KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Salah Paham


__ADS_3

Tanpa mereka sadari Zio telah keluar kamar sedari tadi,bahkan melihat aksi bisikan Mayra pada Radit.Entah kenapa ada sebagian hatinya yang meronta tak terima dengan kejadian di hadapannya kini.


"Eehmm...Eeehhmmm !!"


Seketika Mayra dan Radit saling menjauhkan diri.


" Kau pulanglah Radit, ganti bajumu hari ini kita ada rapat jam sembilan, aku akan mengantar Mayra ke kantornya." Titah Zio dingin,dengan raut kekesalan yang tak tersembunyikan,entah ada apa yang mengganjal dalam hatinya kini.


" Baik tuan, saya permisi ." lalu menunduk pada Zio lalu Mayra,hingga melenggang pergi dari Apartement Zio.


***


" Terimakasih ya Pak ? sudah mau mengantar saya." ucap Mayra dengan senyum penuh profesionalitasnya.


Zio tak bergeming,hingga akhirnya memunculkan sebuah suara," Hmmm..." masih mengganjal saja rasa hatinya,entah rasa apa itu namanya fikirnya.


Lahh...Ni orang kenapa jadi dingin gini,mana hawanya bikin merinding lagii.Aduhh...Ayo dong buruan nyampe kantornya.


Hingga akhirnya suasana yang begitu tegang dan mencekam berakhir juga,karena kini Mayra sudah keluar dari mobil Zio mengucapkan terimakasih dan melambaikan tangannya ketika mobil mulai menjauh.


Fyuhhh.... Legaaaa.


***


" Lo kemana aja sih May ? kata Tika lo ga pulang semalem,sebenernya ada apa May ? " tanya Rindi pada Mayra yang telah memasuki ruangan kerja mereka.


" Syuuttt..... Diem dulu jangan kenceng-kenceng ngomongnya,ntar dikira gue cewe ga bener lagi.Mana sini dulu bajunya,lo bawain kan ?"


" Iya,nih gue bawain." lalu memberikan paper bag berisi baju pesanan Mayra sebelum berangkat kerja tadi.


Mayra segera melangkah menuju toilet untuk berganti baju. Duhhh... Si Rindi yang bener aja masa bawain bajunya kaya gini. Dengan menatap pantulan dirinya di cermin menggunakan setelan kerja khas Rindi,yang terlihat kedodoran dan celana kepanjangan di tubuh Mayra, Karena postur tubuh Rindi yang agak tinggi dari Mayra.


Mayra telah selesai,dan kini melenggang menuju ruang kerjanya.


" Rin, masa bawain bajunya kek gini sih ?" ucapnya pada Rindi dengan wajah manyunnya.


" Hahaa... Kenapa ? itu keren juga ko di pake sama elo.Lagian uda tau baju kerja gue adanya begituan doang pake suruh bawain.Nyesel kan lo ? hahahha...." Rindi tergelak, melihat Mayra yang memakai bajunya dengan lintingan di sana sini.

__ADS_1


Membuat Mayra makin manyun saja karenanya," Ya kali mo pake baju yang kemaren Rin,kan bau." ucapnya seraya mendudukkan diri di kursi kerjanya,berkutat dengan komputer dan dokumennya.


***


" Ulangi !! Dasar kalian semua tak becus !! kalian fikir disini untuk bermain-main apa ?!! mengerjakan begini saja tak bisa !! serahkan pada saya jam 11 siang ini, TANPA KESALAHAN !! MENGERTI KALIAN ?!!" Titah Zio dengan raut garangnya,entah kenapa emosinya mudah sekali membuncah hari ini.


Lalu di jawab serempak oleh semua orang yang berada di ruang rapat, " BAIK PAK."


Zio pun berdiri dan melenggang dari ruang rapat menuju ruangannya.Tumben sekali hari ini Zio tak membahas tentang Mayra setelah Radit membacakan jadwal hari ini untuk Zio. Aneh,tak seperti biasanya fikir Radit.


Lalu ia memberanikan diri berbicara," Maafkan saya tuan,karena kecerobohan saya anda jadi terluka." dengan menunduk hormat kepada Zio.


" Sudahlah, kau boleh pergi."


Entah kenapa aku merasa mood tuan sedang dalam kondisi buruk sekali,kenapa ya ?


Bukankah hubungannya dengan nona Mayra sudah membaik ? Ooh... Apa karena kejadian pagi tadi ? Astaga tuan ... Cemburu itu di ungkapkan,bukan di lampiaskan kepada seluruh karyawan. Dengan menepuk jidatnya kasar.Lalu duduk di meja kerjanya.


Setelah setengah jam.


Praannkk


Hanya terdengar hembusan nafas kasar dari Zio.Hingga akhirnya ia membuka suara," Kopinya terlalu pahit !! Ada apa dengan kalian hari ini,selalu saja menyulut emosiku !! Cihh ."


Bukan kami yang menyulut emosi anda,tapi anda yang mengumbar amarah pada kami tuan !! geram Radit dalam hatinya.


" Maafkan kami tuan."


" Bereskan itu, lalu kau pergi sana jangan masuk ruanganku jika tak ada hal penting."


Terlihat Radit menghembuskan nafasnya perlahan," Baik tuan." seraya melenggang dari ruangan Zio.


Sebal sekali Zio pada Radit,seperti seorang anak kecil yang kehilangan mainan kesayangannya,dan Radit lah tersangka utamanya. Seperti itulah kira-kira perasaan Zio kini.


***


Mayra menceritakan semua kejadian yang di alaminya kemarin pada kedua sahabatnya,yang kini sedang berkumpul di kamar Mayra.

__ADS_1


" Astaga May,idup lo ko kaya putri di negeri dongeng aja sih ? di selametin pangeran bergajah besi... Ahahahhh"


Mayra mengerutkan kening," Kok gajah besi sih ?"


" Kan kalo kuda besi mah motor,kalo mobil ya gajah besi doong... Kwkwkk. Pinter kan gue ?" ucap Tika dengan mengedikkan kedua alisnya bersamaan.


" Yee,, dasar si bawal cetek bener tu otak kaya idupnya." Timpal Rindi.


" Jadi lo nyumpahin gue cepet metong gitu ?! awas ya loo !!" seraya memukuli Rindi dengan guling Mayra,dan Rindi menggunakan Mayra sebagai tameng diantara ia dan Tika.


" Dengerin gue dulu kali Tik," Tika mulai kelelahan dan menghentikan aksinya, "Ikan bawal kan emang idupnya pendek,karna di tangkepin buat di bakar trus jadiin lauk nasi padang... Kkkkk." Rindi tergelak sendiri. Sedang Tika dan Mayra hanya saling pandang tak mengerti.


" Ko ngga ketawa sih ? padahal kan lucu.Hahha" ucap Rindi dengan masih terkekeh.


" Udah-udah... Tidur yuk ngantuk nih." seraya menata bantal dan gulingnya untuk menemani tidurnya.


" Eitss.. May jadi lo udah ga benci lagi kan sama Zio ?"


" Hmmm... Emang napa ?"


" Kali dia ada temen ganteng bin tajir laen May,kan bisa buat gue. Heheheh" cengir Tika dengan polosnya.


" Yeee.... Dasar pikirannya cowo mulu." Timpal Mayra.


" Namanya juga usaha May, dukung napa ?"


" Lagian ribet banget si Tik,ngarepin cowo ga jelas.Hidup sendiri gini lebih enak tau." ucap Rindi akhirnya. Dengan sudut hati yang kian mengikis,mengingat hubungan kedua orang tuanya yang tak pernah harmonis hingga berakhir di tengah jalan,ketika usia Rindi dua belas tahun.Membuatnya benci dengan perasaan cinta itu sendiri,bahkan hingga usia 26 tahun ini ia tak pernah sekalipun menjalin hubungan dengan lelaki.


Sampai akhirnya suara Tika memecah kesenduan dalam hatinya," Lah kan emang cita- cita gue mah jadi Ibu Rumah Tangga yang baek keless,yang ga perlu capek-capek kerja gini,tinggal minta suami.Duhh...indahnya duniaa. "


" Hahh ?? " Mayra dan Rindi melongo tak percaya.


" Iya,yang kerjaanya duduk manis di ranjang,menunggu suami pulang, malem sayangg....muachh" ucap Tika dengan suara mendayunya,seketika Mayra dan Rindi bergidik merasakan bulu halus meraka mulai berdiri.


" Emang ada kaya gitu Rin?" tanya Mayra pada Rindi dengan raut bingungnya,namun Rindi hanya menjawab dengan mengedikkan bahunya.


" Uuuw... Dasar bawal tukang ngayallll !!!" pekik Mayra seraya menggelitiki Tika dibantu dengan Rindi juga.

__ADS_1


" Ampuuuunnnn.....!!!"


》》》》》


__ADS_2