
Tika sedang sangat sibuk mendadani Mayra sedari sore tadi, padahal acara dimulai jam delapan malam nanti. Namun karena berdandan membutuhkan waktu yang cukup panjang Tika kekeuh mendadani Mayra sedari sore setelah mereka pulang dari Butik.
Ia masih berdecak kagum sesekali melihat pemandangan apartemen Zio yang super elegan, tampilan super berkelas walau tak ada lampu gemerlap di atasnya.
Karena tadi Zio memberikan supir penjemput untuk mengantar Mayra ke apartemen agar bersiap-siap katanya, dan akhirnya ia membawa Tika untuk membantunya. Kini keduanya masih tampak kerepotan. Semua baju tampak berserak tak karuan, bingung harus memakai yang mana. Hingga akhirnya memutuskan untuk make up dulu.
" May emang gpp ini kamar di berantakin gini ?"
" Ga tau," ucap Mayra dengan melihat pantulan alisnya di cermin, sudah simetriskah.
" Ko bisa ada baju cewek banyak banget May ? bagus-bagus banget lagi, pasti dari brand terkenal semua deh." dengan mengingat betapa halus dan lembut kain-kain yang tercampakkan di kasur.
Nafas Mayra sedikit tercekat, jangan sampai Tika tau ini semua disiapkan Radit untuk dirinya pikirnya dengan wajah gamang.
" Woy ... Malah bengong ! Nih udah, tinggal ganti baju. Yang itu aja warna soft pink bagus di kulit elu kayanya." dengan menunjuk salah satu gaun di kasur.
Mayra tampak meragu, " Masa yang ini sih ?" mengambil gaun warna soft pink berbentuk sabrina dengan paduan brukat yang begitu mempesona, itu adalah gaun yang di belikan Zio untuk membuat mood Mayra membaik beberapa saat lalu.
" Iya ... Udah itu aja cakep ! sono buruan ganti, ini udah mau jam tujuh loh." lalu menghempaskan diri di atas kasur nan empuk setelah menyingkirkan semua baju ke samping.
Mayra segera berganti di depan Tika, untuk memburu waktu agar tidak terlambat.
Cklekk
Suara pintu terbuka seketika terdengar samar, untungnya ia sudah selesai berganti namun punggung putihnya masih terekspose karena susunan kancing yang belum di kaitkan.
Zio nampak membelalak melihat pemandangan di hadapannya, bukan karena kondisi kamar yang seperti kapal pecah tapi punggung putih nan mulus Mayra yang membuat sesuatu dalam dirinya bergejolak seketika. Ia dengan segera kembali menutup pintu.
" Siapa ya ?" Mayra nampak menoleh namun tak mendapati siapapun disana.
Tika nampak sudah tertidur sepertinya mungkin kelelahan pikirnya, ia sedikit kerepotan karena tangannya tak sampai pada si kancing. Lama dia berusaha namun tak berhasil jua.
Tok.. Tokk ...Tokk
Ia segera meraih handle pintu dan membukanya, " Zio kamu udah sampe, bantuin aku dong susah nih pake bajunya." tawaran yang sangat menggiurkan pikirnya, tapi sayangnya Radit telah mempersiapkan gaun warna navy senada dengan tuksedo yang dikenakannya kini.
Dengan membuang nafas kasar ia menuju meja dan memberikan sebuah kotak berisi gaun itu untuk Mayra.
" Pakailah, cepat kita sudah terlambat." dengan memandangi arlogi silver dalam tangan kirinya yang telah menunjukkan pukul tujuh tiga puluh.
Mayra menerimanya dengan raut tak percayanya, Dari tadi sibuk milih gaun sampe kamarnya jadi kapal pecah ternyata gak berguna. Kenapa gak bilang kalo gaunnya udah disiapin ??!! dasar manekin nyebelin !! orang paling seenaknya sedunia !!! gerutu Mayra dalam hati.
***
Akhirnya keduanya sampai di tempat pesta di sebuah restoran bintang lima yang sudah di booking khusus untuk acara ini. Berbagai tatanan mewah nan elegan hingga suasana remang-remang begitu terpampang dengan indahnya, bahkan iringan lagu akustik tiada henti memecah kesunyian.
__ADS_1
Mayra tak henti menatap takjub setiap hiasan yang menarik juga berkesan mewah di sepanjang berjalan dengan menggandeng Zio. Ia baru bisa berhenti karena ucapan Zio, " Berhenti lakukan itu sebelum matamu melompat !" bisiknya pada telinga Mayra. Seketika membuat Mayra menatap penuh sebal pada Zio.
Suara bisikan semua orang tampak mengiringi langkah keduanya untuk sampai pada meja yang telah di persiapkan begitu mengusik telinga. Semua rekan bisnis menatap penuh selidik pada Mayra, siapa gadis yang menggandeng tangan seorang Ziovano ? benarkah rumor yang beredar tentang ia yang akan segera menikah itu ? mereka sibuk dengan semua hal yang di anggap sangat menarik bahkan jadi berbincangan hangat di kalangan kelas atas. Karena Zio yang terkenal sangat dingin dan tak tersentuh satupun wanita, image manusia segarang singa dan sekejam monster melekat dengan eratnya pada diri Zio, hingga tak ada seorang wanitapun berani bahkan untuk sekedar menyapanya.
Tapi kini dia berjalan dengan senyum cerah bersama seorang wanita yang bisa di bilang lumayan dengan baju yang senada, tak salah lagi pasti dia calon istrinya pikir mereka yang masih asyik berbisik.
Satu hal yang mereka ketahui kini, ternyata Zio juga bisa tersenyum dan setampan itu, seketika image monster tak akan dipercaya jika melihat Zio saat ini.
Zio dan Mayra nampak sudah terduduk, ada salah seorang rekan bisnis yang mengajak Zio berbincang hingga Ziopun berpindah meja. Mayra nampak bingung sendirian karena Radit yang turut serta dengan sang Tuan. Ia nampak berbinar setelah pelayan datang dan meletakkan steak di hadapannya, dengan segera ia melahapnya mengacuhkan pandangan yang terasa menusuk demi mengisi perut keroncongannya karena memang belum makan malam.
Setelah selesai ia merasa ingin ke toilet, ia nampak celingak-celinguk mencari keberadaan si toilet namun tak juga menemukannya, hingga memutuskan bertanya pada pelayan yang terlihat lalu lalang.
Sekembalinya dari toilet entah kenapa suasana pesta berubah sendu dalam seketika, bahkan terdengar iringan lagu yang begitu mengguncang hati Mayra.
🎶
Bulan terdampar di pelataran
Hati yang temaram
Matamu juga mata-mataku
Ada hasrat yang mungkin terlarang
Satu kata yang sulit terucap
Tuhan tolong aku jelaskanlah
Perasaanku berubah jadi cinta
Tak bisa hatiku merapikan cinta
Karena cinta tersirat bukan tersurat
Meski bibirku terus berkata tidak
Mataku terus pacarkan sinarnya
🎶
Lagu yang dulu dinyanyika Aldo untuk menyatakan perasaan, hingga akhirnya diterima Mayra melantun dengan indahnya. Membuat sebagian hati Mayra terasa kembali meretak, ternyata sisa perasaan untuk Aldo memang masih ada. Bahkan ia sampai tak sadar jika airmatanya mulai berjatuhan kini. Ingatan tentang kisah manis dengan Aldo kembali berkelebat silih berganti. Kenapa harus menyanyikan lagu ini dalam acara pesta semeriah ini pikir Mayra membela diri dengan mengusap airmata perlahan. Pandangannya mengedar mencari sosok yang telah sukses memporandakan hatinya kembali seperti ini.
Sepasang mata Mayra berhasil menangkap sosok itu berdiri di sebelah panggung musik yang masih melantunkan lagu yang begitu keramat bagi Mayra tersebut. Ia bergegas menghampiri.
Brukkk
__ADS_1
" Aaww ... Kalo jalan hati-hati !"
Inginnya mempercepat langkah kaki agar bisa dengan cepat menghampiri, Mayra malah menabrak seseorang dari arah kanan yang tak ia sadari keberadaannya.
" Maaf ... Anda tak apa ?" dengan menundukkan kepala memastikan ia tak menginjak gaun si wanita di hadapannya.
" Pantesan ! orang rendahan mana tahu etika ! kalau jalan asal nyeruduk !"
Seketika Mayra mendongak, Kalista ? lalu pandangannya kembali beralih pada wanita yang tadi ditabraknya. Lalu dia ?
Mayra masih nampak menelaah situasi di hadapannya kini, dengan iringan lagu yang masih mengalun dengan syahdunya di antara suasana temaram dari lilin di setiap meja yang telah di nyalakan.
🎶
Kudapati diri makin tersesat
Saat kita bersama
Desah napas yang tak bisa dusta
Persahabatan berubah jadi cinta
Tak bisa hatiku menafikkan cinta
Karena cinta tersirat bukan tersurat
Meski bibirku terus berkata tidak
Mataku terus pancarkan sinarnya
Apa yang kita kini tengah rasakan
Mengapa tak kita coba tuk satukan
Mungkin cobaan untuk persahabatan
Atau mungkin sebuah takdir Tuhan
🎶
》》》
Judul : SAHABAT JADI CINTA
dengerinnya yang versi Mike mohede jadi lebih berasa feelnya... Hehee
__ADS_1
salam sayang untuk semua jempol yang masih setia dukung author 🤗 💚💚💚