KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Sebuket Mawar Biru Raksasa


__ADS_3

Zio nampak perlahan membuka pintu kamar, dilihatnya Mayra yang telah terlelap di atas bantal basah karena airmatanya, mungkin.


Ia segera mengambil langkah menuju lemari baju lalu kamar mandi, membersihkan semua timpaan telur dalam dirinya. Benaknya tak bisa berhenti mengingat pedihnya tangisan Mayra dalam pelukannya tadi, membuatnya semakin di landa gundah tentang semua perasaan anehnya untuk Mayra.


Akhirnya Zio keluar dari kamar mandi, di tengoknya Mayra yang nampak bermimpi buruk sepertinya bahkan ia sampai merintih hingga mengeluarkan keringat di tengah dinginnya kamar Zio ini. Zio segera menghampirinya, menggenggam tangan Mayra erat, mengusap lembut wajah Mayra bahkan membisikkan sesuatu padanya, " Semua akan baik-baik saja Mayra... Ada aku disini."


Hingga tanpa sadar ia telah mengecup lembut kening Mayra, entah karena terbawa suasana atau memang keinginannya namun itu sungguh membuat hatinya seakan berbunga-bunga. Akhirnya rintihan Mayra terhenti, Zio melepas genggaman tangan Mayra perlahan lalu segera beranjak.


Ia nampak sibuk sekali dengan ponselnya, memilih berbagai hadiah untuk mengembalikan mood Mayra. Mulai dari bunga, Coklat, es krim, boneka bahkan berbagai dress cantik dengan segala pernak-perniknya di pilih dan di pesannya sendiri.


***


Radit sedang mendinginkan kepala di salah satu ruang kepolisian dengan menenggak habis satu botol penuh air mineral dingin. Ia begitu stress dengan semua sanggahan dari ibu-ibu yang teringkus, bukan memberikan petunjuk siapa dalang di balik semua kerusuhan ini malah semakin berani mencaci Radit dengan segala daya upaya. Sungguh the power of emak-emak.


Polisi nampak datang menenangkannya, " Sabar Pak... Nanti ketika sudah tertahan beberapa hari mereka pasti akan mengaku sendiri." Bijak Pak Polisi, mungkin telah banyak menjumpai kasus yang seperti ini fikirnya.


Radit mengangguk, " Jika ada pengakuan, segera hubungi saya Pak." pinta Radit pada Polisi.


Pak Polisi nampak menangguk dan menepuk pelan bahu Radit. Radit menundukkan badan lalu melenggang meninggalkan kantor Polisi yang membuat Pening kepala tersebut.


Ia mencoba mendatangi kantor JS Group, mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi hingga berusaha menemukan jejak apapun itu pikirnya.


***


Mayra mulai mengerjabpakn mata, kantuknya telah sirna kini. Ia mulai menggeliat meregangkan otot lalu beranjak membuka pintu. Pandangan pertama yang di lihatnya adalah Zio yang tengah berfokus pada layar laptopnya di ruang tamu. Zio nampak menoleh padanya.


" Kamu sudah bangun ?"

__ADS_1


Mayra melangkah mendekatinya, " Ehmm..." lalu mendudukkan diri di sofa single di samping Zio.


Zio nampak meninggalkan laptop juga berbagai dokumen di meja tamu, menuju kulkas mengambil semua es krim juga makanan ringan untuk Mayra.


Mayra yang mendengar bunyi tak karuan dari dapur pun segera menghampiri. Ia begitu menganga tak percaya melihat Zio sedang menggendong berbagai es krim juga cemilan di tangannya. Zio yang melihat Mayra segera meletakkan semua itu di meja makan.


Ia mulai membukakan sekotak penuh es krim dengan bentuk indahnya untuk Mayra. Mayra segera mendudukkan diri di kursi, es krim adalah moodbooster terbaik untuknya.


Sendok demi sendok telah tersuap pada mulut mungil Mayra, " Apa kamu menyuakainya ?" Mayra mengangguk dengan semangat.


Teruslah bahagia Mayra, jangan pernah keluarkan airmata berhargamu lagi untuk alasan apapun itu. Batin Zio dengan menatap Mayra dalam.


" Kamu ?"


" Aku sudah bilang tak suka manis." menyuapkan kembali sesendok penuh es krim untuk Mayra, " Tapi jika dari perantara lain, mungkin aku akan sangat menyukainya." ucap Zio dengan senyum menyeringai.


Bahkan kini Zio tampak mengulurkan tangan pada bibir Mayra.


Nah lo,,, mo apa dia. Ga tau ahh merem aja. Mayra memejamkan mata, terasa hangat pada bibirnya karena usapan jari Zio yang membersihkan sisa es krim rupanya, membuat Mayra merasa kikuk sendiri.


Dasarr Mayra bodoh, ngarepin apa kamu haah ?


" Kenapa ?" tanya Zio, lalu menjilat sisa es krim dari bibir Mayra pada jarinya, " Seperti ini... Sangat manis." dengan senyum menawannya, sontak saja membuat mata Mayra membulat sempurna. Sungguh ia tak percaya dengan semua perlakuan Zio untuknya ini. Detak jantungnya sudah berbentur dengan tak semestinya kini.


Ting ... Toonng


*P*enyelamatkuuu ...

__ADS_1


Mayra segera memundurkan kursi lalu melenggang pada pintu secepat kilat, ia mulai membuka pintu dan ternganga untuk yang kesekian kalinya.


Terlihat sebuket mawar biru raksasa di balik pintu tersebut, begitu indah dan mempesona bahkan Mayra sampai tak bergeming dengan senyum indahnya di depan pintu, begitu terpana dengan keindahan bunga yang datang menyapa di tengah kegundahan hatinya tersebut.


Hingga tukang pengantar bunga akhirnya menampakkan wajahnya, " Atas nama ZIOVANO ?"


" Ya.." Zio segera meraihnya, lalu membawa bunga raksasa tersebut dalam pelukan Mayra dengan masih menggenggamnya erat. Membuat Mayra terheran sejak kapan Zio berada di belakangnya bahkan posisi mereka seperti berpelukan dari belakang dengan bunga raksasa di pelukan Mayra yang menutupi setengah badannya, membuat jantungnya semakin berdebar dengan ganasnya.


" Foto dulu... Untuk bukti yaa ..." Tukang pengantar bunga langsung saja memotret semua keromantisan yang di fikirnya adalah pasangan pengantin baru tersebut.


" Sudah... Terima kasih... Kalo order bunga di tempat kami lagi ya.. Masih banyak yang cantik seperti kaka ini.. Hehe..." dengan menunjuk Mayra, lalu melenggang menuju lift.


Zio dan Mayra nampak terbengong sesaat melihat kepergian si pengantar bunga, merasa begitu aneh dengan sikap keslengeannya. Hingga akhirnya Mayra tersadar, " Heii... Ngapain kamu ? cari kesempatan aja !!" lalu menarik diri dari pelukan Zio.


" Ya kamu di tanya diam saja, ya sudah ku terima. Salahnya dimana ?"


Mayra nampak berfikir. Iya juga sih.. Namun segera menggeleng," Dasarnya modus aja, pake ngeles segala ." lalu melenggang menuju ruang tamu dengan masih mendekap erat bunga raksasa berwarna biru muda tersebut sambil menciuminya dengan penuh kasih sayang sesekali.


Zio mendengus, Bisa-bisanya aku di kalahkan oleh sebuah bunga. Cih ! Ia yang memilihkan, ia sendiri juga yang di buat geram karena Mayra yang nampak begitu menyukai bunga tersebut di banding dirinya.


Mayra memang sedang bahagia tak terkira kini, karena baru pertama kali mendapat bunga raksasa dengan mawar biru terlihat begitu cantiknya seperti ini, bahkan sekarang berada di pelukannya. Binar dalam matanya sungguh tak terelakkan, senyum indah terhias dengan cantiknya pada wajahnya kini membuat Zio ikut terbawa ketika sedang memandanginya.


》》》》


yang mau kenalan sama Author yang kaya ada manis-manisnya ini boleh follow ig @niyarum_hantoro yess ... Kkkk


Jangan lupa dukungannya buat Ziora yaa 💚💚💚

__ADS_1


__ADS_2