nemuin jodoh juga May... Ibu tu berayukur banget do'a Ibu di ijabah juga sama Allah." dengan mendesah lega.
Semakin meringis saja Mayra di buatnya, hingga membulatkan tekad akan memberi pembalasan yang setimpal untuk Zio. Bisa-bisanya dia mempermainkan sebuah kesucian hubungan pernikahan ! Sudah memiliki seseorang yang di cinta tapi malah dengan tidak tahu malu menyuruh Opa datang melamarnya, dasar gila pikir Mayra.
" Kenapa itu muka ? udah kaya si otan aja !"
" Ibu mah ! "
" Udah ga usah banyak protes, mau Bapak marah lagi ?" dijawab gelengan kepala dari Mayra.
" Ya udah. Jangan lupa bawa calon mantu Ibu ya Mayra..." dengan gelak tawa lalu memeberi gundukan busa pada ujung hidung Mayra. " Ibuuu ah !!" Pekik Mayra seketika yang mendapat kejahilan dari wanita yang telah berumur setengah abad, namun masih terlihat begitu cerahnya dengan potongan rambut atas bahunya tersebut.
》》》》
Jangan lupa dukungannya buat Ziora 💚💚💚
__ADS_1