KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Menjenguk


__ADS_3

" BEBEEKKK !! Sini keluarr lu !! maju lu ama gua lu !!! BEBEEEEKKK !!" Pekik Anton di halaman Butik di siang bolong itu.


" Woy !! ngapain si treak-treakk kek gitu ! kuping kita masi waras kali !" jawab Mayra yang baru keluar Butik dengan tampilan imutnya. Membuat mata Anton berbinar seketika.


" Wuiihhh May ... Cakep amat, tau aja aa' Anton mo dateng ya ??" dengan mengedipkan matanya, seolah lupa dengan kemarahannya pada Tika.


" Diihhh ... Najong woykk !!"


" Lu mah nojang najong mulu, giliran kondangan ngajakin gue ..." Anton mendumel tak jelas, membuat Mayra mencebik.


" Kenapa si treak-treak kek gitu ?"


Seolah di ingatkan, Anton kembali naik pitam." Wa iyaa... Mana si bebekk ?! meni gelok sia !!"


" Serem amat lu segala bawa golok ! mo ngapain Tika lu hah ?!" Mayra yang khawatir dengan sahabatnya sampai memegang kasar kerah kemeja Anton.


" Busett lu neng, gelok neng bukan golok !"


Mayra mengenyam saliva dan menurunkan tangannya, " Apaan tuh ?"


" Gila."


" Waa paraah lu ya !! masa ngatain gue gila !!!" dengan tangan yang sudah tak bisa di kondisikan, memukuli Anton sekenanya.


" Innalillah ... Itu artinya May ! tadi nanya giliran di jawab gua di geplak. Gimana si lo !!"


" Heh ! sembarangan banget lu ye kalo ngomong ! masi idup ni gue ! segala nyebut begituan !!"


" Astaga Mayraaa !!! itu mah di ucap bukan cuman buat orang ninggal doang May, kena musibah juga boleh."


" Dihhh... Dalem banget tu bahasa !"


" Wa ya iyaa.. Aa' Anton kan anak sholeh, rajin menabung, pintar mengaji. Gimana udah paskan jadi imam ?" dengan menggerakkan kedua alisnya bersamaan.

__ADS_1


" Imam semut sono lu." celetuk Mayra, " Hah ? lo ngomong apa May ?" tanya Anton yang begitu jelas mendengarnya.


" Nggak... Tadi kenapa sama Tika ?" Mayra mengalihkan perhatian.


" Gila tu si Tika berani banget ngerjain gue, belom pernah di sleding keknya. Mana dia ?" Anton nampak kembali bersungut.


" Ada... Lagi touch up." dengan melongok ke kanan juga kiri jalan.


" Nyari apa dah May ? kaga keliatan apa gua segede gini."


" Kaga, elukan makhluk astral !"


" Sett dah tu mulut pedes amat kek cabe sekilo !"


" Diiihhh ..." Lalu beranjak meninggalkan Anton, menghampiri sedan hitam mewah yang baru saja berhenti di halaman Butik.


" Wahh.. Kaga ada akhlak lu May ! kolongmerat dateng gua di kacangin !! awas ntar lu ! abis lu ama gua !!" pekik Anton yang melihat Mayra melangkah menjauhinya.


Sebenarnya Mayra berjalan dengan sangat biasa saja, namun terlihat begitu mempesona bagi sepasang mata di sedan mewahnya. Satu kata yang mewakili tampilan Mayra di matanya kini, cantik.


Namun semua hanya menjadi angan bagi Tika, karena telah ada Anton yang sedang naik darah menghadang di hadapannya kini.


" Hehh... Bebekk !! berani-beraninya ya loo !!" seru Anton dengan berjalan ke kanan juga kiri mengikuti arah tubuh Tika yang sebenarnya ingin datang menyapa Radit.


" Itu ..." Seolah tak peduli dengan Anton, masih sibuk mencari jalan keluar agar bisa menghampiri Radit.


" Apa ha ?! ita itu ! mo ngeles apa lagi lu ! parah lu ama gue !! Bisa-bisanya modyar di kata pinter ! Malu seumur idup gue sama temen sekantorr !! tanggung jawab ga lo !!" masih mencegah Tika agar tak bisa menerobosnya. Tika masih acuh nampak tak peduli dengan semua ucapan Anton, mencoba mencari celah agar segera bisa melewati Anton.


" Isshhh ... Jadi pergikan !!!" decih Tika melihat hilangnya Radit di balik pintu mobil, dan mobil yang mulai menjauhi Butik.


" Lo tu ya !! bisa liat-liat situasi gak !! lo tu ngancurin harapan satu menit gue taukk !! dasarrr sengklekk !! pergi sono lu !!" sungut Tika, lalu berbalik menuju Butik.


" Nahh lo !! ngapa jadi galakkan dia ?!" Anton nampak kebingungan, namun sesaat kemudian ia kembali tersadar, " Hehh Bebekk !! sini lu gue belum kelarrr !!!!"

__ADS_1


***


Zio bahkan masih nampak speachless dengan tampilan Mayra yang telah terduduk di sampingnya, bahkan dia sampai menggelombangkan rambut juga memberi jepit di sana, sangat manis pikirnya.


Hingga suara Mayra membuyarkan segala lamunannya, " Kenapa ? terpesona ?"


" Tidak." Zio segera berpaling bersamaan dengan suara deru mesin yang membawa ketiganya dalam mobil sedan tersebut.


Pake gak ngaku ! huuu ...


Bukan Mayra ingin menarik perhatian Zio, ia tadi hanya berpesan pada Tika agar mendadaninya karena akan menjenguk Opa dan pulang ke rumah bersama Zio. Tapi tangan Tika itu sudah seperti ketok magic saja, hingga dalam beberapa menit tampilan Mayra sudah berubah seimut sekarang.


" Radit kita ke Rumah Sakit dulu, trus abis itu ke tempat oleh-oleh, terus baru ke Rumahku ya..." ucap Mayra merencana jadwal kegiatan mereka hari ini. Ia memang sudah menjadwalkan untuk bertemu Bapak hari ini, hingga izin masuk kerja hanya setengah hari. Namun sebelumnya ingin membawa Zio menjenguk Opa. Agar meminta maaf, yang entah akan di lakukan atau tidak.


" Ehh ... Iya mampir ke kios buah dulu ya, Radit." dengan sedikit melirik tajam Zio, sebal sekali ia setelah mengetahui fakta Zio yang memanfaatkannya. Parahnya ia malah terbawa dan mengikuti semua kelicikannya itu, mengenaskan.


Lihat tatapannya itu, berbeda sekali. Aku benar-benar yakin jika kemarin itu hanya mimpi atau malah bayanganku saja. Hahh... Astaga !! aku benar-benar sudah gila ! Batin Zio dengan menatap keluar jendela lalu membuang nafas kasar, bahkan sampai membuat kaca jendela mobil menjadi abu-abu.


" Di sana sudah banyak buah." ucapnya kemudian dengan tatapan lurusnya.


Mayra memandanginya sinis, " Ya beda !"


" Apa bedanya ? sama-sama berwujud buah dengan rasa dan bentuk yang sama."


" PEMBERINYA . KETULUSANNYA . DO'ANYA . Itu yang membuat berbeda. Mengerti Tuan manekin yang pintar, tapi ternyata gak pintar-pintar amattt ?!!" sergah Mayra, bahkan masih dengan menampilkan senyum penuh profesionalitasnya.


" Pffttt .." Radit bahkan sampai tak kuasa menahan tawa.


Zio terperangah bahkan sampai menengok pada Mayra dengan pandangan tak percaya, Dia yang selalu mendapat urutan tiga besar dengan nilai terbaik dalam segala macam mata pelajaran di bilang tak pintar-pintar amat. Mengejutkan.


Bodo amat ! emang benerkan ? Batin Mayra dengan tangan yang sibuk memainkan ponselnya. Seolah tak menggubris pandangan tak percaya dari Zio.


Zio nampak sudah beralih, dengan pikiran ingin memasukkan wanita dalam jenis spesies yang sangat sulit di uraikan. Bahkan virus sekecil lima mili nampak lebih mudah dideteksi susunan jaringannya dari pada isi hati wanita pikirnya.

__ADS_1


》》》》》


__ADS_2