KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Memilikimu


__ADS_3

Mayra terlihat semakin terisak dalam kamar mandi, baru saja semalam ia bertunangan dengan Zio tapi sekarang ia harus menikah dengan Aldo. Hidupnya benar-benar menyedihkan.


Tokk tokk tokk ....


" Nona anda tak apa ?" suara dari luar semakin terdengar membising. Namun Mayra masih tak bergeming. Ia sangat takut. Sungguh ia takut menghadapi situasi ini.


" Nona ??? kami akan dobrak jika dalam hitungan tiga tak terbuka."


" SATU .... DUA ... TI ...."


Mayra keluar dengan raut datarnya. Dengan hati yang sudah entah berbentuk apa ia terduduk pada meja rias yang telah disiapkan. Meski masih terbersit keinginan untuk kabur, namun rasanya akan sangat sulit karena penjagaan terlihat begitu ketatnya. Terlihat dari jendela berteralis yang menampakkan beberapa pengawal berdiri tegak menjaga gerbang.


Mayra masih mencoba berfikir dalam diam, selama perias merias wajah sendu yang tak bisa terelakkan. Tentu saja, ia adalah calon pengantin yang dipaksa. Namun perias yang masih sayang nyawa hanya bungkam. Menelan semua kejadian apapun di dalam seperti ucapan kepala pengawal sebelum ia masuk tadi. Meski tak dapat dipungkiri ia juga merasa begitu iba pada calon mempelai wanita di hadapannya ini.


Zio ... Hanya kamu harapan yang bisa aku sematkan dalam do'a saat ini. Semoga Allah membuka jalan untukmu menemukanku. Aku mencintaimu, bahkan sangat. Tapi ternyata, takdir berkata lain. Atau mungkin ini jalan terbaik yang dipilihkan Allah untuk kita ? Zio ... Di manapun kamu saat ini, aku harap kita bisa bertemu sekali meski untuk terakhir kali.


Bulir bening mulai berjatuhan membasahi pipi, sang perias hanya terdiam lalu mengusap air mata Mayra perlahan, sama sekali tak berani mengucap apapun karena terdapat begitu banyak penjaga di sekitar kamar Mayra kini.


***


Habis sudah kesabaran Zio, kini ia telah berlari tanpa memperdulikan panggilan Radit. Bahkan para pegawai tampak menatapnya sangat heran, apa yang terjadi dengan sang bos pikir mereka bersamaan.


Dengan segera ia menaiki mobil, menancap gas dengan sangat terburu sungguh kecemasan telah mengerubuti akal sehatnya.


Lalu menerima telepon dari seorang Intel yang ditugaskan untuk mengusut kasus ini.


" Bagaimana ?" dengan menampakkan sorot nan tajam, juga memegang kendali mobil yang kini tengah meliuk-liuk menghindari mobil di depannya.


' Lokasi terakhir di sebuah jembatan X tuan.'

__ADS_1


" Lalu ?"


' Kami akan segera menemukannya. Ini sedikit Sulit, mungkin yang menculik bukan orang sembarangan Tuan.'


Zio terdengar mendecak, " Temukan segera." lalu mematikan ponsel setelahnya.


Jika ini bukan sebuah penculikan karena sebuah tebusan, mungkinkah ? Zio tampak Semakin mempercepat laju kendaraan. Jika memang firasatnya benar, ia harus mengumpulkan banyak pengawal terhandal. Dan semua ada di Rumah Utama atas perintah Opa.


***


Tempat Akad nikah super kilat telah selesai di tata di area taman dekat dengan kolam renang. Suasana yang sedikit mirip dengan garden party semakin terasa. Kesibukan demi kesibukan perlahan berganti dengan hiasan nan cantik.


Tak hanya area taman yang berubah menjadi cantik, kedua wanita yang tadi menaiki tangga juga sudah terlihat sangat anggun dan begitu cantik dengan setelan kebaya berwarna kuning gading. Sangat elegan dan tampak begitu ayu.


" Wahh ... Ternyata kamu cantik sekali ya ... Sudah cocok jadi pengantin.. Hahaaa..." Mama Linda memanglah sosok yang ceria.


Rindi tampak tersipu mendengarnya, Sungguh sebenarnya bukan sifat seorang Rindi. Tapi, bagaimana lagi Mama Linda selalu saja punya seribu godaan untuk membuatnya tersipu seperti ini. Bahkan ia baru menyadari, bahwa ternyata bisa merasakan hal yang seperti ini juga.


Mama Linda berjalan perlahan, dengan tubuh proporsionalnya tak terlalu kurus ataupun gemuk. Terasa pas untuk seseorang seusianya. Hingga akhirnya sampailah ia pada bilik sang putra.


" Sayaaaangg ...." merentangkan tangan meraih sang putra yang kini terlihat begitu menawan dengan setelan jas hitam jam kemeja putihnya.


" Mama sama sekali gak menyangka, bisa memelukmu seperti ini. Kamu sudah dewasa bahkan sekarang akan menikah. Semua masih terasa mimpi untuk Mama sayang ... " Mama semakin erat memeluknya. Lalu terlihat menghela napas kemudian.


Lihatlah dia Mas ... Anak yang tidak kamu inginkan telah tumbuh dewasa dengan sangat tampan, seperti dirimu. Dia akan menikah, mari kita do'akan agar ia berbahagia dengan pasangan hingga memberi cucu yang sangat lucu. Kamu tak keberatan kan mendo'akannya sekali ?


Raut sendu mulai mengelilingi wajah sang Mama kini, "Semoga kalian berbahagia ya ... " Ucapnya setelah melepas pelukan, lalu tanpa terasa bulir bening mulai menetes dengan tanpa permisi. Sangat terharu, bahwa putranya bisa tumbuh dengan baik. Di balik kebencian setiap orang yang tak menginginkan kehadirannya.


Aldo mengusap air mata sang Mama, " Sudah Ma ... Aldo janji akan selalu ada untuk Mama. Jangan bersedih, ini hari yang bahagia Ma ..."

__ADS_1


" Iya Nak... Semua akan baik-baik saja. Kamu pasti bisa ... " tangis Mama semakin haru.


" Ma .. Dandanan Mama jadi rusak lagi ..."


" Hah ... Iya ya ... Ya sudah Mama akan perbaiki, lalu dimana calon wanitanya ? apakah akhirnya kamu menemukannya ? lalu dia bersedia menikah denganmu ?" raut sendunya telah berganti binar bahagia kini.


" Yaa ..." meski dengan sedikit memaksa. Biarlah ia yakin masih ada rasa cinta untuknya dihati Mayra meski hanya sedikit. Dan ia akan menambah sedikit itu menjadi begitu banyak setiap harinya dengan cinta tak terhingga yang dimilikinya untuk Mayra.


" Baiklah ... Pasti dia gadis yang sangat baik ..."


" Iya dia baik hati dan sangat cantik Ma .."


Dia Mayraku, dan sekarang akan menjadi milikku untuk selamanya. Aku tak akan mengulang kebodohan dengan Melepasmu untuk kedua kalinya. Kali ini akan kugenggam kamu erat. Sangat erat sampai Ziovano sekalipun tak akan bisa merebutnya.


Mama terlihat menepuk pundaknya sekilas, lalu kembali ke kamar untuk memperbaiki riasan.


****


Acara akan dimulai, terlihat Pak Penghulu telah menempati posisi masing-masing. Tak luput Mama juga Rindi bahkan Om Sam yang terduduk di sebelahnya kini. Menata intens pada Rindi karena terlihat sangat berbeda di banding saat ia datang tadi, ia bahkan tak menyangka ternyata wanita angkuh yang berdiri di hadapannya tadi juga bisa terlihat seanggun ini. Rindi terlihat sangat tak nyaman, bukan hanya karena kebaya yang dipakainya. Tapi, tatapan menusuk dari Om Sam yang begitu mengganggu.


" Apa mata anda tidak perih ?" tanyanya kemudian.


Om Sam tampak menaikkan sebilah alis, " Tidak. Kenapa ?"


" Karena dari tadi memandangi saya Samapi seperti ini," dengan memelototkan mata, mencontohkan pandangan Om Sam yang amat mengganggunya.


Om Sam terkekeh kecil, " Lucu sekali."


Siapa yang dia bilang lucu ? gue ? hello si lampir Ama bawal aja bilang gua serem. Dasar aneh ! gerutunya dalam hati, lalu melengos.

__ADS_1


Namun, ada sebuah pemandangan yang sangat mengejutkannya. Matanya sampai membulat sempurna menyadari siapa yang sedang berjalan menuju kursi yang di sediakan untuk mempelai.


Whatt the ???


__ADS_2