KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Salam Perpisahan ( End SEASON 1 )


__ADS_3

Suasana tegang antara keduanya semakin terasa, di tambah dengan hembusan angin dingin sang malam yang datang menyapa. Membuat keduanya terbawa dalam keheningan. Saling menata hati untuk mengungkapkan segala hal dalam benak mereka.


Mencoba mencari solusi terbaik dalam hubungan palsu dengan berbagai kesalah pahaman di dalamnya.


" May ... Aku ..." akhirnya Zio membuka suara.


" Ehmm... Zio aku juga ingin berbicara denganmu."


Mayra nampak membulatkan tekad untuk menarik batas yang jelas pada Zio sekarang juga. Sebelum perasaannya terhanyut lebih dalam, lalu membuatnya terluka sendirian.


Zio menatap Mayra, kira-kira apa yang akan di ucap Mayra fikirnya. Di sambut Mayra dengan tatapan hangatnya.


" Sepertinya hubungan kucing-kucingan ini harus kita akhiri sampai di sini saja."


Mata Zio nampak bergetar, inilah akhir yang harus ia dapat ? berpisah dengan Mayra dan kehilangan kesempatan untuk kesembuhannya. Ia nampak menunduk merenungkan segala hal tentang ketidak siapan hatinya kehilangan Mayra.


" Aku adalah wanita dewasa. Bukan wanita usia belasan yang menganggap cinta hanyalah sebuah permainan atau bahkan berada di posisi di permainkan. Sudah lewat masa itu Zio, aku juga butuh ruang untuk menata masa depanku." pandangan Mayra nanar menatapnya, namun segera beralih sebelum Zio menyadari.


" Aku dan kamu adalah langit dan bumi yang tidak mungkin menyatu. Cukup sampai di sini, jangan membuatku semakin salah paham dengan semua kebaikan yang kamu beri. Itu hanya membuatku semakin miris dengan diriku sendiri. Mengharap cinta yang tak seharusnya. Bagaikan pungguk yang merindu bulan."


" Kamu adalah seseorang yang mampu menggenggam segala hal." wajahnya menengadah menatap langit malam dengan gemerlap bintang juga bulan yang membentuk bulat sempurna, mencoba mencari kekuatan dari sana.


Tapi aku sama sekali tak bisa menggenggam wanita yang bahkan ku cinta, kecuali dirimu Mayra. Batin Zio dengan menatap mata nanar Mayra.


" Dan aku hanyalah wanita biasa yang memiliki begitu banyak kekurangan." Mayra menarik nafasnya dalam lalu mengusap air mata yang mulai berjatuhan, nampaknya sang hati begitu tak rela mengucap perpisahan.


" Terimaksih untuk segala hal yang kamu lakukan juga berikan untukku. Aku akan selalu mengenangnya sebagai kebaikan hati tuan Manekin yang tampan." dengan menampakkan senyum walaupun masih ada saja airmata yang menetes dalam pipi mulusnya." Semoga kamu bisa berbahagia dengan dia yang sangat kamu cinta."


Zio nampak terkejut, darimana Mayra mengetahui jika ia memiliki seseorang yang di cinta dalam hatinya yang sayangnya itu memang benar bukan Mayra. Membuat sudut hatinya semakin di landa rasa bersalah.


" May kamu tahu aku bukan seseorang yang memandang orang lain dari statusnya." Zio tak berbohong, setiap orang sama di matanya karena ajaran dari sang Mama yang selalu memberi pengarahan untuk tak merendahkan sesama. Namun karena sifat angkuh dan dingin yang sudah mendarah daging membuat itu semua tak terlihat.

__ADS_1


" Tapi kamu mencintai wanita lain Zio." ucap Mayra dengan airmata yang mengalir dengan derasnya.


Deggg


Hati Zio terasa tersentak dengan perkataan Mayra. Tak bisa menyangkal apalagi membenarkan.


Maafkan aku Mayra.


" Perpisahan adalah keputusan terbaik untuk kita Zio."


Terimakasih untuk semua tawa yang kamu beri


Aku ikhlaskan semua perasaan ini


Semoga ia bisa pergi


Bersama hilangmu dari hati ini


" Selamat tinggal...." dengan menampakkan senyum tulus dalam wajah sembabnya lalu melambai kecil pada Zio, hingga iapun beranjak meninggalkan Zio yang termenung di bawah remang indah sang rembulan.


Mayra berlari dengan tangan yang masih saja mengusap airmata yang menganak sungai dalam pipinya. Begitu pedih rasa hatinya, padahal sama sekali tak memiliki hubungan apapun dengan Zio. Apalagi jika ia sudah menjalin hubungan lebih dalam, akan sehancur apalagi hatinya nanti pikirnya.


Mayra sampai di ruang ganti, lalu mengganti bajunya dengan baju asalnya. Seperti Cinderella yang kehilangan semua kemewahan juga pangeran di pertengahan malam.


" Lo kenapa lagi sih May ?" tanya Tika yang melihat wajah sembab Mayra.


" Gpp... Yuk pulang .." seraya mengambil slingbag berwarna putih gading kesayangannya.


Tika menggeleng, pasti ada sesuatu yang terjadi pikirnya.


Acara telah selesai,namun para anak memang masih berada di sana menjadikan panggung sebagai tempat berteduh sementara bagi mereka.

__ADS_1


Banyak sukarelawan yang telah pulang atau masih berkeliling dalam area pasar malam tersebut.


Mereka berjalan beriringan dalam diam menuju motor Tika yang terletak di parkiran. Membuat Tika makin yakin bahwa terjadi sesuatu pada Mayra. Mengingat Mayra yang biasanya tak bisa diam dan mengobrolkan segala hal, apalagi mengingat tentang keberhasilan acara ini pasti ia akan selalu berceloteh. Namun kini ia hanya diam dengan tatapan lurus tak fokus dalam wajah sembabnya.


Motor matic Tika membelah sepinya jalanan di ibu kota tengah malam ini, Mayra masih saja terlihat begitu gamang dengan wajah yang menengadah pada langit malam yang berhiaskan bulan purnama yang nampak begitu indahnya.


Aku benci purnama !


Karena purnama adalah saksi bisu kisah manis antara Mayra dan Aldo, juga saksi bisu salam perpisahan Mayra untuk Zio. Membuat Mayra begitu membencinya, walaupun sebenarnya yang di benci adalah keadan namun keberadaan purnama selalu mengingatkan Mayra akan kebodohannya memberikan hati pada seseorang yang tak seharusnya bahkan untuk yang kesekian kalinya.


***


Mayra dan kawan-kawan juga para sukarelawan terlihat bergotong-royong, semangat menggelora juga tawa bahagia menghiasi raut setiap insan yang berada dalam tempat dengan berbagai keporak-porandaan yang mengelilingi tersebut.


Mereka membersihkan tanah asal tempat mereka berkat legalisasi yang di lakukan Radit sang asisten nan kompeten, hingga dalam semalam tanah tersebut sudah berganti hak milik keluarga para anak Rumah Pelita.


Rekah bahagia tak pernah surut, meskipun bekerja dengan mengangkat beban berat sekalipun. Walaupun dengan kebahagian yang berbeda dalam benak mereka. Ada yang bersuka cita karena bisa tenang memiliki tempat tinggal tetap. Ada yang berbahagia karena mimpinya untuk kebahagiaan para anak Rumah Pelita terwujud. Juga ada yang riang gembira karena sudah ikut andil dalam membantu keluarga kurang beruntung tersebut. Seperti ada kebanggan tersendiri dalam diri mereka masing-masing.


Mereka membersihkan sisa kehancuran tersebut untuk akhirnya di bangun tempat dengan hasil penggalangan dana yang di dapatkan kemarin. Rencananya akan di buat tempat tinggal juga tempat khusus untuk pelatihan berwira usaha dengan bahan bekas yang mereka kumpulkan. Banyak sukarelawan yang ingin turut membantu kehidupan yang lebih baik bagi keluarga para anak Rumah Pelita, mebuat Mayra semakin bersyukur.


Ternyata benar kata Rindi 'Harapan akan berhasil jika di pupuk dengan kerja keras' dan berkat kerja keras dengan setiap peluh dari mereka, telah terbayar dengan sangat indahnya kini.


》》》》


Yeayyy musim pertama usaiii πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Siapkan hati sekuat baja untuk menghadapi musim kedua kisah Zio&Mayra yaaa ....


Karena bakalan banyak badai juga petir yang siap mengombang-ambing kapal Zio&Mayra ...


Jangan lupa Kasih like,koment,gift,vote dulu yaakkk biar tambah greget ...Kkkkk Modus nih Author ..... Dikit mah gpp dooong ☺️

__ADS_1


__ADS_2