KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Menangkap Ekor


__ADS_3

Mayra masih mengulas senyum dengan indahnya sambil memeluk erat bunga mawar biru tersebut, hingga suara Zio mengalihkan perhatiannya.


" Kamu tau arti mawar biru ?"


Mayra nampak berfikir, " Unik ? langka ? trus apalagi ya..." dengan menatap langit-langit apartemen.


" Artinya tidak ada sesuatu yang mustahil bagi manusia jika mau berusaha, juga lambang kebahagian dan keceriaan. Dan itulah harapanku untukmu Mayra." ucap Zio dengan memandang Mayra.


Sejenak Mayra terhenyak. Merasa tersentuh dengan ucapan Zio. Bahkan Zio sampai berfikir sejauh itu tentang dirinya, sebenarnya bagaimana perasaan Zio padanya. Kasihankah ? cintakah ? entahlah, yang pasti semua perlakuan Zio ini sukses mengalirkan air mata bahagia pada pipi mulusnya kini. Zio nampak menghampiri lalu menghapus air mata Mayra.


Mayra menghela nafas dalam, " Aku gpp kok..." seraya mengusap airmatanya sendiri lalu kembali memeluk erat sebuket mawar biru dengan suka cita.


" Harusnya yang di perlakukan seperti itu bukan hanya bunganya, tapi pemberinya juga." protes Zio lalu kembali pada tempat duduknya, kembali berfokus pada layar laptopnya.


Seketika tatapan Mayra mengarah padanya, " Kamu kan sudah sering di perlakukan seperti ini oleh seseorang yang kamu cintai, dasarr." kesal Mayra dengan membuang muka.


" Sok tau."


" Emang tau lah, kalo pacaran emang mo ngapain kalo gak gituan. Cih "


" Kamu juga ?"


" Kenapa ? masalah ?"


Di jawab dengan sorot tajam ala pemangsa milik Zio, Mayra semakin tergugup saja di buatnya hingga melenggang menuju dapur dengan dalih ingin menghabiskan es krimnya.


Ting... Toongg


" Siapa lagi sih ? banyak banget tamu hari ini..." ucap Mayra yang berjalan dengan santainya melewati Zio, mencoba mencairkan suasana tegang dalam apartemen tersebut. Zio tak bergeming masih terfokus dengan layar laptopnya.


" Waahhhh.... " pekik Mayra dengan langsung menyambar sebuah boneka teddy bear berwarna hijau muda di balik pintu. Ia segera menghampiri Zio setelah kepergian abang kurir.


" Wahh ... Zioo hari ini aku gak ulang tahun lohh... Ko kamu kasih kejutan terus sihh ? lucu banget lagi bonekanya..." seraya memeluk erat boneka tersebut, begitu nyaman dan tenang di rasanya.

__ADS_1


" Kalau aku ?" dengan menatap Mayra lalu menaikkan sebelah alisnya.


" Hah ?? Kamu apa ?" Mayra bingung sendiri dengan pertanyaan Zio, hingga akhirnya ia mulai menyadari, " Hahahahahhhh.... Kamu mah ga bakalan jadi lucu, darimana ceritanya manekin lucu yang ada nyereminn... Ahahhahah...." Mayra menepuk-nepuk meja dengan tawa yang sulit terhenti.


Cihh ! dasar bisa-bisanya aku merindukan semua kelakuan konyolnya itu kemarin ! bodoh ! Batin Zio merutuki semua kebodohannya ketika tak ada Mayra di sampingnya.


" Aduh Zioo... Aku mo kasih penghargaan deh buat kamu... Manekin terkocak sepanjang masa... Yeeeee" dengan suara menahan tawa dan bertepuk tangan ria.


Zio nampak memijat pelipisnya, merasa pening dengan semua kelakuan aneh bin ajaib dari Mayra tersebut.


***


Kalista nampak berjalan ke kanan dan kiri bergantian, begitu resah dengan keviralan pendemo suruhannya yang menyerang Mayra dengan puluhan telur, hingga Mayra di selamatkan oleh seseorang yang di yakininya adalah kakak sepupunya Zio. Sungguh ia di landa ketakutan yang teramat. Bagaimana jika Zio mengetahui semua ini adalah ulahnya ? pasti ia akan habis, mengingat semua kehancuran orang bahkan perusahaan jika berani berurusan dengan seorang Ziovano.


Ia masih tergugup bahkan jarinya terlihat gemetaran kini, tak tahu harus bagaimana. Lalu sebuah ide terlintas di kepalanya. Pergi, ia harus pergi. Dengan segera ia menelfon sekertaris untuk memesankan tiket menuju Italia tempat adiknya berkuliah, Ya dia akan beralasan pergi untuk menjenguk adiknya. Ia lalu segera bergegas untuk pulang dan bersiap.


Hingga berlari tergesa dan menabrak Aldo, " Hei ... Kenapa sayang ? kok pucet banget ?" tanya Aldo dengan raut khawatirnya.


Dasarr.. Semua ini karenamu, sialan !


Aldo merasa begitu aneh dengan kepergian tiba-tiba Kalista, namun segera lupa ketika di hampiri seorang client yang ingin mendengar pendapatnya.


***


" Emaaaakk !!!" suara nyaring semua anak dari ibu yang di tahan di kantor polisi begitu menggema membuat sakit telinga.


" Tega banget dah aahh... Mo makan kaga ada makk... Mak ngapain di sono.. Ayo mak keluarr ..." rengek seorang anak pada ibunya yang berada di balik jeruji besi.


" Ssstt diem lu.. Mending lu kabarin kaka lu sono suruh bebasin emak nih sama temen-temen. Katanya bakal di kasi duit sejuta-juta malah masuk penjara, pegimana dah ahh.."


" Lagi.. Emak ngapa segala percaya kaka laknat macam dia. Ga ada akhlak masa emak ndiri di masukin penjara .. Aaaa laper Makk... makan apa ini makk.."


" Diem lu.. Minta bapak lu sono ! trus buruan cari kaka lu ya neng ? cakep ... hmm.. hmm ?"

__ADS_1


" Boro di kasi duit, di gebuk iya... Ayo dong Mak.. Mak pulang aja yokk..." rengek si gadis berseragam SMP tersebut.


" Waktu jenguk habis adek-adek..." Pak Polisi tiba untuk menyudahi waktu besuk.


Namun yang terjadi adalah suara cempreng anak-anak juga suara nyaring para ibu yang terdengar begitu ricuh tak terkira, sudah seperti air dan minyak di wajan yang terkena panasnya api. Meledak-ledak.


Hingga beberapa saat kemudian polisi mampu melerai, dengan memaksa menggiring keluar semua anak yang datang menjenguk tersebut.


Si gadis SMP nampak meraung tak terima, namun akhirnya pergi juga dengan bujukan teman-temannya. Ia nampak bingung harus mencari kakaknya dimana, hingga berinisiatif menghampiri tempat kerjanya, JS Group.


Si gadis nampak celingukkan di depan gerbang, mencoba mencari celah karena tak di biarkan masuk oleh para security.


Hingga tertangkap mata elang Radit, ia yang tak menemukan satu informasipun di dalam begitu merasa aneh dengan gadis SMP yang mondar-mandir di depan gerbang tersebut. Hingga suatu kemungkinan terlintas dalam kepalanya. Dengan segera ia menghampiri gadis SMP tersebut.


Ia nampak berbincang dengan gadis SMP tersebut hingga mereka memasuki mobil Radit bersama.


Tringg... Triiing


Telfon Radit berbunyi dengan nama Tuan terpampang di layarnya.


' Bagaimana ?'


" Saya telah berhasil menangkap ekornya tuan." dengan melirik gadis SMP di kursi samping kemudi mobilnya.


' Berhasil itu jika menangkap badannya.' lalu mematikan telfon tersebut.


Radit menatap layar ponselnya dengan pandangan tak percaya, sungguh tuannya adalah orang paling seenaknya sedunia pikirnya.


" Om kita mo kemana si ?"


" Mencari kakakmu."


" Jangan bilang Om suka sama kaka ga ada akhlak kaya dia, mending sama aku aja Om.. Tunggu aku gede.. Mau kan Om ganteng ?"

__ADS_1


Radit menggeleng tak percaya. Dasar generasi michin, urat malunya jadi hilang entah kemana. Batinnya dengan memikirkan ucapan si gadis yang lebih pantas menjadi anaknya tersebut.


__ADS_2