KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Usaha Zio


__ADS_3

Hari senin dengan Pagi hari yang begitu cerahnya, kini Radit sedang berada dalam ruangan Wakil CEO milik Zio,mereka sedang melakukan agenda wajibnya setiap pagi yaitu meeting membahas tentang cara mendekati Mayra. Setelah mengetahui bahwa Mayra sangat membencinya ia jadi semakin gencar saja mendekatinya. Bahkan merutuki dirinya kenapa harus membahas mantan brondong Mayra,yang membuat Mayra semakin geram dan jadi jauh dengannya.


Padahal kata Dokter Psikologisnya ia harus sering dekat dengan wanita yang tidak menimbulkan traumanya karena bisa menjadi jalan kesembuhannya. Tapi kini wanita itu malah membencinya, semakin di kejar ia malah semakin menjauh. Bahkan sudah seminggu ini Zio selalu berusaha mendekatinya namun selalu saja berujung penolakan bahkan makian dari Mayra. Hingga Zio dibuat frustasi dengan cara apa lagi harus mendekatinya. Segala saran dari Fabio tidak ada yang mempan untuk Mayra.


Dari ia yang selalu menjemput Mayra namun selalu di tolaknya.


Lalu ia yang selalu mengirimi makanan kesukaan Mayra namun selalu dibagikan pada rekan kantornya.


Mengirim pesan namun tak pernah di balas. Telfonpun tak pernah di angkatnya.


Dia yang mengirim dress untuk mengajak dinner Mayra,Malah di kembalikan.


Dia yang mengajak kencan,namun selalu tak di gubris. Dan malah mendapat makian ala Mayra.


" Hahh ... Radit .. Kenapa dia susah sekali untuk di dekati ... Aku harus bagaimana Radit ?? aku benar-benar menyerah !!! Aaarrgghh......!!" Zio sungguh frustasi rupanya,ia sampai menggebrak meja kebesarannya.


Kemana kepercayaan diri anda kemarin tuan,yang bilang ini akan mudah. hahh ...sungguh labil sekali !! Batin Radit menggerutu seraya menghela nafas panjang lalu menggeleng pelan.


Terlihat Zio juga menghela nafas panjang bahkan berulang kali. Membuat Radit bingung sendiri harus berbuat apalagi,Mayra ini benar-benar wanita pendendam fikirnya. Hingga akhirnya sebuah ide picik melintas dalam kepalanya. Walaupun tingkat keberhasilannya hanya lima puluh persen,namun patut di coba dari pada tidak sama sekali.


" Tuan saya punya sebuah ide ."


" Ide apalagi ? kau lupa ya semua ide Fabio saja tak ada yang mempan."


Itu kan karena anda tidak sepenuh hati tuan.


" Nanti sepulang kerja anda jemput saja nona Mayra, kalau nona tidak mau tetap ikuti dia dengan alasan khawatir dengan keselamatannya.Saya akan mengirim preman untuk menjegalnya di jalan,dan tuan akàn hadir sebagai penolong untuknya.Mungkin dengan begitu ia akan sedikit ber empati pada anda tuan." ucap Radit menjabarkan ide piciknya.


" Hmmm... Boleh juga, tunggu ...Apa kau akan mengirim preman sungguhan ?"


" Kenapa tuan, apa anda takut ? " dengan rekah senyum tak tertahan


" Kau sedang meledekku !?"


" Tidak tuan,maaf tuan."


" Kau boleh pergi ."


***


Mayra yang menjalani hari dengan penuh kekesalan perihal Zio yang selalu saja mengejar-ngejarnya sudah seperti stalker saja,apalagi dengan wajah datar ala manekin itu,membuat Mayra makin geram terhadapnya. Kalau dia memang suka harusnya berusaha setulus hati kan tapi ini kalau bertemu hanya ketus saja,seperti ketika menjemput Mayra yang baru pulang bekerja beberapa waktu lalu.

__ADS_1


Flashback on


Tinn...Tin...


Sebuah klakson berbunyi dari dalam mobil sedan hitam yang mewah nan elegan yang berhenti tepat di sebelah Mayra. Hingga Radit turun untuk membukakan pintu pada Mayra.


" Silahkan masuk nona ."


" Ogah."


" Nona,tuan ingin bicara dengan anda. "


" Bilang tuh sama tuanmu gak usah jemput atau kirim apapun lagi karena aku tidak butuh !!"


" Anda bicaralah sendiri dengannya nona,tuan memang orang yang agak dingin jadi perasaan sukanya sedikit tertutupi ."


" Sedikit katamu ?!! astagaa... pergi sana jemputanku dah datang." seraya naik di atas jok motor.


Radit yang gagal membujuk Mayra kembali ke dalam mobil.


" Kejar dia ."


" Diam kau !"


" Cegah motornya di tempat sepi."


" Baik tuan. " jawab sang sopir.


" Tuan anda mau apa,anda tidak boleh macam-macam atau dia akan semakin membenci anda. "


Zio hanya termenung menatap ke luar jendela,hingga akhirnya mobil berhenti di tempat sepi sesuai perintahnya.


Zio turun, melangkah dengan penuh pesonanya membayar tukang ojek lalu menarik tangan Mayra untuk turun.


" Turunlah aku ingin bicara padamu. "


" Ogahh, pergi sono lu."


" Mbak lagi marahan ya sama pacarnya,turun aja mbak naik mobil lebih enak ada ACnya,saya mau narik lagi nih " ucap si tukang ojek yang di iringi senyuman penuh kemenangan dari Zio.


" Gimana sih pak, anter saya sampe tujuan doong masa diturunin di tengah jalan gini sih ?!" gerutu Mayra.

__ADS_1


" Yah kan udah di jemput pacarnya mbak,mbak gimana sih. "


" Sudah turun lah, akan kuantar."


Mayra akhirnya turun dari motor,lalu berjalan melewati mobil Zio dengan tangan Zio yang masih menggandengnya karena sulit melepaskannya.


" Heii kamu mau kemana ? mobilnya disana..." tanya Zio setelah berjalan beberapa langkah dari mobilnya.


" Makanya lepasin gue,gue mo jalan aja daripada semobil sama manekin !"


" Jadi gak mau semobil tapi maunya bergandengan ? okey " Zio menyelaraskan jalan dengan Mayra dengan senyum penuh kemenangannya diiringi mobil mewah miliknya di belakangnya kini.


Seketika Mayra berhenti." Gak usah moduss lo !! sebenernya mau lo apa sih ?! hah ?! kenapa gangguin idup gue mulu,please biarin gue hidup tenang seperti hari-hari sebelum ketemu elo " ucap Mayra mengiba dengan menelungkupkan tangan di depan dadanya.


" Gak perlu seperti itu " ucap Zio menarik pergelangan tangan Mayra yang sedari tadi masih di pegangnya.


" Aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat Mayra."


" Ngapain mo mengenal lebih dekat sama remahan kaya gue yang seleranya brondong ingusan,di selingkuhi pula " ucap Mayra menirukan perkataan Zio,dengan sudut hati yang tercabik mengucap hinaan pada dirinya sendiri.


" Maafkan aku Mayra" masih dengan wajah datarnya.


"Eemmm.... Lepasin dulu dong,sakit nih" ucap Mayra memelas.


Zio yang melihatnyapun sedikit iba,lalu melepaskan tangan Mayra.


Tapi,Dengan secepat kilat Mayra mengambil langkah seribu, lalu bersembunyi di sebuah warteg di pinggir jalan.Hingga Zio yang ikut berlari mengejarnyapun kehilangan jejak Mayra.


Flashback off


Mayra yang mengingatnyapun mendengus kesal, Ia tetap tak terima sakalipun Zio meminta maaf beberapa kali entah itu dari note ataupun dari ucapannya sendiri,karena apa ? karena minta maafnya tidak tulus menurut Mayra,karena tak ada raut penyesalan sama sekali pada wajahnya.Sungguh membuat Mayra geram.


Dasar manekin,emang dia cuma bisa bikin satu ekspresi doang apa,minta maaf ko kaya gitu,sorry ye ga bakalan gue maafin. Walaupun tetep ganteng juga sih...Ihh mikir apaan sih gue !!!


Sebenarnya Zio memang sudah menyesal dengan perbuatannya,tapi karena ia tak pandai berekspresi dan egonya yang kian membumbung tinggi,maka yang keluar hanyalah wajah datar tanpa ekspresi.Hihii


》》》》》


Jangan lupa ritualnya yaa hehehhh 💚💚💚


👍💬🌍

__ADS_1


__ADS_2