
" Lohh May lo kenapa ? ko nangis gitu sih ? kenapa Zio selingkuh juga ?" Serbu Tika dengan rentetan pertanyaan dalam benaknya, melihat sang sahabat nampak menangis bahkan sampai memeluknya dan bersandar di bahunya di antara kebisingan orang berbelanja di belakangnya kini.
Mayra terus saja menangis, ia menyesal mengetahui semua kenyataan pahit ini, ia menyesal bertemu Aldo hari ini, jika bisa memilih ia lebih baik tau Aldo pergi menyelingkuhinya saja, daripada kenyataan Aldo yang masih mencintainya bahkan malah memanfaatkan orang lain untuk mencapai ambisinya, sungguh Mayra tak habis fikir kenapa Aldo bisa seberubah ini sekarang. Dulu dia adalah laki-laki yang manis bagi Mayra, bersama dengannya adalah kebahagiaan yang selalu berhasil membuatnya tersenyum sepanjang hari. Tapi, hati manusia memanglah seperti itu terbolak-balik jika tak kuat menahan emosi diri.
Tika bingung sendiri harus berbuat apa dengan sahabatnya, yang tak kunjung selesai menangis padahal ia sudah sangat pegal membawa berkantong-kantong belanjaan dan bahkan ada Mayra yang bersandar di tubuh mungilnya ini.
***
Di waktu yang sama Di Restoran Hotel Wijaya milik Zio, terdapat sebuah pesta yang begitu berkelasnya. Pesta para kalangan atas, yang di isi oleh para petinggi yang menghadiri acara berdirinya QR Group.
" Mari para hadirin yang terhormat, kita bersulang ..." ucap Bapak Hilmi selaku CEO dari QR Group, dengan mengacungkan gelas berisikan wine di tangannya ke udara. Dan di ikuti oleh para hadirin yang telah duduk di meja mereka masing-masing, yang telah di atur sedemikian rupa menambah ke eleganan suasana.
Semua hadirinpun menjawab, " Bersulang ...." Lalu meneguk wine dalam tangan mereka masing-masing, termasuk Zio dan Radit tentunya. Mereka menyantap hidangan yang begitu mewahnya dengan bincang-bincang hangat untuk kepentingan perluasan bisnis.
Alunan piano yang berpadu dengan biola mengalun dengan indahnya, membuat semua hadirin terlarut dalam susana nan romantis itu, hingga berdansa mengiringi lagu yang begitu merdunya. Zio hanya terduduk sambil sesekali menenggak habis wine dalam gelasnya.
Hingga datanglah seorang wanita dengan tampilan elegannya menggunakan jumsuit hitam berkerah dengan tatanan rambut belah tengah dan di kuncir rendah di belakang menghampiri meja Zio, dengan sigap Radit berada tiga langkah di hadapan sang Tuan. Zio memang terkenal dengan sifat angkuh di atas rata-ratanya, hingga tak sembarang orang berani mendekat padanya apalagi wanita. Membuat Radit keherahan sendiri dengan keberanian wanita di hadapannya kini.
__ADS_1
" Maaf nona, tuan sedang tidak bisa di ganggu."
" Aku hanya ingin bicara sebentar."
Radit dan Rindi nampak bertatapan dengan sorot tak bersahabat, mencoba saling mendominasi satu sama lain. Aura mereka terasa sama kuatnya kini.
" Tentang Mayra." ucap Rindi kemudian.
Zio yang mendengarnya nampak sedikit terkejut bagaimana Mayra bisa memiliki teman di kalangan atas ini fikirnya, " Biarkan dia Radit."
Raut Radit berubah seketika, bahkan ia sampai menarik kursi untuk duduk Rindi lalu berdiri tiga langkah di tengah antara Zio dan Rindi. Bersiap siaga jika Rindi bertingkah.
" Ow.. Jadi kau sahabatnya. Aku tertarik padanya, itu hal wajar untuk laki-laki dan wanita bukan ?"
Tapi sungguh tak wajar jika laki-laki itu elo ... Huft Sabarr ... Sabarrr
" Mayra adalah gadis baik, jika tujuan anda hanya untuk bermain-main lebih baik lepaskan dia. Dia sudah terlalu banyak mengalami hal buruk dalam hubungan percintaannya, jangan sampai anda juga termasuk dalam daftar laki-laki yang akan kembali menorehkan luka untuknya lagi."
__ADS_1
Zio nampak termenung memikirkan ucapan Rindi. Mayra memang gadis baik bahkan tak pantas menjadi kelinci percobaan untuknya, namun traumanya hanya tak bereaksi pada Mayra membuatnya semakin sulit saja memisahkan antara ambisi dan nurani dalam dirinya kini.
" Aku tidak akan menyakitinya. Kau pasti juga tahu jika dia bahagia bersamaku."
" Justru karena dia terlihat begitu bahagia bersama anda, makanya saya memohon dengan sangat untuk anda agar segera melepasnya sebelum perasaannya semakin dalam dan bahkan menenggelamkan dirinya sendiri, sudah cukup kepatah hatiannya kemarin karena Aldo, anda jangan menambah luka yang mungkin lebih dalam lagi."
Zio tersentak seketika dengan penjabaran ke dalaman teori Rindi yang bahkan sama sekali tak terbersit dalam fikirannya. Jadi selama ini tanpa sadar ia telah memberi harapan palsu pada gadis biasa macam Mayra dan jika kehilangannya entah hal gila apa yang akan di lakukan Mayra, kenyataan itu sungguh menampar nurani Zio.
" Jika anda memang memiliki rasa cinta itu, saya akan sekuat tenaga mendukung kebahagiaan sahabat saya. Tapi faktanya, anda tidak memiliki rasa itu kan ? dan entah alasan apa yang membuat anda mendekatinya. Jadi saya mohon pergilah dari sisi Mayra jika hanya untuk bermain, carilah wanita lain yang sepadan dengan anda agar tak menyakiti Mayra karena memikirkan perasaan sepihaknya dan juga kesenjangan antara kalian berdua."
" Kau bilang ia sahabatmu kan ? tapi kenapa ia sampai tak tahu dengan jati dirimu sebagai penerus SF Hotel ?" ucap Zio yang baru mengingat Rindi yang ternyata rekan bisnis yang di temuinya beberapa saat lalu, untuk membahas kerjasama karena kondisi hotelnya yang kian tak stabil. Namun anehnya Rindi sama sekali tak membahas pekerjaan dan hanya membahas Mayra. Sebegitu berharganyakah Mayra di mata orang-orang terdekatnya fikiran Zio berkelana berusaha mencari jawaban mengandalkan IQ di atas rata-ratanya.
" Karena itulah dia, tidak memandang latar belakang bahkan keadaan saya,menerima saya sebagai Rindi bukan penerus SF Hotel. Karenanya anda sama sekali tak pantas bersama dengannya dengan sifat angkuh yang anda miliki itu tuan. Saya permisi ..." lalu berdiri dengan tatapan lurusnya, berjalan dua langkah lalu berhenti. Menengok pada Zio.
" Oh ya, jangan bicara padanya tentang saya. Karena dia termasuk dalam orang-orang yang begitu perduli dengan kesenjangan sosial." lalu mengambil langkah meninggalkan Zio dan Radit yang terpaku, mencoba menelaah semua hal yang Rindi bicarakan.
Perasaan dan hati Mayra yang telah Zio permainkan, membuatnya begitu terkejut. Jika itu benar terjadi, Lalu apa bedanya ia dengan para preman yang menjegal Mayra bahkan tua bangka yang bersikap kurang ajar pada Mayra beberapa saat lalu. Ia hanya menyakiti bahkan melukai lebih dalam perasaan Mayra dengan kedok serigala berbulu domba di depan Mayra. Apakah ia akan setega itu melihat airmata Mayra yang mengalir begitu derasnya untuknya nanti.
__ADS_1
Sungguh aku lelaki jahat !!! rutuknya pada dirinya sendiri, dengan tangan yang menyangga dahi mencoba memberi penopang pada kepala yang terasa kian memberat saja lalu menghela nafasnya dalam.
Radit yang mendengar semua kenyataan itupun merasa tersentil, karena ia juga ikut andil dalam siasat Zio yang tanpa sadar akan begitu melukai Mayra nantinya.