KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Lomba Memasak


__ADS_3

" Hey ... Zio ??" ucap Mayra dengan menjentikkan jarinya di depan wajah Zio.


" Yaa ... " Masih dengan rekah yang tak kunjung surut dan tangan yang memegangi tali helm Mayra.


" Udah belum ?"


" Belum " jawabnya asal.


Mayra yang tak percaya pun langsung mengangkat tangannya mengarah ke tali helm yang di pegangi Zio sedari tadi. Hingga membuat Zio terpana dengan sentuhan tangan Mayra yang menimpa tangannya, tangan dingin dan sedikit berair tanda kegugupan yang sulit di kendalikan Mayra. Sejenak mereka saling pandang meresapi setiap inci wajah yang kini berhadapan tanpa sepatah katapun.


Hingga akhirnya suara para wanita di kost Mayra memecah kesunyian yang terjadi antara Zio dan Mayra," Ehhmm... Ehmm ... Uuu so sweeeet." ucap mereka berbarengan.


Mayra pun langsung mengalihkan pandangan dan juga tangannya," Ini udah Zio, mananya yang belum ?" ucap Mayra dengan salah tingkahnya.


Memandangimu. Batin Zio lalu mengalihkan tangan dan pandangannya menuju Moge kesayangannya lalu bergegas menaikinya, di ikuti Mayra yang menaiki jok belakang Moge Zio.


Zio dan Mayra melaju dengan hati riang gembiranya menjelajahi jalanan ibu kota yang tak begitu macet seperti biasanya,dengan iringan para bodyguard yang selalu siaga.


Berasa kaya istri Presiden aja gue,di bonceng orang ganteng di kawal bodyguard pula. Wiih... Mimpi apa gue semalem. Batin Mayra dengan degupan yang tak kunjung menunjukkan ritme normalnya.


" Zio ... Kenapa musti pake bodyguard sih ?" tanya Mayra dengan wajah yang sedikit mendongak mengarah ke Zio agar di dengar.


" Untuk keamanan." ucap Zio dengan menatapnya sekilas.


" Tapikan risih." ucap Mayra dengan memanyunkan bibirnya.


Hahh... Dunia orang kaya emang sulit di mengerti. Batin Mayra mendecit.


Hingga akhirnya mereka telah sampai di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di Ibu Kota. Berjalan beriringan dengan bergandengan tangan yang tak lepas dari pengawasan para bodygurd.

__ADS_1


" Trus,di sini kita mau apa ?" tanya Mayra di tengah kebisingan dari begitu banyaknya insan manusia di dalam pusat perbelanjaan.


" Nonton." ucap Zio dengan berjalan tanpa memperdulikan tatapan orang-orang kepadanya yang begitu terpesona. Jika tak ada bodyguard habis sudah Zio menjadi sasaran empuk para wanita.


Iyee ... Emang dia ganteng, sayang aja dingin ... tapi suka. Ii apaan si May ! Batin Mayra lalu menggeleng pelan menyadarkan dirinya, melihat Zio yang melangkah dengan tak lepas dari pandangan hampir semua orang di area pusat perbelanjaan. Dengan hati meronta ingin berada di posisi Mayra yang masih saja di gandeng dengan mesranya oleh Zio di pandangan mereka.


Hingga akhirnya Mayra yang melihat sebuah keramaian di area lantai terbawahpun melongok mencoba melihatnya. Zio yang menyadarinya pun bertanya," Kenapa ?"


" Itu ada rame-rame apa sih ?"


" Hanya strategi marketing." ucapnya datar.


" Hah ? Aku mau liat dong Zioo ..." dengan menghentikan langkah dan diikuti oleh Zio.


" Terlalu ramai Mayra,berbahaya." ucapnya kemudian.


" Rame itu malah seruu, ko bahaya sih ? lagian di dalam Mall mah ga akan ada tindak kejahatan, ayo doong ...??" ucap Mayra dengan memohon.


" Kita kan akan menonton, ini Film terlaris bulan ini lo May." bujuknya pada Mayra.


" Enggak ah, mau kesana aja yuk ? film mah bisa besok lagi nontonnya, kalo event kaya gitu kan cuma ada hari ini." Mayra tak mau mengalah,hingga Zio menurut saja mengikuti Mayra dengan langkah gontainya.


Astaga... Entah apa yang akan terjadi nanti. Batin Zio menyesali ajakan kencan ala orang biasa yang di dapatnya dari mesin pencarian ponsel, karena malah menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.


Dunia memang hanya selebar daun kelor, buktinya kini Zio dan Mayra sedang berhadapan dengan Aldo dan Kalista di sebuah event 'Lomba Memasak' di salah satu toserba di pusat perbelanjaan yang mereka kunjungi.


" Ka Zioo ??? ini beneran Ka Zio ???" Kalista tak percaya hingga mengucek mata berulang kali.


" Hmmm ... " jawab Zio acuh.

__ADS_1


Mayra dan Aldo hanya saling diam dengan pandangan tak menentu,mengendalikan bebagai fikiran yang berkecamuk dalam kepala keduanya.


Nyebelin banget,ngapain pake ketemu di sini sih !


Bagaimana bisa Mayra bersama dengan seorang Ziovano ? Batin Aldo begitu meronta apalagi melihat genggaman Zio pada tangan Mayra yang begitu kuatnya.


" Baikkk, untuk semua hadirin yang telah berada dalam event Lomba Memasak, silahkan yang ingin mendaftar di meja sebelah kanan saya. Ayo ramaikan acara ini !! dan menangkan hadiah utama berupa voucher belanja sebesar satu juta rupiah !!! Ayoo !! ayoo !" seru MC dengan suara menggelegarnya. Memecah keheningan antara kedua pasangan yang di landa kebimbangan.


" Ayo Zio,ikutan yukkk ..." ucap Mayra pada akhirnya.


" Tidak. Sudah ku bilang ini hanya strategi marketing." ucap Zio dengan datarnya.


" Tapi kan seru ada hadiahnya juga ... Ayoo dong ?" ucap Mayra memohon.


Hingga suara MC membuat semangat Zio menggelora, " Dann, buktikan pada pasangan seberapa anda menyayanginyaa, bautkan masakan yang penuh cinta kasih di dalamnya .... " hingga kini Zio bergegas menuju meja pendaftaran dengan menggandeng Mayra dan tentu dengan pengawasan bodyguard di belakangnya, membuat orang-orang berbisik tentang mereka.


Tak hanya Zio, Kalista pun menggandeng Aldo untuk ikut serta dalam lomba tersebut.


Karena hanya satu orang yang di perbolehkan mengikuti lomba, hingga kini berdirilah Zio, Aldo dan beberapa lelaki lainnya berada di belakang jejeran meja yang terdapat kompor di atasnya.


Sebelum menuju meja, Zio memakaikan jaket jeans yang di kenakannya untuk Mayra yang berdiri di depan para bodyguardnya, membuat semua orang makin riuh dengan tampilan Zio yang semakin menawan dengan hanya menggunakan kaos putih polosnya. Membuat sudut hati Aldo memberontak dengan semua perlakuan manisnya untuk Mayra, bahkan kini ia nampak mengepalkan tangan di balik meja.


" Okeee... Kami akan memberi waktu satu jam untuk membuat masakan sesuai keinginan peserta, kalian boleh mengambil bahan-bahan setelah hitungan ke tiga. Mari kita hitung sama-sama !!"


Nampak Zio dan beberapa peserta lain mengambil ancang-ancang di belakang troly untuk menampung semua bahan yang mereka butuhkan.


" SATUUU .... DUUAAA ..... TIGAAAAAA ....... !!!" pekik sang MC dengan para penonton yang begitu antusias ingin melihat aksi pria tampan memasak. Tepuk tangan Riuh mengiringi langkah para peserta dalam mencari bahan yang akan mereka masak.


》》》》》

__ADS_1


Jangan bosen-bosen baca kisah Zio&Mayra yaa 💚💚


__ADS_2