
Hari Sabtu pagi ini adalah jadwal Mayra mengajar anak-anak jalanan, anak-anak kurang beruntung yang seharusnya mendapat hak dan kewajiban yang sama seperti anak seumuran mereka.
Namun apa daya, dengan situasi dan kondisi yang kian menghimpit mengharuskan mereka untuk bekerja keras hanya untuk sesuap nasi. Itulah yang menggetarkan hati Mayra, ketika para anak jalanan yang mengais sisa sampah untuk mengganjal perut mereka, sungguh membuat hatinya kian teriris. Hingga akhirnya ia berusaha menggerakkan hati para sahabatnya untuk turut membantu anak-anak kurang beruntung itu.
Hingga berdirilah 'Rumah Pelita' tempat untuk mengajar anak-anak yang kurang beruntung dari segi materi bahkan banyak anak yang jadi korban pemerasan pihak yang tak bertanggung jawab, dan bahagianya semua masalah yang menyangkut anak-anak agar bisa mengikuti kegiatan belajar Rumah Pelita bisa terselesaikan dengan usaha Rindi.
Walaupun cara belajar mengajar mereka masih menggunakan fasilitas umum seperti taman,namun sangat di sambut antusias oleh anak-anak yang ingin belajar tentang dunia dan memahami apa itu dunia.
Mayra yakin suatu saat nanti anak-anak ini akan tumbuh dengan baik jika di beri pendidikan dan pengarahan yang baik sedari dini. Harapan terbesarnya adalah melihat anak-anak berbahagia dan mendapatkan hak yang sama untuk sukses, membanggakan orang tua, Agama dan bahkan Bangsanya.
" Ka May !!! Ye..Yeee akhirnya ka May dateng jugaaa ..." ucap anak-anak serentak melihat kedatangan Mayra,lalu bergegas memeluknya bersama-sama.
" Iyaa ...Iyaa ..." Ucap Mayra dengan rekah senyum tak terbendungnya.
" Jadi sayangnya sama Ka May aja nih ? Ka Rindi enggak ? huhuhuuu ... Ka Rindi nangis nih..." ucap Rindi dengan membawa sekardus penuh buku untuk anak-anak.
" Sayang ka Rindi juga... Ahahaha " tawa renyah khas anak kecilpun muncul setelah mereka berhambur bergantian memeluk Rindi.
" Aaaa... Iya iya ... Ini bukunya di bagiin buat kalian satu-satu yaa nanti sama ka Rindi pelajaran Matematika dan Ka May Bahasa Indonesia." ucap Rindi dengan menyodorkan kardus yang di bawanya.
" Baik ka Rindi. " ucap mereka serempak.
Mayra yang telah selesai menata papan tulis dan tikarpun memanggil anak-anak," Ayooo adik-adiikk,belajar dulu sama ka May yaaa ?? Sini,siniii ..." ucap Mayra kemudian.
" IYAAA KA MAYRAA ..." lalu berhambur menghampiri Mayra.
" Nah hari ini kita belajar tentang sinonim dan antonim, Sinonim \= persamaan kata
Antonim \= Lawan kata
Contoh : Suka sinonimnya senang, baju sinonimnya pakaian. Berat antonim ringan, jauh antonim dekat. Gimana adik-adik udah faham ?" tanya Mayra setelah menjelaskan.
" Iyaa ka Mayra ..." ucap anak-anak serempak.
__ADS_1
" Coba kaka test yaa... Kalo sinonim meminta apa yaa ?"
Anak-anak nampak berfikir," Emm ... memohon." ucap salah satu anak kemudian.
" Yee !! Bener Lia pinter yaaa.." dengan bertepuk tangan," Kalo antonim Manis apa adik-adik ?"
Salah satu anak dengan antusias mengacungkan jarinya," Iya Toni... jawabannya apa ?" Mayra menanggapi.
" JOJO KA ." ucapnya dengan lantang.
Mayra mengerutkan kening," Ko Jojo sih,kamu ga dengerin ka Mayra jelasin ya tadi ?"
" Denger dong ka,kan kalo manis itu ka Mayra antonimnya ya Jojo,pahit ahahhahh...." ucap Toni dengan menuding Jojo yang nampak hitam legam duduk di ujung tikar,lalu di ikuti tawa renyah para anak.
" Ehh,,adik-adik ga boleh gitu,nanti kalo kalian di katain gitu gimana perasaan kalian ? Hayo Toni minta maaf sama Jojo." titah Mayra.
" Iya,Maaf ya Jo ?" dengan mengulurkan tangannya pada Jojo,dan di sambut oleh Jojo." Iya gpp Ton, ka Mayra emang manis kok... Ahahaha ..." Jojo tergelak, lalu di iringi tawa bahagia khas anak-anak dan Mayra juga, ia lalu menggeleng pelan karena selalu saja ada hal baru yang di rasa jika bersama dengan anak-anak ini.
" Udah yaa, sekarang kalian buat sinonim dan antonim masing-masing lima kata ya ? gimana ? sanggup ?" tanya Mayra bersemangat.
Tanpa Mayra sadari ada sepasang mata elang yang tak jengah memandanginya dari balik pohon, melihat tawa bahagia dan wajah Mayra yang kian berseri ketika mengajar para anak kurang beruntung membuatnya menyelipkan rasa kagum pada kebaikan hati Mayra yang selalu saja bersikap tulus kepada siapapun dan apapun keadaannya. Zio memang sengaja menyambangi taman untuk melihat aktifitas Mayra, dan ini malah membuatnya semakin terpana dengan kepribadian Mayra yang semakin lama di sesapi semakin terasa manis saja seperti orangnya fikirnya.
Sungguh kamu gadis baik hati, Mayra. Batin Zio dengan menarik sudut bibir hingga melekuk senyum nan menawannya. Kedua bodyguard di belakang Zio tampak gamang sendiri kenapa tuannya sampai bersembunyi di balik pohon seperti ini, bahkan dengan melekuk senyum indah seperti itu. Benar-benar aneh fikir mereka.
" Ayo, kita pulang. " titah Zio, lalu berbalik mengambil langkah untuk melenggang dari taman.
***
" Adik-adikk ka Rindi bawa sesuatuu niih !!" pekik Rindi dari kejauhan yang membawa dua kantong besar berisikan snack.
" Mauuuu ka ..." Anak-anak langsung berhambur menghampirinya.
" Iya pelan-pelan, satu, satu yaaa ...." ucap Rindi seraya membagikan snack untuk anak-anak.
__ADS_1
" Dari Mana Rin ?" tanya Mayra setelah Rindi selesai membagikan snack.
" Itu dari istrinya Pak Anwar,kan dia punya usaha catering gitu, trus ini ada lebihan pesenan katanya." jawabnya,lalu menampakkan rekah bahagianya.
" Alkhamdulillah, rejekinya anak-anak ..." ucap Mayra bersyukur.
" Iya ..." dengan memandangi anak-anak yang memakan camilan dengan lahapnya.
" Nanti, suatu saat gue pengen banget Rin bisa buat tempat belajar untuk menampung semua bakat yang mereka minati.Tapi,pasti semua itu nggak akan mudah." ucap Mayra lalu menghela nafas se dalam-dalamnya.
" Nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini May, harapan itu bisa berhasil jika selalu di pupuk dengan kerja keras kan ?" ucapnya dengan memandang manik jernih Mayra. Mayra mengangguk pelan,mengiyakan ucapan sang sahabat.
" Eh... Iya Rin gue lupa deh mau nanya ini dari kemaren sama elo." ucap Mayra dengan menggerakkan lengan sahabatnya dengan tangannya.
" Nanya aapa ?"
" Eemm, lo kenal sama yang namanya Shanon gak ?"
" Eenggak ada deh kayanya,,, kenapa emang ?" ucapnya setelah mencoba mengingat nama Shanon dalam memorinya.
" Itu.... Kayanya dia tuh cewek atau mantannya Zio deh, soalnya waktu itu Zio sempet ngigoin nama itu trus bilang cinta gitu Rin."
Rindi nampak mengerutkan kening,mencoba mengingat kembali nama Shanon di kalangan kelas atas.
Astagaa,,, Jangan bilang Shanon anak pemilik Rose Jewelery yang itu. ... Fyuuuhhh ... Batin Rindi menatap Mayra dengan raut mengiba.
" Heyy... Lo kenapa ? ko liatin gue kaya gitu sih ?" ucap Mayra dengan menepuk pundak Rindi.
" Nggak, gpp ko gue." ucapnya dengan wajah gusar menatap kanan dan kiri bergantian.
》》》》》
Ga nyangka ternyata banyak yang baca,senangnya 😊😊
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaaa 💚💚💚