KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Siasat Zio


__ADS_3

ZIOVANO ARRASYD WIJAYA adalah seorang wakil CEO dari Hotel WIJAYA milik kakeknya dan RD GROUP perusahaan yang bergerak dalam bidang otomotif, yang sebenarnya adalah perusahaan milik papanya yang ia lanjutkan karena keterpurukan sang Papa karena kehilangan Istri.


Namun di tangannya perusahaan yang terancam gulung tikar tersebut menjadi semakin jaya dalam beberapa tahun saja. Tentu bukan hanya itu, ia juga memiliki sejumlah saham tak ternilai dalam berbagai lini perbisnisan. Monster tangguh yang mampu melumpuhkan perekonomian dalam sekejap. Meski muda, dengan beringasnya ia mampu merajai silsilah dunia bisnis bahkan melalapnya dengan tak tersisa.


Keseharian Zio hanyalah bekerja, Nomor satu adalah pekerjaan lalu pekerjaan lagi dan lagi yang mengisi angka selanjutnya, hanya terkadang ia berolah raga di waktu senggang juga beradu balap jika suntuk merasuki fikirannya.


Zio ialah Seorang wakil CEO dengan berbagai pijakan karier menggemilang, sama sekali tak ada celah dalam hidupnya jika terlihat oleh semua rekan bisnisnya. Namun ada sebuah rahasia yang amat rahasia dalam kehidupan nan cemerlang yang di milikinya, adalah dia yang sangat takut bersentuhan dengan wanita. Iya, wanita adalah satu-satunya kelemahan mutlak dalam kehidupan Zio.


Sama sekali tak ada wanita dalam list hidupnya. Hanya sang Nenek Ibu dari Mamanyalah satu-satunya yang bisa bersentuhan langsung dengannya. Karena Neneklah yang selalu menemaninya di kala masa terpuruk kehilangan Mamanya.


Hingga datanglah seorang gadis adik dari sahabatnya ketika kuliah di London yang begitu mempesona mencuri hatinya, walaupun hanya mencuri tanpa bisa memiliki.


Karena traumanya yang begitu takut pada wanita, hingga menyentuhnyapun tak pernah berani ia lakukan.


Karena itulah ia menjadi atasan yang begitu gila kerja, jika sudah masalah pekerjaan wujudnya bukan lagi manusia tapi,monster.


Walaupun wajahnya tampan rupawan dengan sejuta pesona lainnya, semua akan hilang seketika saat bawahannya membuat kesalahan.


Sama sekali ia tak mau menerima kesalahan apalagi kekurangan.Karena itulah perusahannya bisa maju pesat seperti sekarang di bawah pimpinannya.


Iya, dia yang hanya seorang wakil CEO. Lalu kemanakah sang CEO?


Mari kita meniliknya sebentar.


Beliau sedang berada di Semenanjung Timur salah Satu pulau di Indonesia,dengan meliuk-liuk menikmati ombak laut di atas kapal fery nan megah yang disewanya bersama teman-teman sepemancingannya,iya mereka sedang menunggu umpan mereka di makan sang ikan langka yang berada di lautan lepas tersebut.


"Straaaaiiiggh......."


"Woahhh....... Mantap Pak Dharma" ucap para teman sepemancingannya dengan di iringi tepuk tangan riuh.


"Foto dulu Pak ....."


Cekrekkkk


Pak Dharma berfoto dengan tangkapan langkanya dengan wajah sumringah nan bahagia.


^^^_^^^


Ting


Sebuah pesan masuk di Ponsel Zio.


Nampak disana sebuah foto sang Opa yang berpose dengan ikan warna navy yang ada garis-garis putih di seluruh tubuh ikan tersebut.


"Hhaaahhhhh...." Zio menghembuskan nafas kasar,benar-benar tak habis fikir dengan kelakuan nyeleneh Opanya di antara tumpukan pekerjaannya yang menggunung kini.


Sudah fikirannya kacau memikirkan segala kemungkinan seoarang gadis bisa menyentuhnya dan tidak menimbulkan traumanya sama sekali, sudah begitu dikirimi sebuah hal tak berguna baginya oleh sang Opa. Ingin sekali ia membalikkan meja kerja yang terdapat bergunung-gunung dokumen di atasnya kini. Sangat kacau.


Cklekk


Bahkan Radit datang masih dengan dokumen di tangannya, membuat aura dingin menguar dalam diri Zio.


" Ini hasil rapat tadi pagi tuan." dengan menunduk tak berani menatap Zio.


" Siapa gadis itu ?"


" Masih dalam proses tuan."


Zio menatapnya sekilas,lalu kembali pada pena dan dokumennya.


" Percepat segera, bekerja begitu saja tak becus."

__ADS_1


" Maaf tuan, Waktu maksimal tercepat suatu detektive swasta adalah 1Γ—24 jam tuan."


"Cih "


" Lebih baik tuan selesaikan berkas ini dengan segera,lalu kita akan membahas tentang gadis itu setelahnya."


" Radit.... Kamu sedang mengajari ikan berenang ?!" ucap Zio dengan suara rendahnya yang penuh tekanan dalam setiap perkataannya, dan Manik tajam seolah siap menerkam mangsa.


" Maaf tuan, saya permisi." pamit Radit seraya pergi dari ruangan yang begitu mencekam,macam kandang singa tersebut.


Fyuuhhh.....Selamett, selamet......


🦁🦁🦁


" Jadi May lo ga tau siapa yang nolongin lo itu,gitu?" tanya Rindi setelah mendengar cerita panjang lebar dari Mayra.


" Iye..."


" Kenapa ga nanya sama resepnionistnya ?"


" Kan keluarnya shubuh-shubuh Rin,ga kepikiran juga sii gue hehe..." ucap Mayra dengan menggaruk asal kepalanya yang terasa sedikit gatal tersebut.


" Yehh... Emang dasar duo dodoll." celetuk Rindi.


" Hahh ... Apa Rin?" tanya Mayra tak begitu mendengar ucapan Rindi, karena suara ayam kriuk yang di makannya kini.


" Ngga, bukan apa-apa. Ya udah ntar pulang bareng gue aja kita tanyain sama resepsionistnya."


" Ehh... Apaa ? ntar kalo gue suruh ganti rugi gimana Rin, dah lah ga usah Rin, anggep aja orang kaya lagi bagi-bagi rejeki, ga usah yaa....? hm hmm?" ucap Mayra dengan mata memohon.


" Tadi katanya penasaran, giliran mo cari tau ga usah, gimana si?"


" Yaa... Gimana ya? ah, pokoknya feelingku ngerasa mending ga usah aja gitu." ucap Mayra yang tampak kebingungan dengan ucapannya, lalu menelan obat dari dalam tasnya.


" Ooh ini ? ini obat dari pelayan hotel kemaren dari resep dokter katanya."


" Heran gue May ama elo, bisa-bisanya jadi orang ga ada curiganya, kalo itu obat yang macem-macem gimana?"


" Iih lo nakut-nakutin gue aja deh, orang ini obat sakit perut beneran kok, nih buktinya udah bisa makan gue. kemarenkan gue ga nafsu makan gegara sakit perut."


" Pokoknya gue masih penasaran dan mau ke sana ."


" Ya elah, ya uda de ngikut gue."


🐱🐱🐱


" I..Ni tuan"


Radit menyerahkan dokumen yang berisi tentang data diri Mayra dengan sedikit gugup walaupun wajahnya tetap terlihat datar saja,karena suasananya masih begitu mencekam di ruangan yang sesungguhnya luas tersebut.


" Ee...hmm"


Zio membaca dengan seksama data diri Mayra mulai dari nama bahkan hingga makanan favoritnya.


" Hanya gadis biasa rupanya, ini akan mudah."


" Jadi, Radit apa yang harus aku lakukan sekarang?"


" Seperti yang tuan inginkan, tuan harus mendekatinya dengan mengandalkan suatu hubungan."


" Hubungan apa yang bisa bersentuhan fisik ?"

__ADS_1


" Menikah ." ucap Radit tanpa dosa, ya karena jawaban itulah yang terlintas di kepalanya.


" Itu terlalu berlebihan ." ucap Zio seraya mengusap tengkuknya yang seketika terasa dingin.


" Aku hanya membutuhkannya untuk kelinci percobaan, Radit !"


" Mungkin anda bisa mencobanya dengan menjadi kekasihnya terlebih dahulu tuan." Saran Radit, walaupun tak yakin tuannya bisa bersikap romantis seperti yang di lakukan seorang pasangan pada umumnya.


" Ya..baiklah, kau urus saja. "


🦁🦁🦁


" Ayokk May, lo kenapa sih ko takut gitu mukanya ?"


" Emang takut keless !"


" Udahh, ga usah takut kan ada gue." sombong Rindi dengan menunjuk jempol tangannya pada dirinya sendiri.


" Bener ya, kalo ada apa-apa lo yang tanggung jawab."


" Iya...Tenang aja."


Lalu mereka bersama menghampiri meja resepsionist.


" Permisi..."


" Iya nona, ada yang bisa saya bantu?"


" Kemarin teman saya ini di tolong oleh seseorang saat pingsan dan menempatkannya di kamar 2203, boleh saya tau atas nama siapa pemesannya?"


" Kami tidak bisa memberikan informasi kepada sembarang orang nona, maaf..."


" Eemm... Teman saya ini mau berterima kasih, jadi dia ingin tau sekali siapa orang itu"


Kalo cara ini ga berhasil juga, terpaksa harus gunain tante Farah


" Sebentar nona..."


Resepsionist tersebut terlihat menelfon pada seseorang.


" Nona, yang memesan kamar 2203 adalah Bapak Wakil CEO."


" Hhooh...??"


Rindi dan Mayra melongo bersamaan dengan saling pandang tak percaya.


" Jika anda ingin berterima kasih, anda bisa menghubungi nomornya yang telah di simpan di ponsel anda nona."


si resepsionist sendiri tak percaya dengan apa yang di katakannya ini, karena Wakil CEO terkenal tak pernah berhubungan dengan wanita manapun dan yang ia lakukan hanyalah bekerja.


" Hohh ??" melongo:2


" TUAN ZIOVANO ?!" pekik Rindi tak percaya,namun di iringi anggukan oleh resepsionist.


" Cepet, cepet buka kontak lo May !"


Secepat kilat Mayra membuka ponselnya dan menekan kontak disana, dicarinya nomor yang asing disana, daann...


" Hahhh ?!" Pekik Mayra pula setelah melihat nomor ponsel asing yang bertuliskan Zio❀


.....

__ADS_1


hollaa readers yang budiman,jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa ....


seneng akutu kalo karyaku di baca apalagi ada yang terhibur πŸ’šπŸ’š


__ADS_2