KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Rencana Berlibur


__ADS_3

Mayra mulai mengerjapkan mata perlahan,sepasang mata indahnya menyapu seluruh ruangan tempatnya berada kini.


Apartemen Zio... Fyuuhhh ....


Ia mulai bangkit dan berdiri menuju pintu.


Cklekkk


Membuat dua pasang mata elang mengarah kepadanya," May,kamu sudah bangun ?" dengan menghampiri Mayra lalu menuntunnya.Meninggalkan semua berkas dan Radit di sofa tamu. Ia memang sengaja bekerja di ruang tamu agar se waktu-waktu bisa dengan mudah mengecek keadaan Mayra.


" Iya,aku haus." ucap Mayra dengan suara seraknya.


Zio menuntun Mayra hingga ke ruang makan, mengambilkan ia air dari dispenser lalu memberikannya pada Mayra.


" Are you okey ?" tanya Zio pada Mayra setelah menenggak habis segelas air putih yang diberikannya.


" Yaa ...." jawab Mayra dengan melekuk senyum di bibir mungilnya.


Lihatlah ia masih bisa tersenyum setelah tragedi yang di alaminya, hahhh.... Asataga Mayra ...


" Zio..." panggil Mayra dengan nada sehati-hati mungkin.


" Hmmm ?"


" Aku .... (kruyyyukk)" belum selesai bicara,perutnya sudah berdemo dengan kencangnya." Heheee...." cengirnya tanpa dosa.


" Duduklah, akan ku buatkan .."


Mayra mengerutkan keningnya,"Buat ? buat apa?"


Zio sudah melenggang menuju dapur membuka kulkas mengambil semua bahan yang di perlukan,lalu menggulung lengan kemejanya hingga ke siku. Mayra mulai paham jika yang Zio maksud adalah membuatkan makanan untuknya.


Busyeett..... Bang lagi syuting iklan ya ? gantengnya ga ada akhlak. Astaga ... Tenanglah jantungku. Batinnya dengan meraba dadanya yang kian menggema. Dengan pandangan mata pada Zio yang tak teralihkan,


pemandangan yang begitu menyegarkan mata apalagi sesekali Zio menoleh padanya dengan senyum menawannya.Sungguh meresahkan.


Radit yang mendengar suara berisik dari arah dapur hanya menggeleng pelan. Sungguh tuan menjadi sangat aneh. Gumamnya dalam hati. Lalu melanjutkan pekerjaannya di ruang kerja Zio.


Mayra sama sekali tak melewatkan semenitpun pemandangan sang Wakil CEO yang sedang memasak,begitu tampan dan manis sekali. Hatinya begitu meronta ingin rasanya ia segera berlari memeluknya dari belakang,untung saja akal sehatnya masih bisa di ajak berkompromi,kalau tidak entah apa yang Zio pikirkan padanya nanti.Hingga Zio menghampirinya karena telah selesai membuat hidangan untuk Mayra.


" Wowww .... Omlete ? ternyata kamu bisa masak juga ya ?" dengan raut gembiranya lalu mulai menyendok makanan buatan Zio.


" Hmm... Sedikit,Gimana ?" tanya Zio setelah melihat Mayra memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


" Eemmm... Ini enakkk" lalu memakannya dengan lahapnya,waktu yang menunjukkan lewat makan siang membuatnya sangat kelaparan kini.

__ADS_1


Zio yang memandangi Mayra makan dengan lahapnya sedikit menyunggingkan senyum di ujung bibirnya.


" Eehh ...Iya, buat kamu mana ?"


" Aku sudah makan."


" Oohh..."


Hening seketika,tak tahu mau mengobrol apa.Mereka hanya terduduk berdua dalam diam. Hingga akhirnya Mayra membuka suara," Makasih ya Zio,kamu udah jadi penolong aku lagi,makasih banyakk ..." ucapnya dengan senyum indahnya.


Zio menghela nafas," Maafkan aku May ... " ucapnya kemudian.


" Heyy... Gpp ko,kamu kan udah nyelametin aku,kenapa harus minta maaf ?"


Zio menatapnya nanar, Sungguh kamu berhati besar Mayra. Lalu melekuk senyum nan menawannya.


" Eehh ...Iya udah jam 3, aduhhh pasti di marahin deh gara-gara bolos kerja." ucap Mayra merutuki dirinya sendiri.


" Tak apa,tadi Radit sudah mengurus izinmu sampai minggu ini."


" Kan aku udah ambil cuti kemarin,Ahhh... Iya." ia mulai ingat siapa sebenarnya orang di depannya ini,bahkan perusahaannya bukanlah apa-apa di banding eksistensi yang di miliki seorang Ziovano.


" Kamu boleh istirahat disini."


" Istirahatlah disini Mayra,Radit akan mengurus semua perlengkapanmu."


Mayra menatap Zio, kenapa apa karena kamu membutuhkanku untuk balas dendam pada kekasihmu ? atau karena aku mirip dengannya ? atau kamu memang mempunyai perasaan suka itu padaku ? banyak sekali pertanyaan dalam benak Mayra,namun tak ada satu pertanyaanpun yang keluar dari mulutnya. Sungguh ia di landa kebingungan dengan semua kebaikan yang Zio berikan padanya kini.


" Aku tak apa Zio,aku akan pulang saja,terimakasih untuk semua kebaikanmu."


Yaa... Aku harus menarik batas yang jelas.


" Eemm .... Bagaimana kalau sabtu ini kita liburan, ke pantai."


Baru saja Mayra menetapkan hati,mendengar iming-iming pantai seketika menggoyahkan kemantapan hatinya, bahkan kini ia sudah berimajinasi betapa segarnya menghirup udara pantai. Pasti sangat menyenangkan.Setelah mengalami beberapa kejadian buruk akhir-akhir ini ia memang butuh Refresing. Matanya sudah berbinar-binar saja membayangkannya.


" Oke... Ku anggap kamu setuju."


Bagus sekali Radit,ternyata idemu sangat berguna. Batin Zio seraya mengingat ide Radit yang mengusulkan ia mengajak Mayra berlibur ke pantai.


" Eemm... Gimana ya ?" ucap Mayra agak jual mahal.


" Jadi kamu tidak mau ya,padahal Radit sudah pesan tiketnya,kasihan sekali dia susah payah menyiapkan tapi kamu tidak mau." ucap Zio dengan nada agak di buat-buatnya.


" Aahh... Ya sudah,kalau sudah terlanjur pesan." ucapnya dengan hati riang gembira.

__ADS_1


Yeeaayyyy.... Pantaiii i'am coming ......


Zio hanya tersenyum melihat tingkah Mayra.


Tak apa,hanya sekali ini saja aku bersikap egois. Batin Mayra,lalu membalas tatapan Zio dengan senyumnya.


" Tapi kamu harus berjanji padaku."


"Hmm janji apa ?"


" Kamu harus istirahat dengan tenang disini,hingga hari sabtu tiba, kamu mau ?"


" Aahhh yyaa.... Tapi aku gak akan di apa-apain kan?"


" Tenanglah... Aku juga akan pulang."


" Pulang ? bukannya kamu tinggal disini ?"


" Kadang, tapi aku harus pulang ke rumah utama karena Opa baru tiba dari liburannya."


" Oohh ..." ucap Mayra dwngan raut agak kecewa.


" Kenapa ? kamu ingin ku temani tidur di sini ?" goda Zio dengan senyum yang tak terelakkan.


" Iiih...apaan sih." dengan mencubit lengan Zio


" Aaww... Sakitt "


" Eehh...Kena luka yang abis di jahit kemarin ya ? sorry ?" ucap Mayra dengan mengiba,namun di balas tawa menggelegar dari Zio." Iihh.... Kamu boongin aku ya ?!" dengan memanyunkan bibirnya.


" Ahahahha... " Zio hanya tertawa dengan lepasnya melihat ekspresi lucu Mayra


" Diem deh ..."


" Ahahahhhah...." sungguh Zio tak bisa menahan tawanya bahkan ia sampai memegangi perutnya kini.


" Iiihh ... Ketawa sendirian ntar kesambet loh !" gertak Mayra.


" Hahahhha .... Kesambet katanya, hahahaa ..." Semakin tak bisa berhenti tertawa ia.


Radit yang mendengar suara tawa tuannya benar-benar tak habis pikir dengan apa yang dua orang itu lakukan di ruang makan. Ingin melihat,namun ia cukup tau diri untuk tak menghancurkan kesenangan sang tuan. Ia hanya menghela nafasnya kasar dan kembali berkutat dengan laptopnya.


》》》》


jngan lupa likenya readers 💚💚💚

__ADS_1


__ADS_2