KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Penjelasan Aldo


__ADS_3

Malam minggu yang begitu membahagiakan bagi Tika, karena niatnya ia ingin membuat masakan untuk bekal anak masa depannya esok hari. Ia sampai memaksa-maksa Mayra menemani belanja keperluan memasak bahkan meminta Mayra untuk mengajari memasak juga.


Dan di sinilah mereka di salah satu toserba, dengan lincahnya Mayra memasukkan beberapa bahan makanan dengan Tika yang mendorong trolynya.


" Jangan banyak-banyak May, bisa bangkrut sebelum perang ntar gua .." ucap Tika yang melihat Mayra memasukkan segala bahan masakan ke dalam troly.


" Ya uda sih,,, tadi katanya mo masakin yang enak buat calon anak masa depan, harus all out doong ..."


" Iyaa juga sihh, yaudah gpp lah siapa tau bang dugan ikutan kecantol sama masakannya ... Khikhikhiii"


" Dihh.. Bang dugan mulu pikirannya. Ya udah nih dah kelar sono bayar ke kasir, gue mo cari minum dulu aus banget nih.."


" Iyee... Ntar ketemu di Bakso 22 tuh yaa ..."


" Hmm..."


Mayra melenggang meninggalkan Tika menuju stand minuman yang nampak sepi, " Mba mau ice americano satu ya ..."


" Iyaa mba ..."


Mayra menunggu pesanannya dengan berdiri sambil memainkan ponselnya.


" Silahkan pesanannya mba ..."

__ADS_1


" Iyaaa..." ucapnya lalu memberi uang pada penjual.


Mayra mulai berjalan dengan menyedot minumannya menuju tempat yang di sebutkan Tika tadi, namun seketika ia di tarik oleh lengan seseorang ia ingin berteriak namun segera urung setelah melihat gestur Aldo yang kini berjalan di depannya dengan memegang pergelangan tangannya.


Aldo berhenti di sebuah cafe yang nampak sepi lalu mendudukkan Mayra dan juga dirinya setelahnya.


Mayra menatap tajam Aldo, " Mo apalagi sih do ? ga cukup selingkuhin gue di depan umum, hah ?!!" lalu segera beranjak.


Aldo segera meraih tangan Mayra, " Kita perlu bicara May, please dengerin aku dulu ..."


" Semuanya udah jelas buat gue do, lebih baik lo pergi dan ga usah muncul lagi di hidup gue. Ngerti ?!! lepass !!"


" Nggak akan, duduklah May ... Aku mau jelasin semuanya sama kamu. Tolong May dengerin aku kali ini ..."


" Maafin aku May ... Aku tau kamu pasti benci sama aku May, aku nggak tahu harus mulai dari mana, tapi mungkin aku memang harus cerita semuanya sama kamu." ucap Aldo dengan menghela nafas kasar setelahnya.


Mayra masih diam. Aldo mulai menceritakan awal mula pertemuannya dengan Kalista, hingga Kalista yang memiliki perasaan kepadanya.


" Aku gak bisa kehilangan kesempatan ini May, Kalista punya segalanya ,koneksi, kehormatan aku bisa gunain semua itu untuk nemuin keluarga aku Mayra, kamu yang paling tahu bahwa bertemu dengan keluargaku adalah harapan terbesar dalam hidupku sedari keluar dari panti dulu."


" Tapi kita bisa cari sama-sama kan do ?" Mayra mulai nampak mengalirkan air mata dengan menatap sekilas Aldo.


" Aku laki-laki May, aku tetap punya harga diri untuk gak selalu jadi beban buat kamu. Aku tahu semua pengorbanan tulus kamu selama ini karena cinta kamu yang begitu besarnya buat aku, makanya aku percaya dan ingin berusaha mencari jati diriku lalu meminangmu setelahnya. Tapi apa ? kamu malah bersama Ziovano ? aku benar-benar tak habis fikir Mayra." ucap Aldo dengan menahan genangan dalam matanya yang kini terlihat sedikit memerah.

__ADS_1


Mayra sudah tak bisa menahan diri air matanya mengalir dengan derasnya kini. Bisa-bisanya Aldo malah menyalahkannya di saat ia yang memulai sebuah perselingkuhan. Sungguh teganya.


" Kenapa dengan Zio ? dia laki-laki yang bahkan 1000% lebih baik dari elo !" ketus Mayra. Lalu mengusap air mata yang begitu tak berguna pikirnya.


" Nggak... Nggak kan May... Kamu bohong, aku masih bisa melihat sorot mata penuh cinta darimu May, kamu masih menyayangiku kan ? makanya tunggu aku Mayra, sedikit lagi aku akan menemukan informasi tentang keluargaku. Dan kita bisa hidup bahagia setelahnya."


" Lalu Kalista ?" Mayra hanya ingin tau saja bagaimana reaksi Aldo.


" Kamu tenanglah May, aku sama sekali gak memiliki rasa sedikitpun untuk Kalista. Aku hanya memanfaatkan kekuasaan keluarganya May. Percayalah ... Cintaku masih utuh untukmu."


" GILA ya do !! gak abis pikir gue sama elo ! Aldo yang gue kenal udah berubah, lo bukan Aldo yang dulu. Ternyata harta memang bisa merubah sikap bahkan kepribadian seseorang, dan yang ngga gue sangka lo juga terbutakan sama hal fana itu do. Salah ! SALAH BESAR selama ini gue nilai elo !! ternyata lo beneran licik ! lebih baik emang kita gak usah berhubungan lagi. Gue muakk sama semua kepicikan lo !!!" Mayra berdiri dan akan mengambil langkah. Namun dengan segera Aldo meraihnya dan menggenggamnya kembali.


" Please May,,, aku masih sangat mencintaimu, semua ini aku lakukan untuk hubungan kita juga Mayra, kumohon beri aku satu kesempatan lagi ..." ucap Aldo dengan raut mengibanya,bahkan air mata sudah nampak meleleh dari sudut matanya.


Mayra menatapnya sekilas lalu dengan segera beralih, " Lepas do... Lepasin gue ! Lo tau mawar hidup yang lo bilang sebagai lambang cinta itu ? dia memang tumbuh dengan baik dan bermekaran dengan indahnya." Mayra nampak menghela nafasnya dengan kasarnya, " TAPI, semakin gue genggam semakin terasa menyakitkan, karena semua duri yang mengelilinginya. Dan itu sama seperti rasa gue sama elo saat ini do. Jadi gue mohon lepasin gue dan belajar cintai Kalista, karena elo yang udah lebih dulu melepas genggaman tangan gue dan memilih menggenggam Kalista."


" Please May ... Aku cuma cinta sama kamu sekarang ataupun selamanya Almayra ..." dengan mengalirkan air mata,sebegitu cintanya ia sebenarnya pada Mayra. Namun langkahnyalah yang salah. Inginnya ia bisa bersama dengan Mayra dan juga keluarganya namun belum sampai menemukan keluarganya ia telah kehilangan Mayra. Sungguh ia menyesali kebodohannya kini.


" Nggak do... Kita udah berakhir sekarang. Jadi gue mohon lo stop bertingkah kaya gini." Ucap Mayra dengan sudut hati yang begitu remuk redam, ia tak bisa memungkiri sebagian hati yang masih terisi oleh Aldo di dalamnya, namun setelah mengetahui semuanya ia jadi sadar diri bahwa ia tak berguna bagi Aldo, hingga Aldo melepasnya dan lebih memilih Kalista. Dan melihat sikap Aldo yang sudah berubah begitu ambisius kini, semakin memantapkan hati Mayra untuk keluar dari bayang-banyang Aldo dalam hidupnya.


" Selamat tinggal Aldo ..." ucap Mayra dengan perlahan melepaskan tangannya dari genggaman Aldo, lalu melenggang dengan aliran air mata yang semakin menganak sungai, namun dengan segera ia mengusapnya dengan kedua tangannya.


Pasti karena Zio sialan itu kan May ... Baiklah aku mengalah untuk sekarang. Tapi lihat saja aku akan buat perhitungan suatu saat nanti ! Batin Aldo dengan menatap lekat siluet Mayra yang telah berjalan menjauh meninggalkannya seorang diri.

__ADS_1


__ADS_2