
Di balik suara gemuruh tepuk tangan, ada seseorang yang mengepalkan tangan, terlihat begitu geram bahkan rautnya telah merah padam.
Sial !!
Ia mendecih kesal, karena usahanya untuk memancing Mayra menemuinya dengan lagu yang sengaja ia minta tak berhasil. Dan kini malah harus melihat kemesraan Mayra dan Zio bahkan dihadapan ratusan orang. Hatinya sudah seperti terbakar, ingin rasanya menghampiri Zio dan melayangkan tinju karena telah berani menyentuh Mayra, gadis yang masih begitu dicintainya.
Namun Aldo masih mencoba menguasai diri, bertahan sebentar lagi hingga hasil tes DNA keluar dan menunjukkan siapa dia sebenarnya.
***
" Kenapa tadi kamu menahanku ? harusnya kutampar saja mulut lemesnya itu. Isshh !!"
" Tenanglah Kalista ... Jadi dia yang kamu maksud calon istri Kak Zio itu ?"
" Yaa... Dan kamu lihat ? ternyata dia rubah ! rubah yang sangat licik !! sekarang aku tahu, dia menggunakan mulut lemesnya itu untuk menggoda Kak Zio."
Tapi benarkah wanita seperti itu selera Kak Zio ? lalu kenapa ia selalu mengirimi hadiah saat ulang tahunku ? kupikir dia menyukaiku, ternyata tidak. Huh ..
" Heii ..."
Seketika Shanon terbangun dari pikirannya, " Ehh ... Ya, terus mau apa ?"
" Pake nanya lagi, ya gagalin lah ! kamu harus bantuin. Kalo perlu jadi saingan dia sekalian. Bersanding dengan Kak Zio, pasti maukan ?" ucapnya dengan mengedikkan alis lalu menyeringai.
" Kamu ... Yakin ? Kak Zio kan ..." ia nampak ngeri melanjutkan kata, mengingat ucapan sang Kakak akhir yang akan didapat dari wanita yang berani mendekati seorang Ziovano.
" Tenanglah, aku adiknya kan ? aku pasti bisa menyatukan kalian." dengan sorot tajam lalu kembali menyeringai.
Aku akan membuatmu menderita Mayra, sampai tak ingin lagi mengenyam indahnya cinta. Hehh !
***
" Aku baru tahu, ternyata kamu sangat mencintaiku ya... Hmm ? hm ? I love you ... " Ia nampak menirukan ucapan Mayra, lalu tertawa kencang setelahnya, " Ha ha haa..."
Radit sampai berpikir bahwa Tuannya sudah gila. Bahkan sangat tergila-gila pada Mayra.
Yang menjadi sasaran candaan hanya memanyunkan bibir, sangat kesal dengan Zio. Ia telah mengucap segala macam protes namun Zio masih saja gencar menggodanya seperti ini. Membuatnya jengah hingga membiarkannya.
" Kamu harus bayar mahal buat malem ini Zio !! aku malunya seumur hidup tau !! cih !"
" Akan kubayar, " lalu merogoh dompet dalam saku celananya. Mengambil salah satu kartu berwarna hitam, lalu memberinya pada Mayra.
Mayra terbelalak, " Black card ?! "
" Kenapa ? katanya meminta bayaran."
" Serius buat aku ?"
__ADS_1
" Yaa, tentu saja."
" Wahh ... Terimakasih kekasih palsuku Tuan manekin yang tampan ..." lalu meraih kartu dari tangan Zio.
Biarlah dibilang matre, ini sangat sebanding dengan hancurnya harga dirinya hingga berkeping karena ulah senonoh Zio bahkan di atas podium dengan pandangan ratusan pasang mata. Mayra saja masih merasa sangat bergidik ketika mengingatnya.
Zio nampak merubah raut seketika, mencerna ucapan Mayra yang sedikit tampak aneh terutama di bagian kekasih palsu. Entah kenapa ada sebagian sudut hati yang meronta tak terima, hingga akhirnya ia kembali terdiam dari tawa riangnya. Menyandarkan kepala pada sandaran mobil Alphardnya.
Kok sepi ? Mayra segera menoleh, Tuhkan kalo lagi diem apalagi merem, gantengnya ga ada akhlak. Giliran bangun sifatnya yang ga ada akhlak-akhlaknya ! Huh !
Mobil terhenti di lobby apartemen Zio, Mayra segera turun dengan gerakan kilat agar tak membangunkan Zio. Tapi, ternyata Zio telah mengikutinya dari belakang.
" Kamu ngapain ?"
" Pulanglah. Menurutmu ?"
" Ya sana ke mobil. Pulang ke Rumah Utamakan ?"
" Di sini saja, aku sudah lelah." melenggang menuju pintu, dengan cepat Mayra menarik lengan Zio, " Di dalem ada Tika Zio, kamu pulang ke Rumah Utama aja."
" Jadi kalau tidak ada Tika ?"
" Apa ?"
" Bisa melanjutkan yang tadi." dengan senyum penuh arti.
" Radit, antarkan Tuanmu yang sedang konslet ini ke Rumah Utama. Jangan sampe dia masuk apartemen, ngerti ?!"
" Baik Nona."
" Bagus ... Pulang sana ! perbaiki saluran nadimu yang kayaknya konslet itu !"
Klekk
Pintu Mobil tertutup, Radit dengan segera melajukan mobil, " Hey Radit sebenarnya siapa Tuanmu ? kenapa kau malah menurutinya ?"
" Anda adalah Tuan saya dan dia adalah calon Nyonya saya Tuan." masih dengan tatapan lurus fokus pada jalanan yang tampak lengang.
Pupil Zio nampak sedikit tergetar, " Kau !" lalu mengalihkan pandangan pada jendela mobil dengan tangan yang menutupi bibirnya yang sedang tersenyum, begitu tak kuasa menahan bahagia oleh ucapan Radit.
***
" Tik Woy !! ***** amat lu, kaga bisa banget liat kasur empuk melambai-lambai."
" Apa si May ?! brisik deh lu, gue lagi tanggung nih."
" Tanggung ngapain woy ?" dengan mengguncang bahu Tika. Tika gelagapan lalu membuka mata, " Gue siapa ? ini dimana ?"
__ADS_1
" Tanggung apaan lo tadi ? ngaku lo !"
" Elahh May ... Tanggung mo ngabisin seblak deket lampu merah itu loh May !! lo mah ganggu gue banget dah ahh !!" Tika mendengus kesal, mimpi indahnya dihancurkan Mayra.
" Ya sorry ..." Mayra memelas.
" Sorry ..." dengan nada yang di buat-buat," Lu kaga bawa apa gitu May ? laper gue." sembari memegangi perut yang mendapat berbagai demo.
Mayra nampak menatap kanan dan kiri bergantian, iya dia melupakan Tika karena berbagai hal mengejutkan dalam pesta tadi, ia nampak menggigit bibir bawahnya.
" Ga bawa ya lo ? dasar ...!"
" Di kulkas ada kali Tik, sono liat aja. Gue mau ganti baju dulu."
Dengan langkah gontai Tika menuju dapur, membuka kulkas dan meraih buah apel juga sebuah coklat. Ia nampak makan dengan nikmatnya. Mayra nampak menghampiri setelah mengambil es krim dari dalam freezer. Ia melahap dengan rakusnya.
" Ngapa lagi dah May ? udah pulang dari pesta tidur tempat elite beginian masiih aja kusut tu muka !"
" Gue lagi meredam kebakaran lokal !"
" Kenapa ? Zio gandeng cewek lain tadi di pesta ?"
Dihh ... Mana bisa dia gandeng cewek lain. Bisanya cuma gandeng gue taukk ! Batin Mayra lalu dengan tanpa sadar menampilkan senyumnya.
" Senyam-senyum lagi, GJ bet si May !"
" Lo tau gak tadi tu di pesta gue ketemu uler !"
" Hmm terus ?" sambil memasukkan potekan coklat ke dalam mulutnya.
" Dua biji pula ! untung gue skak, KO dah Ha Ha Ha.." dengan raut bangganya.
" Elah lu May, timbang ketemu uler gituan di jalan juga banyak pada gelantungan."
Mayra mulai menyadari jika ular yang dia dan Tika bicarakan itu berbeda, " Uler apaan yang gelantungan ?!!"
" Uler kasur." dengan wajah cengo Tika menjawab, yang seketika membuat Mayra bertanya-tanya.
" Hah ? apaan tuh ?"
" Jiiiaahh... Ngatain orang lola, sendirinya ternyata sama."
" Emang apaan ?"
" Emm... Gue juga gak gitu ngerti si May, cuman kata Mba-mba yang suka ngerumpi di butik timbang uler kasur mah banyak gelantungan di jalan, ehh ... Trus mereka pada ketawa. Padahalkan aneh ya apa yang lucu coba ?"
" Lahh tadi katanya ngerti ! emang dasar lola !!
__ADS_1
》》》》