
" Ziiiioo kamu gila ya !!! bisa-bisanya mecem-macemin aku pas lagi gak sadar !!! Jahatt tau gakk !!! jahat bangett !!!" pekik Mayra dengan memukuli lengan Zio dengan kekuatan penuhnya, merasa begitu tak terima dengan perlakuan yang di fikirnya sangat buruk dari Zio.
" Heeii ... Stop May.. Aku gak lakuin apapun !" dengan menangkap kedua tangan Mayra dan menatapnya dalam.
" Boong !! dasarr jahat !" raut Mayra sudah memerah menahan tangis, memikirkan ia telah kehilangan satu-satunya hal berharga yang tersisa dalam dirinya kini.
" Coba kamu inget dulu kejadian semalem," Zio mencoba mengingatkan Mayra tentang kejadian tadi malam untuk membuktikan bahwa ia sama sekali tak melakukan hal itu pada Mayra. " Lepasss..." Mayra mencoba meronta sekuat tenaga namun tentu saja tenaga Zio lebih mendominasi.
" Ingat dulu..." lalu menatap tajam, Mayra yang merasa takut segera berpaling dan mencoba mengingat kejadian semalam. Dan seketika ia merasa bodoh sendiri karena ia yang mulai merangkul Zio duluan karena menganggapnya guling. Ia hanya menunduk, tak berani menatap Zio.
" Sudah ingat..." hanya di jawab anggukkan kepala tanpa suara dari Mayra.
Zio menghembuskan nafas kasar, lalu melepas tangan Mayra dan melenggang menuju kamar mandi.
Mayra segera beranjak merapikan tempat tidur, lalu melenggang ke dapur untuk membuatkan kopi juga sarapan untuk Zio sebagai tanda permintaan maaf sebenarnya.Hihi
Mendengar langkah Zio yang mendekat, Mayra segera menengok pada arah meja makan.
" Sedang apa kamu ?"
" Cuci piring. " dengan mengelap tangan yang basah karena telah selesai mencuci piring. " Itu di minum kopinya sama sarapannya di makan, Oo.. ya Zio aku minta HPku dong. Hari ini aku mau pulang." Seraya melenggang menuju kamar untuk membersihkan diri, meninggalkan Zio di meja makan yang terbengong dengan kenaturalan titah yang di beri Mayra tersebut.
" Heii ... Bengang bengong mulu !!" Ingatan Mayra terhenti seketika oleh tepukan pada bahunya dari Tika.
" Apasii Tik ?!" kesal Mayra. Lalu beranjak membereskan gantungan baju yang telah terjual.
" Dihh ...Ngambek dia. Yuk maksi dulu biar punya banyak tenaga buat kerja." ajak Tika.
Mayra telah memutuskan bekerja di butik milik Budhe Tika untuk sementara. Sambil menunggu panggilan dari beberapa lamaran pekerjaan yang ia berikan pada beberapa perusahaan.
Tika dan Mayra telah sampai di salah satu tempat makan 'Bakso Granat' dengan Anton yang telah menunggu di salah satu sudut meja, ia nampak melambaikan tangan dengan antusias melihat kedatangan Mayra dan Tika.
" Ko bisa ada makhluk astral si di sini ?" ucap Mayra dengan tanpa dosa, lalu mendudukkan diri di seberang Anton.
__ADS_1
Anton tak peduli," May... Kangennn... Lo baik-baik aja kan ?" dengan menggenggam erat kedua tangan Mayra.
Mayra menampik, " Apasi lo ! GJ bet !" Lalu menengok pada Tika, " Ngapain si lo pake segala ajak dia ?" dengan melirik sekilas pada Anton.
" Panas aja kuping gue May, tiap hari nelpon gue May mana May mana... Uda kaya anak kambing nyari emaknya aja." seloroh Tika dengan memainkan gawainya.
" Ko marah gitu si May ama gue, salah apa coba gue... Udah kehilangan ayang Rindi sekarang ayang May juga pergi. Betapa sepi hati aa' Anton kehilangan dua istri sekaligus... huhuhuu..." dengan sangat mendramatisir.
" Menangis hati ini...."
" Aku ora peduli !" Sela Tika yang nampak mengetahui penggalan lirik lagu yang di nyanyikan Anton.
" Hancurnya harapanku..."
" Modyar karepmu !" pungkas Tika.
" Apa tu Tik artinya ?" Anton nampak sangat penasaran.
" Wahh beneran ? Aku modyarr Ha ha ha..."
Mayra terlihat mendelik, sungguh itukah artinya pikirnya. Hingga suara Anton begitu mengusik telinganya, " Tuh May.. Kata Tika gue modyar... Udah lo jangan marah lagi yakk ?" Tika terlihat sekuat tenaga menahan tawa. Karena bukan itu arti sebenarnya, tapi tak apa lah sesekali mengerjai Anton pikirnya.
" Dihh... Kesel aja gue tu sama elo, kalo lagi di butuhin aja gak ada ! giliran masalah kelar baru nongol ! Huhh !" dengan menyedot es teh hingga separuh gelas, mencoba menetralisir rasa panas dalam tubuhnya karena memikirkan ketidak setia kawanan Anton.
" Yaa... Maap May... Kan gue juga harus melindungi diri sendiri dulu baru mikirin orang lain... Hghghg" kilah Anton dengan menyengir kuda.
" Dasar !!" dengan mencubit lengan Anton sekuat tenaga.
" Aw...! Sukanya nyubit aja nih bini atu,,, ampun dah ahh !" dengan mengusap bekas cubitan Mayra, " Tapi hebat banget dah lo May... Pantesan gue pepet kaga mao ternyata seleranya kolongmerat. Huh !"
" Ya iyalahhh... Ada konglomerat ngapain nanggepin kolong wewe... Hahaha" Timpal Tika, Di iringi tawa renyah dari Mayra. Membuat Anton mendengus kesal.
Hingga hidangan bakso granatpun akhirnya tiba, ketiganya nampak begitu asyik makan dengan sesekali bercanda tawa.
__ADS_1
***
Ingatan Zio sedang bergelanyar pada bujukannya kemarin pagi untuk Mayra.
" Jadilah sekertarisku."
" Hah ?"
" Katanya kamu butuh pekerjaan ?" dengan menyeruput kopi yang tersisa sedikit dalam cangkir.
" Tapi gak harus jadi sekertaris kamu juga kali, makin bener aja tu ntar title pelakor. Gak ah gak mau !" dengan memasukkan sesendok penuh sup ayam dalam mulutnya.
" Pelakor dari siapa ? akukan tidak punya istri."
Gak punya istri tapi punya wanita yang di cintai mah namanya sama bae bang ! rutuk Mayra dalam hatinya.
" Pokoknya enggak ! aku mau pulang, liat aja gimana entarlah." Lalu beranjak membereskan piring bekas makannya dan Zio.
Zio nampak menghembuslan nafas, " Ya sudah, biar kuantar." tak mungkin juga terus-menerus mengurung Mayra dalam apartemen ini, keadaan luar juga sudah membaik kini pikirnya.
Tokk... Tok... Tokk
Suara ketukan pintu seketika membuyarkan lamunan Zio, " Masuk" dengan raut dingin dan aura mencekam yang keluar walaupun ia sedang terduduk dalam kursi kebesarannya.
" Ini laporan yang anda minta Tuan." ucap Radit dengan menyodorkan sebuah map di atas meja.
Radit memang telah melaporkan semua yang di ketahuinya, namun tak melaporkan jika Kalistalah otak di balik scandal ini, mencoba memberi kesempatan sekali lagi dengan memikirkan keutuhan keluarga Wijaya.
Karena ia sendiri tak bisa membayangkan akan semarah apa Zio, jika mengetahui adik sepupunya melakukan hal kotor seperti ini.
Namun jika Kalista kembali mengulangi kesalahannya, ia tak akan punya pilihan lain, dan akan membongkar semua kebusukannya ini pikirnya.
》》》》》
__ADS_1