KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Kencan Dadakan


__ADS_3

" Lo dengerin gue baik-baik dan jangan cemburu ya ?" ucap Rindi dengan menggenggam tangan Mayra.


" Diih, ngapain cemburu orang Zio bukan siapa-siapa gue ko." sangkal Mayra dengan memalingkan wajahnya.


" Ya siapa tau gitu,,,"


" Ya udah si, emang siapa ?"


" Dia anak pemilik toko perhiasan Rose Jewellery." lalu menunjukkan foto Shanon dalam sebuah artikel di ponselnya, gadis cantik dengan rambut panjang tergerai dengan indahnya serta kulit putih mulus terawat dan semua hal yang melekat dalam tubuhnya yang begitu menyilaukan mata.


Deggg


Entah mengapa seperti ada petir yang menyambar di siang bolong ini, walaupun sebelumnya ia sudah menguatkan hati, ternyata masih terasa sakit sekali.


Hahhh ... Dia memang pantas bersanding dengan Zio, ngga kaya gue yang kampungan ini.


Pandangannya nanar menatap langit yang begitu cerahnya, tak memperdulikan hatinya yang di gusur luka karena kehilangan sandaran untuk kesekian kalinya.


Sungguh aku lelah Tuhan


Memiliki rasa seorang diri


Bertumpu pada hati yang tak peduli


Membuat lara lagi dan lagi


Sungguh cinta begitu hebatnya


Bertahkta dengan indahnya


Memberi sejuta warna dalam jiwa


Namun dengan mudahnya


Pergi tanpa sepatah kata


Meninggalkan berbagai luka


Begitu menyesakkan dada


" May ...?" panggil Rindi dengan mengibaskan tangan di depan wajah Mayra.


" Eeh.. Iya, apa Rin ?" tanya Mayra dengan menengok ke arah Rindi.


" Katanya tadi ga cemburu ?"

__ADS_1


" Enggak kok, gue cuma ...."


" Udah si May ga perlu bikin alesan apapun ke gue, gue tau cinta itu emang rumit." ucap Rindi lalu menghela nafasnya panjang.


" Fyuuhhh ... Gue emang suka, tapi belum sampai cinta Rin." ucap Mayra jujur pada akhirnya.


Rindi hanya memandanginya lalu menepuk punggung Mayra pelan,merasa rumit sekali dengan apa yang di rasa sahabatnya kini.


" Ka May ... Kita udah selesai ... !" pekik anak-anak dari kejauhan.


" Iyaaa ...." lalu kedua sahabat itu melangkah beriringan menghampiri anak-anak.


****


Zio nampak begitu bahagianya, membuka lembar demi lembar foto kebersamaan dirinya dan Mayra di Pantai, yang di kirim oleh Radit sang asisten nan kompeten. Entah kenapa setelah bertemu Mayra hari-hari Zio kian berbunga-bunga saja, hanya dengan mengingat semua ke konyolan Mayra selalu berhasil membuatnya menyunggingkan senyum indahnya. Membuat hari yang sebelumnya gelap gulita menjadi kian berwarna. Kehidupan normal yang selalu ia pikirkan, bisa terwujud dengan mudahnya oleh kehadiran Mayra di sisinya.


Dia mulai mengambil ponsel dan memotret salah satu foto yang menampakkan Zio yang mengangkat Mayra dari belakang dengan rekah bahagia tak terbendung dari keduanya. Lalu mengirimnya pada Mayra.


Ting


Zio : Kamu lihat ? aku masih punya banyak,kemarilah ...


Mayra yang mendapat pesan Zio hanya tersenyum simpul melihatnya. Kenapa ia bisa sebahagia itu dengan Zio yang bukan siapa-siapa fikirnya.


Ting


Mayra menghela nafasnya kasar, lalu mulai membalas pesan Zio.


Ting


Mayra : Aku lelah ...


Ting


Zio : Ya, istirahatlah.


Tumben ngga maksa. Batin Mayra mencicit.


Zio memahami bahwa kesibukan Mayra tadi siang membuatnya kelelahan, hingga menyuruhnya untuk beristirahat saja. Ia akan memberi kejutan Mayra esok hari fikirnya. sudah mulai pintarnya ia tanpa mendengar saran dari Radit ataupun Fabio, bisa merencanakan kencan dengan Mayra.


***


Minggu pagi yang bersinar begitu cerahnya,secerah hati Zio yang sedang mengendarai Moge kesayangannya hadiah dari sang Papa di usianya yang ke dua puluh lima, membelah jalanan ibu kota. Dengan hati riang gembira ia akan menjemput Mayra untuk berkencan,membayangkan ia akan berboncengan mesra dengan Mayra membuatnya semakin tak sabar bertemu dengan Mayra,lalu melajukan Moge dengan kecepatan tinggi di dampingi kedua bodyguardnya.


Zio yang telah sampai pun mengirim pesan pada Mayra.

__ADS_1


Ting


Zio : Turun lah, aku ada kejutan untukmu.


Mayra yang baru selesai membenahi kamarnya pun segera turun dengan keringat yang bercucuran di sana sini.


Kirim apalagi dia, apa foto yang kemarin ? aku juga pengen liattt. Batin Mayra dengan menuruni anak tangga, tanpa sedikitpun menaruh curiga karena biasanya Zio memang selalu mengiriminya sesuatu entah itu makanan atau sekedar hadiah lainnya.


Mayra yang telah sampai di bawah pun di buat melongo dengan jejeran Motor sport dan bahkan Moge bertengger dengan indahnya di depan kostnya. Yang membuat terpana lagi seseorang yang turun dari Moge dengan setelan jeans mendekat ke arahnya,mengarahkan tangan seraya membuka masker yang menutupi wajahnya.


Astaga ... Zio ???


" Kejutan ..." ucapnya dengan senyum menawannya.


" Hahh ??" Mayra masih tak percaya hingga mencubit tangannya sendiri," Aawww !!" pekiknya kemudian.


" Hey.. Kamu kenapa ?" lalu mengusap bekas cubitan Mayra di tangannya tadi.


Mayra yang terkaget dengan sentuhan Zio segera menarik tangannya yang lengket oleh keringat,lalu mulai mengusap peluhnya yang bertebaran di sana sini. Malu sekali ia di lihat Zio dengan keadaan yang terbilang acak-acakan bahkan bau keringat,hingga kini ia hanya menundukkan wajah menahan rona merah jambu di sana.


Zio yang menyadari penampilan Mayra pun hanya tersenyum geli,lalu mempersilahkan ia untuk membersihkan diri," Berdandanlah yang cantik, akan kutunggu."


" Memang kita mau kemana ?" tanya Mayra dengan masih menundukkan wajahnya.


Zio meraih dagu Mayra hingga ia bisa menatap mata Mayra kini," Kencan." ucapnya kemudian, masih dengan senyum penuh pesonanya.


Mayra yang sudah tak sanggup menahan raut meronanya langsung saja beranjak menuju tangga untuk naik ke kamarnya. Zio yang melihatnya hanya tersenyum simpul saja, membuat para wanita di kost Mayra meronta akan ketampanannya. Namun seketika berubah pias dengan tatapan garang dari para bodyguard Zio, membuat mereka tak berani mendekatinya.


***


Dasar manekin, walaupun uda bisa senyum si sekarang. Iih apaan sih gue nih, ayo May cepet, cepettt dia uda nunggu di bawahh . Batin Mayra menggerutu dalam sesi mandinya.


Huhh... Dasar ! Emang kalo orang kaya tu harus dadakan gini ya ngajak kencannya,aduhhh ga enak banget deh buru-buru gini .Batin Mayra masih saja merutuki ajakan kencan dadakan Zio, lalu memoles make up tipis di wajahnya setelah berganti baju.


Kaya gini mo nolak gimana coba ? masa dia uda ganteng pake Moge trus di kawal bodyguard mo di tolak ? bisa di telen gua sama tu bodyguard. Hiii ... Batin Mayra bergidik dengan memakai sepatu kets di kedua kakinya.


Ia lalu bergegas turun tangga,dan berlari menghampiri Zio. " Pelanlah Mayra,kenapa terburu-buru ... Tenanglah tak akan ku tinggal." ucap Zio, lalu memakaikan helm untuk Mayra.


" Makanya kalo mo ngajakin kencan tuh bilang dulu dong,uda tau cewe tu ribet kalo dandan lama,main dateng trus ngajakin kencan.Kamu fikir ini dunia sihir sim salabim langsung berubah ?!" cerocos Mayra dengan segenap gumpalan kegelisahan dalam hatinya,yang hanya ditanggapi lekukan bibir dari Zio yang kian meninggi saja kini. Merasa sangat lucu dengan rentetan perkataan dari bibir mungil Mayra yang tiada berhenti.


》》》》》》》


Jangan lupa Ritualnya gayssss 💚💚


like,favorit,koment,gift dan vote jika berkenan sekian dan matur suwun 🙏

__ADS_1


__ADS_2