KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Melarikan Diri


__ADS_3

" Sialll !!!"


Pranggg


Pekik Aldo lalu melempar gelas di tangan kanannya. Ia terlihat sangat kesal mendapat laporan bahwa Zio telah lolos dan preman suruhannya di kepung pengawal Zio kini.


" Calm down." suara berat seorang pria terdengar. Ia segera menoleh dan mendapati seorang pria dengan setelan jas formalnya telah terduduk di sofa. Dia adalah adik dari Mama Aldo, Sam. Ya Aldo telah berhasil menemukan keluarganya yang ternyata seorang konglomerat di kota K, dengan kerajaan bisnis yang tak kalah jika bersanding dengan seorang Ziovano. Apalagi Omnya adalah salah satu ketua dunia gelap yang akan semakin memperkuat posisinya. Membuatnya dengan berani menyerang Zio hingga merencanakan kegagalan acara pertunangannya.


Setelah hasil tes DNA keluar disalah satu rumah sakit dua hari lalu, ada seorang wanita paruh baya yang memeluknya erat disana. Dengan berbagai ungkapan rasa syukur yang tak berhenti terucap hingga lelehan airmata yang membuat Aldo terhanyut. Akhirnya ia menemukan Ibunya. Ibu yang selalu didambanya, selalu diimpinya, dan dia benar-benar ada bahkan nyata karena kini telah memeluknya erat dengan penuh kasih.


" Akhirnya Mama menemukanmu nak ...." ucapnya dengan lelehan airmata dipipi, dengan tangan mengusap wajah Aldo, " Kamu sangat tampan, Seperti ..." ia tampak tak kuasa melanjutkan kalimat dan menangis semakin tersedu. Aldo mengelus lembut punggung Mama yang telah melahirkannya tersebut, begitu bahagia dirasanya kini. Menemukan sebuah keluarga yang memang selama ini ia miliki.


Setelah berbincang dan di kenalkan dengan anggota keluarga yang ternyata hanya terdapat Mama dan Om di dalamnya, karena Kakek telah tiada satu Tahun setelah hilangnya Aldo. Mama Linda dan Om Sam sangat menyambut kehadirannya karena selama ini mereka juga berusaha mencari keberadaan Aldo namun selalu nihil karena minimnya jejak juga informasi. Tapi, tak disangka Aldo sendirilah yang mencari mereka membuat keduanya semakin bersuka cita. Hingga akhirnya Aldo mengatakan segala kondisinya kini, dengan segera Om Sam bersedia membantu agar pertunangan wanita yang dicintainya bisa dibatalkan.


" Kamu tak perlu khawatir. Om sudah mengerahkan bawahan terbaik dia tak akan lolos dengan mudah."


Aldo nampak terduduk di sebelah Om, " Dia wanitaku Om. Dia penyemangat hidupku. Jika tak ada dia, aku mungkin tidak akan menemukan kalian." ucapan melantur Aldo nampak membuat kening Om berkerut hingga menoleh padanya yang kini tengah menyandarkan kepala pada sofa dengan mata terpejam, nampaknya ia sedikit mabuk pikir Om.


Hah... Cinta anak muda, memang buta.


Om Sam adalah lelaki berumur tiga puluh sembilan tahun yang masih sangat nyaman hidup melajang, ia hanya sesekali bermain wanita jika ingin. Sama sekali tak berfikiran untuk menjalin hubungan seperti pernikahan, itu adalah hal yang sangat tabu baginya. Kesibukan dengan bisnis juga dunia gelap yang memberinya berjuta kebebasan membuatnya sudah cukup nyaman dengan hidup yang tengah di jalaninya kini.


****


" Zio kita mau kemana ?" pertanyaan yang entah sudah keberapa kalinya diucap Mayra, namun sekalipun tak mendapat jawaban dari Zio, dia hanya terfokus pada jalanan dengan memainkan setir juga menginjak gas hingga memacu kecepatan tingginya.

__ADS_1


" ZIIIOOO !!!!" pekik Mayra akhirnya, hingga membuatnya sedikit melambatkan laju lalu menoleh pada Mayra, " Apa ?"


" Kita mau kemana ? sebenernya ada apa ? kamu bikin aku takut tau gak ?!!" ia bahkan sampai tak kuasa menahan airmata yang sejak di rumah tadi ingin keluar.


Zio menghembuskan nafas pelan, " Ada satu tikus kurang ajar yang mencoba melawanku." ucapnya dengan tatapan tajam.


" Kalo cuma tikus harusnya kamu tendang aja ! kenapa musti lari ?!" kesal Mayra dengan menghapus airmata asal.


Masa batal tunangan cuma gegara tikus. Dasar !!


" Atau ini rencana kamu biar kita batal nikah juga, aduh ternyata kamu beneran jenius. Good job !" lalu mengangkat jempol dengan senyum secerah mentarinya, melupakan kesedihan yang beberapa saat lalu menerpa.


" Sayangnya tidak."


Mayra nampak mengerutkan dahi, " Trus ?" menatap Zio dengan penuh tanya.


" Daari ?"


" SIAL !!" pekik Zio yang melihat spion telah ada mobil hingga beberapa motor sport yang mengikuti mereka.


" Zio mereka siapa ? Zio kamu ngelakuin kesalahan apa ? mereka banyak banget Zio. Serem-serem lagi. Zio kita mau kemana ? Zio ......"


" Lebih baik kamu diam Mayra." ucapan Zio akhirnya menghentikan rentetan pertanyaan Mayra. Ia termenung dengan segala kemungkinan dalam otaknya. Mencoba menetralisir segala ketakutan dalam dirinya melihat puluhan orang mengejar juga laju mobil dengan kecepatan tinggi yang kini ditumpanginya yang begitu menguji adrenalin.


Mobil Zio semakin cepat melaju, sulit terkejar oleh mereka karena keahlian balapannya yang berada di atas rata-rata. Ia semakin melaju diantara sepinya hutan belantara, mobil di belakang nampak sudah tak terlihat mungkin ketinggalan cukup jauh membuatnya bisa bernafas sedikit lega. Namun, naas. Mobil terhenti karena kehabisan bahan bakar. Karena sudah melaju selama berjam-jam.

__ADS_1


" Astaga !!" pekik Zio dengan memukul stir mobil, hingga membangunkan Mayra, " Ada apa Zio ?"


" Kita harus turun."


" Apa disini ? kamu gila ?! kita bisa mati dimakan singa !" menatap keluar yang menampakkan pemandangan hutan belantara yang begitu gelap gulita.


" Bensinnya habis. Tidak akan ada singa. Aku akan melindungimu May, cepat turun." lalu bergegas turun dari mobil dan menggandeng Mayra pada pagar pembatas hutan. Mayra takut sekali sebenarnya, benar-benar tak mengerti dengan jalan fikiran Zio namun yang bisa ia lakukan hanya menurutinya agar selamat dari kejaran puluhan preman yang mengejar.


Zio menunduk dan meminta Mayra untuk naik punggunganya agar bisa melewati pagar sebelum para preman mendekat.


" Gila ya Zio ?!! ini tu tinggi banget. Bisa langsung patah tulang kalo jatoh. Nggakk aku ga mau !!" Seru Mayra dengan membuang muka dan tangan melipat didada.


" Tidak ada waktu Mayra ! cepatlah !"


Teriakan Zio sedikit menggetarkan Mayra, " Nggak mau Zio !! di dalem gelap banget ! aku gak mau mati konyol !!!" teriakan Mayra melengking memecah kesenyapan malam. Ia nampak mengusap airmata, ia sangat ketakutan kini.


Zio berdiri kembali lalu memegang kedua lengan Mayra, " Heii .. Kamu lihat aku. Ada aku. Aku akan menjagamu. Kita akan baik-baik saja. Kamu harus percaya." ucapnya dengan sorot penuh keyakinan menatap mata nanar Mayra, " Taapi ..." Seketika Mayra melihat sebuah cahaya mulai menyembul di tengah hutan gelap gulita ini. Dengan segera ia menundukkan Zio lalu menaiki punggungnya hingga bisa sampai di atas pagar, Zio segera menyusul setelah melihat puluhan motor hingga mobil telah mendekati mobilnya. Ia segera melompati pagar lalu kembali memberi pijakan untuk Mayra turun. Dengan segera ia mematikan cahaya ponsel, lalu mendekap Mayra erat juga membekap mulutnya di balik tembok. Dengan getaran yang begitu hebatnya, ia hanya berharap para preman itu tak melihatnya dan Mayra.


" Mana mereka."


" Tidak ada orangnya Tuan."


" Sialll !!!"


" Bodoh kalian !! cepat cari pasti tak jauh dari sini !!"

__ADS_1


Para preman tampak sibuk berpencar mencari bahkan ada yang melongok pagar untuk mencari keberadaan Zio dan Mayra, membuat keduanya tergugup seketika. akankah katahuan. Mayra memejamkan mata merapalkan segala macam do'a keselamatan untuknya juga Zio.


__ADS_2