KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Kucing Garong


__ADS_3

Zio dan Radit sedang mengadakan meeting pagi tentang Mayra,mendiskusikan tentang saran dari Fabio yang di temuinya di sebuah bar kemarin. Walaupun berakhir dengan meninggalkan Zio sendirian lebih tepatnya dengan para bodyguardnya penjaga Zio jika Radit tak di sisinya,karena sibuk dengan para wanitanya.


"Katanya aku harus memberikan hal yang di sukainya,hmm... Es krim ? kekanakan sekali. " ucapnya dengan membaca data diri Mayra dalam sebuah kertas yang kini di pegangnya.


"Radit,kirimkan es krim untuknya. "


"Es krim yang seperti apa tuan ?"


" Ya mana ku tahu,kau urus saja sendiri. hahh...merepotkan sekali. "


" Baik tuan. " seraya menundukkan kepalanya


" Kapan rapat untuk peluncuran produk baru kita ? "


" pukul sepuluh tuan. "


" Kau boleh pergi ."


Radit keluar ruangan dengan wajah bimbangnya.


*H*arus ku kirim es krim apa ?,kalau salah bisa mengamuk lagi dia..Ohh astagaaa batin radit seraya menghela nafasnya panjang.


***


Mayra yang sedang bergelut dengan pekerjaanya,di kagetkan dengan telfon dari bagian resepsionist yang menyuruhnya turun karena ada kiriman untuknya.


Dan betapa terkejutnya ia mendapat sebuket es krim kesukaanya,yang di tata dengan indahnya seperti mawar yang di terimanya kemarin.Bahkan ini lebih indah lagi,bahkan air matanya sampai menggenang saking bahagianya.


" Wahh...Mayra pacarnya perhatian banget siih,jadi pengennn" ledek resepsionist kantornya.


" Apa sih,nggak kok.Ya udah aku naik dulu yaa "seraya menuju lift.


"Uuuh... Indah bangett,ga nyangka kalian bisa se indah ini " ucapnya seraya memeluk es krimnya dengan hati gembira di dalam lift,yang hanya ada dia seorang disana.


.....


" Wahh May apa lagi tuh ?" tanya Rindi.


" Ess kriiimmm .... cantik banget kan ?"


" Dari siapa ?"


" Eemm..." seraya mencari note dalam buket tersebut namun tak ada.


" Gak ada pengirimnya Rin,jangan-jangan penggemar rahasia gue. Wahhh senengnya ..." ucap Mayra dengan rekah senyum nan bahagia.


" Hahhh ?!" dengan mengedipkan mata berulang,tak percaya dengam pola pikir sahabatnya itu.


Penggemar rahasia apaan,palingan juga dari Zio kali.Tapi ya udah deh,dari pada bad mood lagi ntar dia.


"Wah May lu dapet apaan tuh,bagi dong ?"


"Elu ya,kalo makanan cepet banget ngedeteksi. Nih buat lo .... Baek kan gue ? awas aja ngatain gue lagi lu" ucap Mayra seraya memberi es krim pada Anton,bu Meta,pak Anwar dan Rindi.


" Wahh...makasih May... dapet hadiah terus kamu nih. cowoknya baik banget siih" ucap Bu Meta.

__ADS_1


" Aahh Ibu bisa aja...."


***


Ting


Zio : Apa kamu suka ?


Sebuah pesan masuk di ponsel Mayra.


Apa,suka apa ?! kalo ngomong yang jelas dong.


Ting


Zio : Kenapa hanya di baca ?


Bodo amatt,ga peduli gue.


Ting


Zio : Kau ingin bermain-main denganku ya nona ?


Kok serem ya,ahh ...Gak akan gue bales,masih kesel gue tauk sama lo !


Ting


Zio : Jangan salahkan aku,jika besok kamu tidak bisa di temukan oleh siapapun.


Mayra yang membaca pesan itu sendirian di kamar kostnya seketika bergidik ngeri. Lalu secepat kilat menelfon si pemberi pesan yang hanya di bacanya sedari tadi itu.


"Sebenernya mau apa sih lo,hah ?!" ucap Mayra dengan geramnya.


"Gilaa yaa !!! denger ya lo,jangan macem-macem sama gue,ato lo bakal nyesell !!!"


Tutt..tutt..tutt


"Wah gila bro,kok selera lo wanita yang seperti itu sih ? Kaya kucing garong hrwarrr ...." ucap Fabio dengan cakaran ala-ala kucingnya.


Kalau bukan karena traumaku,aku juga gak akan mau dengannya tahu !


"Tapi dia kel.... maksudku gadis yang manis. "


" Hahh ? baru tahu gue selera lo yang manis tapi garang gitu,ya udah gue cabut dulu ada janji sama Ferly, good bye , selamat menikmati hari yang sangat monoton ini hahhaha...." ucap Fabio seraya melangkah dari ruangan di sebuah resto privet room.


Sebenarnya Fabio sedikit keheranan juga, karena baru kali ini dia melihat seorang Ziovano terlihat begitu gundah gulana karena seorang wanita. Yang ia tahu Zio adalah seseorang yang pandai selama kuliah dan pandai mengurusi bisnis keluarga hingga mendapat jabatan Wakil CEO seperti sekarang tanpa ada atau memikirkan seorang wanita,jauh dari dirinya yang hanya di anggap tak berguna oleh sang papi. Fabio tidak mengetahui tentang trauma Zio bahkan Zio yang menyukai adiknya sedari kuliahpun ia tak tahu,entah sahabat macam apa dia itu.Hihii


Ya ..Mungkin saja ia memang sedang di landa badai yang bernama cinta batin Fabio dengan mengedikkan bahu seraya melenggang dari resto tersebut.


" Katanya mau membantu malah pergi begitu saja,cih...


Kenapa kau tak menahannya tadi !" ucap Zio dengan raut begitu kesalnya.


Kan tadi anda hanya diam saja,oh...Astaga ya Tuhannn berilah hamba-Mu ini kesabaraan.


" Maafkan saya tuan." dengan menundukkan kepala.

__ADS_1


" Ahh... sudah lah. Dasar wanita aneh. Memang apa yang bisa dia lakukan padaku sampai mengancam begitu.Cih...."


gerutu Zio,yang membuat Radit keheranan sendiri dengan tingkah tuannya yang semakin aneh saja setelah bertemu Mayra.


***


"Dasar ya,mentang-mentang tajir dia pikir bisa se enaknya sama orang lain,apalagi remahan peyek kaya gue gini.Liat aja ya lo masih gangguin hidup gue !! bakalan gue kasih pelajaran !! tapi mau ngapain ya ? kan dia punya segalanya ? Ahh...Bodo amat itu mah pikirin gimana entar aja. Huuuhhh dasar ... Rasanya pengen gue remet-remet jadi remahan roti tau ga sih lo !!!" ucap Mayra panjang lebar dengan menuding-nuding ponselnya yang sedang menunjukkan kontak Zio dengan nama yang telah di hapusnya hingga menjadi tanpa nama.


Ting


Rindi : May besok jadi ga,ke taman bareng gue ?


Ting


Mayra : Jadi dong,mau jemput jam berapa ?


Ting


Rindi : Nanti pagian aja jam setengah delapan an gitu,kangen gue


pengen makan bubur di taman.


Ting


Mayra : Ok


Mayra : Kangen gue udah lama ga ketemu sama anak-anak.


Ting


Rindi : Patah hati mulu sih,sampe anak-anak di lupain.


Mereka juga nanyain lo terus tuh katanya.


Ting


Mayra : Kata siapa ?


Ting


Rindi : Si sengklek lah,siapa lagi.


Ting


Mayra : Ciie ...uda deket ni ye sama Anton.


Ting


Rindi : Dasar maemunah,uda ketularan julidnya si Tika lu yaa...


Ting


Mayra : Kkkk....


Sebenarnya Mayra,Rindi dan Tika bahkan Anton mempunyai jadwal mingguan mengajar anak jalanan di taman,namun karena kondisi Mayra yang patah hati, jadi ia jarang datang untuk mengajar.

__ADS_1


◇◇◇◇◇◇


Jangan lupa likenya yaa readers yang baik hatii 💚💚💚


__ADS_2