KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Siapa Dia


__ADS_3

Pada saat ucapan sambutan yang di berikan pak Beni, terlihat sepatu pantofel menapaki lantai melangkahkan kaki jenjangnya dengan sejuta pesona, aura di sekitarnya terasa dingin dan mencekam dengan iringingan sang asisten yang berada satu langkah di belakangnya dengan tatapan mata elang yang mampu membius siapapun itu.


Dia berdiri dengan gagahnya di barisan belakang, karena ini adalah acara pertunangan sepupunya dan tantenya yang memohon kepadanya untuk datang, dengan hati penuh keterpaksaan dia memenuhi undangan tantenya tersebut. Jika bukan karena menghormati sang Tante, lebih baik mengerjakan tumpukan dokumen dari pada menghadiri acara seperti ini pikirnya.


Bukan tanpa alasan, Karena ia sangat benci sekali dengan keramaian apalagi wanita, bukan benci dalam arti yang sebenarnya namun lebih tepatnya lebih mengarah pada rasa takut.


Karena setiap bersentuhan dengan wanita traumanya akan kambuh, seketika ia akan mengingat kejadian pilu yang menimpa ibunya hingga keringat dingin keluar dari dalam tubuhnya lalu jatuh tersungkur tak berdaya, akan sangat memalukan jika tetlihat khalayak pikirnya.


Namun selalu ada asisten pribadi nan kompeten yang akan bersiap siaga menjaganya dari para bahaya termasuk wanita.


Lelaki gagah yang tampan nan rupawan itu adalah Ziovano Arrasyd Wijaya dan asistennya Raditya telah ikut serta dalam acara pertunangan yang begitu di dambakan Kalista sepupu Zio.


" Kenapa do, kenapa kamu lakuin ini ke aku, apa salahku, kurang apa cintaku selama ini....heuu...heuu.." tangis Mayra pecah bersamaan dengan tepuk tangan nan meriah untuk Aldo dan Kalista, Ia langsung berbalik hingga memeluk sosok gagah nan rupawan yang di fikirnya adalah Anton. Bahkan sampai memukul-mukul dada bidangnya.


Seketika Zio diam membeku, matanya membulat seperti merasakan suatu keanehan dalam dirinya. Ya, biasanya jika bersentuhan seujung kulit saja dia akan gemetar hebat tapi dengan wanita yang memeluknya bahkan memukul dadanya ini, ia tak merasakan traumanya sama sekali, bahkan malah membuatnya merasakan hal baru dalam hidupnya. Yaitu debaran, ya debaran jantung oleh sentuhan antara lawan jenis yang tak pernah ia rasakan selama 31 tahun dalam hidupnya.


Sang asisten nan kompeten, dengan cepat tanggap akan menjauhkan tubuh gadis yang memeluk bahkan memukuli atasannya yang alergi wanita itu. Namun segera berhenti dengan kibasan dari tangan Zio.


" Jahat.... Lo jahat... Brengsek... Sialan..." racau Mayra tak karuan, hingga akhirnya ia jatuh pingsan. Dan ditangkap dengan cepat oleh lengan kekar Zio.


" Segera siapkan satu kamar." perintah Zio pada Radit yang masih tak percaya dengan yang di lakukan Zio sekarang, bahkan dia menggendong Mayra ala bridal style.


Sebenarnya siapa gadis itu .batin Radit begitu penasaran namun dengan wajah yang masih begitu datar.


" Baik tuan. " ucapnya seraya berjalan di depan Zio dan menekan tombol lift di lift VVIP khusus para petinggi.


Hingga sampailah mereka di salah satu kamar VVIP hotel bintang lima miliknya ini, kamar yang begitu terlihat mewah nan elegan namun tak mampu mengalihkan pandangan Zio dari gadis yang berada di gendongannya ini, ia lalu membaringka Mayra di tempat tidur king size dalam kamar tersebut, di iringi dengan dirinya yang mendudukkan diri di samping Mayra.


Sebenarnya siapa kamu ? kenapa aku tidak merasakan traumaku saat bersentuhan denganmu ?

__ADS_1


Zio memandang intens Mayra dari atas hingga bawah, namun sama sekali tak merasa mengenalnya sedikitpun.


Ting


Terdengar bunyi pesan dari ponsel Mayra.


Si bawal : May lo dimana sih,tadi gue telfon Anton katanya lo uda pulang,tapi kata Dewi kamar lo masih ke kunci.


: sebenernya lo dimana?


: lo dimana sih,angkat dong May.


: jangan bikin gue kahawatir kaya gini May....


Setelah melihat rentetan pesan Tika, Zio menyimpulkan bahwa dia adalah sahabat gadis yang di tolongnya kini. Hingga ia menulis sebuah pesan untuk Tika.


Zio meletakkan ponsel Mayra, setelah mengisinya dengan nomornya dengan nama Zio❀ dengan senyum licik menyeringai.


Lalu melihat posisi kepala Mayra yang tak nyaman dengan rambut yang disanggul ke belakang, iapun mencoba untuk melepasnya. Hingga membuat jaraknya dengan Mayra kian mengikis.


Cklekk


Ada suara pintu tertutup, namun Zio tak mendengarnya, mungkin. Karena seketika terpesona dengan wajah polos Mayra kini.


Cantik.


Semakin lama memandangnya semakin membuat tubuhnya bergejolak tak karuan, hingga membangunkan sesuatu yang tidak seharusnya. Seketika Ia bangkit lalu berdiri membelakangi Mayra dengan nafas tak beraturan.


Hingga Radit datang dengan membawa Dokter dan bodyguard di belakangnya, membuat Zio terkesiap lalu berdiri tegap dengan wajah datarnya memancarkan aura dingin yang biasa dimilikinya, setelah ia mampu menguasai diri dari hasrat tak terduga dalam dirinya tentunya.

__ADS_1


" Dia tak apa tuan, mungkin pola makannya yang tidak teratur hingga membuat pencernaanya terganggu dan akhirnya membuatnya jatuh pingsan." jelas sang Dokter dengan panjang lebar setelah memeriksa Mayra, dengan mengusap keringat yang sedikit nampak didahinya karena tatapan dingin Zio yang mampu membuat suasana di sekitarnya menegang seketika.


" Ii..ni saya resepkan obat, setelah meminum ini nona akan merasa lebih baik tuan." ucap Dokter itu lalu meletakkannya diatas nakas samping tempat tidur Mayra.


" Saya permisi tuan." seraya menunduk hormat pada Zio.


Yang dibalas anggukan oleh Radit, namun Zio masih tak bergeming menatap Mayra dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Membuat sang Dokter merasa semakin terintimidasi, lalu keluar ruangan secepat kilat.


"Cari tahu siapa dia." perintah Zio dengan suara ingin membunuh orang,yang membuat bulu kuduk merinding.Namun karena telah terbiasa Radit sudah tak kaget lagi dengan perlakuan tuannya kini.


" Baik tuan."


Sebenarnya tanpa di perintahpun dia akan mencari tahu siapa gadis yang telah merubuhkan tembok baja seorang Ziovano Arrasyd Wijaya yang bahkan menyentuh seorang yang di sukainya sedari dulupun tak bisa.


" Kembali ke kantor sekarang." titah Zio seraya berbalik, berjalan menjauh dari tempat Mayra berada dengan seorang bodyguard di depan pintunya.


....


Bukan hanya tika yang kalang kabut mencari Mayra, namun Kalista juga.


Rencana jahatnya mempermalukan Mayra gagal total, karena tak melihat batang hidungnya diantara para tamu yang hadir menyalaminya.


Huhhh...Dasar cewek sialan. umpatnya dalam hati, namun sangat kontras dengan senyuman cantik yang menghiasi wajahnya saat bersalaman dengan para undangan yang hadir di acara pertunangannya kini.


.....


πŸ’šπŸ’š

__ADS_1


__ADS_2