KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Mengejutkan


__ADS_3

Ibu sedang memijat Bapak di ruang tamu yang sebelumnya telah diporandakan oleh anak buah Aldo. Dengan dalih mencari Mayra yang tak di temukan di berbagai sudut ruangan, hingga berakhir menghancurkan berbagai hiasan yang harusnya menjadi saksi malam indah untuk saling mengikat janji.


Hingga rombongan Radit yang berhasil mengalahkan kepungan anak buah Aldo di jalan tadi tiba dan mampu mengalahkan mereka, dan merekapun akhirnya pergi.


Radit sempat menceritakan jika Mayra akan aman karena kini tengah bersama Zio. Sepenuhnya ia yakin karena Zio tak akan pernah membiarkan Mayra dalam bahaya. Dengan keahlian juga perasaan dalam dirinya itu.


" Mayra gimana ya Pak ?" ucap Ibu dengan raut sendunya, bahkan air mata telah meluncur bebas dalam pipinya kini.


" Udah Bu, nak Zio pasti bisa menjaga Mayra." Bapak berusaha tenang dan berpikir rasional.


" Tapi Pak... Ya Allah Mayra ... Semoga kamu selalu dalam lindungan-Nya Nak ..." Ibu semakin tersedu, hingga berhenti memijat Bapak. Khadija hanya mengelus punggung Ibu, tak tahu harus apa. Bahkan air matanya sudah tampak menggenang, memikirkan bagaimana keadaan sang Kakak kini.


***


" Kami kehilangan jejak Boss." Lapor ketua geng yang ditugaskan untuk mengikuti Zio dan Mayra.


' BODOH !!!'


" Maaf Boss. Kami hanya menemukan mobilnya di daerah x." dengan menundukkan kepala meski berada diseberang telepon.


' Cari ! pasti masih ada di sekitar sana.'


" Baik Boss."


Tuttt...Tut.. Tutt


" Ada tidak !?" pekiknya setelah panggilan dari Om Sam berakhir.


Para Preman nampak semakin gencar mencari, ke sana kemari dengan mengandalkan cahaya dari ponsel masing-masing, " Tidak ada apapun disini Tuan." jawab beberapa dari mereka.


" Cari jejak kaki atau apapun itu. Bodoh !!"


Salah seorang preman melihat sebuah jejak kaki yang mengarah pada pagar, ia sampai melongok dan mengarahkan cahaya ke sembarang arah mencoba mencari keberadaan Zio dan Mayra.


Mayra nampak semakin gemetar ketakutan, begitupula dengan Zio meski tak ditampakkan. Bahkan otaknya sedang merencana langkah yang harus diambil jika si preman menemukan mereka.

__ADS_1


" Hahh !! sudahlah kita lanjutkan pencarian besok saja !! cepat cari penginapan terdekat !!"


Perintah ketua geng membuat preman yang melongok pagar menoleh, hingga tak melihat jika senternya telah menerangi dress putih yang kini dikenakan Mayra. Mayra nampak semakin tak kuasa, hingga kembali memejamkan mata dengan degupan yang sangat tak terkondisikan.


Si preman bergegas turun, ia tak dapat melihat Zio dan Mayra karena tertutup rerimbunan daun jika terlihat dari atas pagar.


" Itupun jika tak tercabik binatang buas. Haha " Ucap salah seorang preman lalu menaiki motornya. Mereka terlihat beriringan meninggalkan hutan gelap gulita ini.


Zio dan Mayra nampak mulai bisa bernafas lega, Zio melepaskan dekapannya pada Mayra lalu kembali menyalakan cahaya dalam ponselnya.


" Zioo aku takutt..." tubuh Mayra sudah merinding tak terkira mengikuti langkah Zio yang entah kemana.


" Pegangan," mengedarkan cahaya mencari jalan, hingga memastikan tak ada binatang berbahaya.


" Zio,emang kamu tau ini dimana ?" mengeratkan pegangan, tangan dinginnya bahkan sampai memecah konsentrasi Zio, hingga melepaskan jas untuk di pakaikan pada Mayra, " Sedikit, jika fellingku tak salah." lalu kembali menyusuri jalan.


Mayra semakin merinding saja di buatnya, " Zio ... Jangan becanda." ia bahkan sudah tak memiliki tenaga untuk berteriak.


" Kamu telfon Radit gih... Suruh jemput disini Zio." dengan mendekap erat lengan Zio, sama sekali tak punya nyali memandang sekitar.


" Terus kita harus terjebak disini sampai kapan ?" ia nampak sudah mulai menangis kembali.


Mereka semakin berjalan ke tengah menjauhi pagar, hingga terdengar sebuah suara dari semak-semak.


Krsekk....Krssek...


" Zio, Zio itu apa ??? ga mau Zio aku takut aku ga bisa, hu..hu ..hu"


Zio menghentikan langkah untuk menenangkan Mayra, seraya mengarahkan cahaya pada arah suara dengan raut penuh waspada. Tidak mungkin para preman itukan pikirnya.


Hingga seseorang dengan pakaian khasnya muncul di balik semak dan menyadari kehadiran Zio, lalu mulai berjalan mendekat.


...***...


Radit baru tiba di Ibu Kota, dengan segera menuju salah satu Perusahaan Intel terbaik untuk menemukan keberadaan sang Tuan kini.

__ADS_1


Ia nampak gamang berada di belakang sang ahli di balik komputernya, melacak keberadaan Zio lewat cip yang terpasang pada mobil bahkan ponsel Zio.


Hingga akhirnya, keberadaannya bisa di temukan lalu dengan segera mengerahkan anak buah untuk mengarah ke sana saat ini juga.


Ia masih sempat memberi kabar pada Opa tentang keberadaan Zio kini, membuat Opa akhirnya bisa bernapas lega.


Bahkan Papa Zio yang kini berada di luar negeri juga dilanda panik oleh hilangnya Zio ini, setelah mendapat kabar dari Mama Rena ia segera memesan tiket untuk kembali ke Ibu Kota. Cukup dengan kehilangan Istri, jangan sampai ia harus kembali kehilangan hal yang begitu berharga dalam hidupnya karena terlalu egois mementingkan perasaannya.


...***...


" Kisanak..." ucapan yang terdengar begitu asing di telinga Mayra, hingga membuatnya menoleh.


Zio nampak sedikit mengulas senyum, membuat Mayra bertanya-tanya apakah mereka tanpa sengaja melewati portal yang membawa pada dunia lain.


" Mari ..." Kakek-kakek tersebut nampak menjadi penunjuk arah yang selalu di ikuti Zio kemanapun ia melangkah. Mayra bahkan sempat menggerakkan tangan, takut jika Zio terhipnotis atau apapun itu. Ia begitu di Landa kecemasan karena terlalu banyak mambaca kisah fantasi.


Setelah melewati jalan setapak yang kian berliku, akhirnya mereka sampai pada sebuah rumah dua tingkat dengan model Limasan khas Rumah zaman dahulu, Mayra semakin merinding di buatnya.


Langkah mereka semakin dekat hingga terpantul cahaya dari Rumah tersebut, terlihat seorang nenek-nenek dengan pakaian serba hitamnya di sebuah gazebo sedang membaca buku di tangannya.


Sang Kakek nampak berlari mendekat dan membisikkan sesuatu. Nenek tersebut seketika menoleh, menghentikan aktifitas membacanya lalu berjalan mendekat pada Zio dan Mayra kini, Mayra semakin dilanda ketakutan hingga menyembunyikan diri di balik tubuh Zio.


Nenek telah sampai didepan Zio, lalu meraih wajah lelahnya dengan kedua tangan, " Jaka Tarub ..." ucapnya dengan penuh haru.


Membuat Mayra semakin menguatkan keyakinan bahwa mereka benar-benar terdampar di dunia lain.


∆∆∆∆


Maapin author yang suka ghosting ye .. Radearskan mah Baek ... wkwkk


Apalagi yang like, koment, kasih hadiah apalagi vote beuuhh Baek banget dah ahh ...


Sekali lagi makasih buat para pembaca setia Kekasih Palsu.


Yang selalu setia nunggu update.

__ADS_1


pokok e Matur Nuwun sanget nggeh sedoyonipun 💚💚💚💚


__ADS_2