KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Saran Fabio


__ADS_3

"Pppffttt.....Hah ..Hah..Hahhh" Tawa Rindi menggema di antara bisingnya kantin kantornya.Membuat teman-temannya keheranan,karena setau mereka Rindi adalah tipe anak pendiam dan tak pandai berekspresi.Tapi sekarang dia tertawa terbahak-bahak pula,sungguh peristiwa langka.


"Diem deh lo...Gue lagi kesell banget nih" sungut Mayra.


"Hahahahh...Abisnya berani-beraninya lo bilang kaya gitu ke seorang Zio,astaga May kalo elo di jemput polisi sekarang juga gimana coba? ahhahhh..." masih dengan tawa yang tak bisa di hentikan,mendengar semua cerita Mayra tentang dinnernya dengan Zio yang terbilang gagal total.


"Bodo amat.Mo dia Zio kek kakek-kakek kek.Kesel tau gue Rin,masa dia ngatain selera gue brondong ingusan.Dasar ga punya perasaan."


"Lahhh..Kan emang bener ..."


"Rinn...Sebenernya sahabat lo itu gue apa dia?! hah !!" sentak Mayra dengan wajah garangnya.


"Kkkkk.....Ciee ngambekk ciieee... Lucu aja gue May masa lo ngatain dia manekin hidup,haduhh kocak banget ...Ga bisa bayangin gue gimana ekspresinya dia."


"Emang lo udah pernah liat dia langsung Rin ?" tanya Mayra curiga.


"Eng...nggak lah May ketemu dimana gue. " dengan mata sedikit bergetar,tanda keterkejutan.


Jangan sekarang May,gue belum siap.


"Ehmm...Ehmm... tapi gue setuju sama keputusan lo May,dia itu mencurigakan banget.Bahkan sampe mau akusisi sebuah kantor buat lo seseorang yang baru di kenal.pasti ada sesuatu,walaupun gue sendiripun gak bisa nebak apa itu." ucap Rindi mengalihkan perhatian Mayra.


" Iya kan,,,aneh banget tau gak dia tu.Huhhh..."


" Ya udah ntar kita coba cari tau lagi,masuk yuk...Udah abis nih jam makan siangnya."


"Hmmm..." Mayra berjalan dengan langkah gontai yang di seret Rindi.


***


"Bikin apa May? " tanya Tika yang berada di belakang Mayra yang sedang menyeduh Mie instan di dapur.


"Mie instan nih ,lo mau ?"


"Nggak ah,udah makan gue tadi di butik.Jadi dinner lo kemaren gimana May ? cerita dooong sama gue...pasti deg-deg an banget yaa,dia terpesona ga sama penampilan lo,aduuuhh...coba aja yang di ajak gue pasti bahagiaaa bangett... " Halu Tika tiada tara.


Cih,apaan dinner terburuk sepanjang sejarah gitu,ihh... Ngeseliinn decih Mayra dalam hati dengan kekesalan yang kian membuncah.

__ADS_1


"May... ko diem aja siiih ?!" Tika menepuk bahu sahabatnya yang malah melamun itu.


"Fyuuhh.... Yokk" seraya mengambil mangkuk berisi mie instan,lalu berjalan menuju kamarnya.


Akhirnya Mayra menceritakan semua kejadian dinnernya pada Tika,karena ke kepoannya,Tika mengorek semua kejadian hingga tuntas tak tersisa,berbeda saat bercerita pada Rindi yang hanya menarik garis besarnya saja.


"Mayy....Lo nggak sakitt kann ??" seraya mengulurkan tangan pada dahi Mayra.


"Ihh...Apaan sih, sehat banget ko gue." seraya mengelap sisa-sisa keringat setelah makan mie instan.


"Tapi kayanya jiwa elo yang sakit inimah,masa di minta jadi pacarnya CEO lo ga mauu.Aduuh May udah kejatuhan Durian runtuh malah di tolak mentah-mentah pula.Oneng banget dasarrr !!" sambil menoyor bahu Mayra.


"Aah tauk ahh,ngomong sama orang mata duitan mah susahhh."


"Dihh,,kaya elo nggak aja."


"Gue mah realistis,bedaa jalur."


"Itu mah sama aja maemunahh,bedanya di mana ?!!"


"Yaa pokoknya beda,udah sono lu balik capek gue mau tidurr. "


"Dasar julid yee,,udah lu balik sono,ambil aja kalo mao,ikhlasss gue."


"Gue sih mau aja,tapi kan dianya kaga May huhuhuu..." seraya melangkah dari kamar Mayra ke kamarnya sendiri dengan gontainya.


Hamba tarik ya Allah,hamba tarik perkataan mau berjodoh sama manusia manekin ituu....Hiiiiii


Kini hati Mayra tak mendambakan Zio sama sekali,perkataan Zio kemarin amat menyinggung hati Mayra,walaupun itu memang benar adanya.Tapi Mayra tetap tak terima, hingga membuat sebagian sudut hatinya menyimpan kebencian untuk Zio.


Dasar CEO kaya singa,sombong,angkuh,dingin,garang. pokoknya gue kessselll.....


***


"Hatciww....."


"Kenapa bro ?" tanya Fabio sahabat Zio sedari kuliah di London.

__ADS_1


"Gpp... Jadi aku harus bagaimana ?"


" Ahhhahhha...Soal cewek itu yaa...Hmm,ini unik siih..."


Zio sedang mencoba mentransfer ilmu tentang menakhlukkan wanita yang dimiliki Fabio si playboy akut.


" Coba lo kasih tas atau sepatu dari brand ternama biasanya perempuan suka hal-hal seperti itu" saran 1.


Di kasih perusahaan aja gak mau,apalagi cuma tas dan sepatu.


" Dia bukan wanita yang seperti itu."


"Hmm... Berarti dia tipe yang jual mahal ? "


"Entah..." ucap Zio acuh seraya meminum wine yang berada di tangannya.


" Atau mungkin dia tipe wanita yang jinak-jinak merpati ?"


Hahh...Apalagi itu ?


" Entahhh...." jawabnya lagi.


" Hahh.... Lo gimana sih ,yang paling aneh disini itu elo tau gak. Baru kenal wanita dan langsung bilang suka,ya pasti di tolak lah."


"Mendekati wanita itu harus pelan dengan rasa,karena perasaan mereka yang halus dan sensitive.Lo harus menciptakan sebuah ke alamian di dalamnya,agar dia bisa mengalir seperti air di sebuah sungai. Gitu bro.... " seraya menepuk pundak Zio.


Hahh...Entah,kurasa lebih mudah melanjutkan s3 daripada belajar mengenai wanitaa.


"Aahhaa.... Lo deketin dia dengan hal yang paling di sukai aja dulu, kalau ingin memerangkap hati wanita itu, lo harus menyentuh hatinya dengan hal-hal yang di sukainya terlebih dahulu baru perlahan lo bisa menggenggam seutuhnya hati mereka.ting..." Saran 2 . Di sertai kerlingan sebelah matanya.


Entah kenapa aku merasa sedang menjadi seekor singa yang akan menerkam seekor kelinci. Hahh....Astagaaaa


Kenapa bukan shanon saja,kalau yang berada di posisi Mayra adalah shanon,pasti aku akan hidup dengan sangat bahagia,bahkan memiliki anak sekarang ..Ohh astagaa....


Dengan mengacak rambut frustasi.


"Heyy... Kenapa bro ??"

__ADS_1


♧♧♧♧♧♧♧♧


💚💚💚


__ADS_2