
Mayra menjalani hari-harinya seperti biasa, yang berbeda hanya ketidak tiadaan Aldo yang membuat sebagian harinya meronta dilanda sepi.
Kilatan ingatannya dengan Aldo sungguh membuat Mayra muak,sudah lelah dengan pekerjaan di tambah lelah merasakan hati yang terasa kian mengikis di longsor sang luka.
Atas saran Rindi,Mayra sudah mengajukan cuti sekitar satu setengah bulan lalu.Tapi ntah kenapa izin itu tak kunjung turun juga,padahal hati Mayra sudah meronta-ronta ingin menghirup segarnya udara dan juga pelukan hangat sang ibunda di kampung halaman.
Di tengah lamunannya Mayra dihampiri seorang OB yang memberi tahu bahwa Pak Johan memanggilnya untuk ke ruangannya.Mayra menerka ada apakah gerangan pak Johan memanggilnya.
Ohh...Apakah izin cutinya sudah di setujui ....Yeaayyy batin Mayra bersorak-sorai
Tok..Tok...Tokk
"Masukk..." suara menggema dari dalam.
"Tadi katanya bapak mencari saya? ada apa ya pak?" tanya Mayra pada lelaki yang belum terlalu berumur tersebut.
"Iya,katanya kamu mengajukan cuti kan.Ini sudah dapat dari atasan tapi awal bulan depan,karena bulan ini scedule kita padat jadi tidak bisa."
"Makasih ya Pakk..." ucap Mayra sambil menunduk hormat.
"Ya,kamu boleh kembali bekerja." titah pak Johan yang diikuti langkah kaki Mayra yang keluar dari ruangannya.
"Apa katanya May?" tanya Rindi penasaran,karena meeting tadi pagi berjalan lancar tanpa kendala.Tapi kenapa Mayra di panggil pikirnya.
"Gue di izinin cuti !! yeaay..." serunya bahagia yang diiringi tepukan dari para teman satu divisinya ini.
"Lahh...kitakan lagi sibuk banget May tega banget mo ninggalin,lembur terus dong ntar kita." Anton menimpali.
"Nggak sekarang juga kali,masih bulan depan..." sewot Mayra.
__ADS_1
"Judes banget lu May ama gue,ntar jadi suka repot lohh..." goda Anton pada Mayra.
"Dihh...Najong tralala woyyyk !!" tolak Mayra sambil mengetuk-ngetuk meja dengan tangannya yang mengepal.
Teman-temannya hanya tersenyum saja melihat kelakuan konyol dua manusia yang saling beradu mulut itu,mungkin lucu menurut mereka, namun begitu menyebalkan bagi Mayra karena selalu jadi bulan-bulanan Anton pasca hubungan putusnya dengan mantan kekasihnya.
.....
Hari yang di nanti-nantikanpun tiba juga,akhirnya Mayra bisa pulang ke kampung halamannya yang sebenarnya hanya berjarak dua jam saja jika menggunakan Kereta dan tukang ojek untuk sampai rumahnya.
Mayra telah menyusuri jalan beraspal yang kanan kirinya terlihat tanaman padi yang masih hijau,begitu menyejukkan mata pikirnya.menikmati ketenangan Desanya yang jauh dari hiruk pikuk Ibukota.
Akhirnya sampai di depan rumah Mayra yang tidak jauh dari pertigaan setelah masuk desanya tersebut.
"Disini neng ?" tanya tukang ojek.
"Iya pak,ini.." seraya memberikan selembar uang berwarna biru.
"ASSALAMU'ALAIKUMMMM......" ucap Mayra yang tak menemukan seorangpun di ruang tamu,lalu berjalan masuk ke ruang tengah masih tiada orang, lalu ke dapur masih tidak ada orang.
"Fyuhhh...pada kemana siih nih orang-orang,mo di sureprise in juga malah pada ngilang" rutuk Mayra sambil mengambil minum dari sebuah teko di meja dapur rumahnya tersebut,rumah yang sangat ia rindukan yang menjadi saksi bisu tumbuhnya para anak dari bapak Ramdhani itu kini hanya sepi saja.ingatannya pun berlarian mengingat masa kecil nan bahagia bersama para adiknya Khadija dan Fahmi yang saling bercanda tawa atau saat sedang berebut lauk di meja makan ini.masa kecil yang bgitu bahagia dimana belum ada beban dalam pundaknya.bibirnya pun melekuk senyum nan menawan mengingat masa-masa indah itu.
Lalu terdengar suara berisik-berisik dari arah depan.
"Selamatt ulang tahunnn...Kami ucapakan ....Semoga panjang umur.. Sehat sentosa ....Selamat ualang tahunn dan bahagiaaaa........" suara Ibu,dan adik-adiknya menggema memenuhi dapur minimalis milik keluarga cemara tersebut.
"Priiittt....Priiittttt...." terdengar suara terompet mini pula yang di mainkan adik bungsunya yang sudah menginjak kelas 6 SD tersebut.
Mayra sang sasaran kejutanpun hanya melongo tak percaya dengan kelakuan keluarganaya itu,pasalnya ulang tahunnya masih satu Bulan lagi.
__ADS_1
"Ka May ko melongo aja sihhh,,ayo tiup lilinnya doong...!!" seru Khadija sang adik pertama.
"Fyuhh...Fyuhhh...." tiup Mayra pada si lilin angka dua dan enam pada kue tersebut.
"Gimana siii,kan ultahnya masih sebulan lagi..." protes Mayra seraya mendudukkan dirinya ke kursi meja makan yang diiringi oleh ibu dan kedua adiknya.
"Ya udah lah May,adek-adekmu kan mau kasih kejutan buat kamu.lagian kalo sebulan lagi kamu udah balik ke Jakarta gak jadi lagi ntar rayain ulang tahun kamu di rumah." tutur ibu panjang lebar sambil memotong-motong kue dan masing-masing diberikan untuk anak-anak tercintanya,kehadiran si sulung yang selalu ceria ini seolah menyalakan kembali rumah yang biasa sepi senyap karena sang ibu yang sibuk kesana-kemari merias penganten,dan kedua adiknya yang cenderung pendiam dan hanya berdiam di kamar mereka masing-masing untuk belajar.
"Lahh...Bisa begitu jugaa ternyata..." ucap Mayra terheran,lalu menyuapkan kue pada sang ibunda tercintanya."Ini untuk ibuku yang tercinta,aaa...."
"Emmm....Enak anakku yang tercinta."
"Ihh...Seakan dunia milik berdua aja tuh. " gerutu khadija seraya memasukkan kue kedalam mulutnya
"Iya tuh,,,Ka May ga bawa apa gituuu?"tanya Fahmi penasaran.
"Oh...Iya ada tuh di ruang tamu." jawab Mayra,yang membuat kedua adiknya berlarian menuju ruang yang disebut Mayra.
" Assalamu'alaikum..." salam bapak menggema.
"Walaikumsalam Pak,itu KA May lagi di dapur sama Ibu." jawab Khadija seraya membuka bungkusan bawaan Mayra.
Bapak berjalan menuju dapur,"Kamu pulang juga May,Bapak pikir udah lupa jalan kerumah." sindir bapak pada Mayra,bukan tanpa alasan itu semua karena putrinya yang jarang pulang walaupun sebenarnya perjalanannya tak terlalu lama menuju rumahnya ini.
"Ihhh...Bapak apa sih,ko ngomongnya gitu." ucap Mayra sambil menghampiri Bapak dan bergelendot manja padanya layaknya gadis cilik saja,adiknya Khadija saja jarang melakukan ini karena ke kanakan menurutnya.Tapi tidak untuk Mayra karena bermanja-manja seperti ini adalah kesenangan untuknya.
"Aku kangen tau sama Bapak,sama Ibukk..." ucap Mayra seraya menggiring Bapak menuju Ibunya dan berakhir dengan berpelukan bersama.
Kehangatan keluarga inilah yang sangat dirindukan Mayra,begitu hangat dan menenangkan.Sungguh membahagiakan hati Mayra yang kemarin-kemarin di landa luka.
__ADS_1
........
like,koment,vote dooong hihiii💚💚