
Tanpa mereka sadari ada seseorang dengan kamera ditangannya yang sedang bersembunyi memotret segala tingkah manis mereka sedari awal memasuki pantai. Ia adalah fotografer suruhan Radit,yang di sewa tanpa sepengetahuan Zio dan Mayra.Untuk mengabadikan moment liburan mereka berdua.
Zio dan Mayra semakin mendekat saja,tinggal beberapa centi saja bibir mereka bersentuhan.
Plakkk
Zio terbelalak," Kok di tampar ?"
Mayra menampakkan gigi rata dalam mulutnya," Ada nyamuk ..." lalu memperlihatkan telapak tangannya yang terdapat nyamuk telah terkapar tak berdaya.
Zio hanya menatapnya tak percaya,kemudian terperangah saat tangan lembut Mayra mengusap pipi mulusnya memberikan sentuhan hangat yang selama ini tak pernah di rasanya. Mereka saling menatap lekat dalam diam di antara suasana senja yang begitu mempesona.Hingga matahari yang telah terbenampun menyadarkan mereka.
" Pulang yuk ..." ucap Mayra lalu berdiri mengibaskan tangan di bajunya yang terkena pasir pantai.
" Serius mau pulang ? padahal aku ingin mengajakmu makan malam di Restoran yang terkenal khas di sini."
" Maksudnya kan ganti baju dulu Zio,kan ini bau udah kotor lagi." Jawab Mayra lembut.
" Ooh ... Jadi ingin sekali ya makan denganku ?" ledek Zio.
Terserah dah bangg. Lalu menampakkan senyum penuh paksanya.
***
Setelah membersihkan diri di Hotel,mereka kini telah sampai di sebuah Restoran terkenal di kota penuh pantai ini.
Di meja mereka telah tersaji Ayam Betutu,Sate Lilit,Lawar,Bebek Panggang,Sambal Matah tertata dengan rapi dan indahnya,membuat liur Mayra tak terkondisikan,tangannya langsung saja mengambil semua menu yang tersaji ke dalam piringnya dan melahapnya dengan rakusnya. Zio yang melihatnya melongo tak percaya dengan gadis di hadapannya kini,bukannya kalau makan di depan laki-laki itu harus terlihat manis dan cantik pikirnya,tapi Mayra malah melahap semuanya tanpa ampun.
" Zio kamu kok ga makan ? sumpahh ini enak bangett lohh ...Ssshh...Hah" ucap Mayra di sela-sela makannya.
" Makanlah,kelihatannya kamu lapar sekali." lalu mengelus punggung Mayra yang terlihat kebanyakan memasukkan makanan dalam mulutnya," Pelan saja,tidak akan ada yang meminta,nanti jika kurang ku pesankan lagi." ucapnya kemudian
" Hehehee .... Abisnya enak bangett segerr ... Kan tadi siang aku ga makan gara-gara siapa coba ? huh.." lalu memasukkan makanan lagi dalam mulutnya. Karena ternyata tiket yang di pesan Radit tepat di jam makan siang.Awalnya ia akan di ajak untuk ke Restoran untuk makan siang setelah sampai,namun saking tak sabarnya melihat pantai Mayrapun kekeuh untuk langsung menuju pantai.
__ADS_1
" Iyaa... Iyaa ... Makanlah yang banyak." entah kenapa nafsu makan Zio telah hilang,ia hanya melihat saja Mayra makan dengan lahapnya.
" Iii ... Jangan liatin doang, nih makan enak banget pasti kamu ketagihan ... Aaaa ..." dengan mengacungkan tangannya yang berisi makanan, Zio yang mendapat suapan mendadakpun hanya manut saja di suapi Mayra dengan tangannya,entah kenapa rasanya sangat manis pikirnya.Nafsu makan yang awalnya hilang telah kembali dengan suapan demi suapan yang di berikan padanya hingga menghabiskan semua makanan yang tersaji di meja.
Hahh ... Kapan makanannya habis ? astaga... aku harus berolahraga lebih giat lagi untuk menghilangkan semua lemak ini.
" Fyuhhh... Enaknyaa ..." ucap Mayra dengan bersendawa setelahnya,lalu merebahkan punggungnya di sandaran kursi restoran tersebut.
Hahh... Astaga,apa yang di perbuatnya itu.Hiii....
Setelah selesai makan keduanya akan pulang ke Hotel dengan mobil sedan mewah yang telah menunggu sedari tadi.
" Zio gimana kalo kita jalan kaki aja ? kan deket Hotelnya,itung-itung olahraga,yukkk ..." dengan menggandeng Zio ke pinggir jalan.
Hotel dengan Restoran tempat mereka makan tadi memang hanya berjarak sekitar satu setengah kilo saja.
Astaga langka sekali gadis seperti dia ini.
" Berhentilah berterimakasih Mayra,lebih baik kamu mengucapkan hal yang lebih berguna dari itu." ucap Zio dingin.
Dasar Zio,sifat manekinnya masih aja ke bawa,kenapa tadi ngga ilang aja di bandara sih.Huh...
" Kamu dengerin aku dulu dong, pokonya aku mau bilang makasih banget karena udah di selametin,trus di ajak liburan gini lagi.Makasihh banyak Tuan Manekin yang baik hati ... Hahahha ..." Mayra tergelak,lalu segera mengambil langkah seribu untuk menghindari kemarahan Zio.
Zio yang harusnya marahpun,malah menaikkan sudut bibirnya merasa lucu dengan tingkah konyol Mayra padanya.
***
Mayra sudah sampai di Hotel tempatnya menginap dengan Zio,lalu bergegas membersihkan diri dengan berendam air hangat di dalam bath up .
Memang selera okay,semuanya fasilitas sultan.Hihihii....
Setelah selesai,ia begegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat isya'.
__ADS_1
Ya Allah Hu Rabbi, terimakasih telah mempertemukan hamba dengan orang-orang baik,sesungguhnya hamba bersyukur atas nikmat dan barokahmu di balik ujian yang semakin menguatkan hamba.Wahai Engkau yang Maha Kuasa di atas Segalanya tuntun hamba untuk menemukan jalan terbaik dalam kehidupan hamba. Amiiinnnn ....
Lalu Mayra mengaji,Zio yang mendengar suara Mayra yang sedang mengaji pun tampak urung untuk mengetuk pintunya. Awalnya ia ingin memberitahu jika jadwal keberangkatan mereka besok jam delapan pagi.
Sungguh kamu gadis baik Mayra.
***
Zio dan Mayra telah sampai di Bandara untuk menuju ke Ibu Kota.Meninggalkan semua kenangan mereka di Kota yang di penuhi dengan keindahan alam ini.
" Zio nanti kalo ke sini lagi kita ajak Rindi sama Tika juga ya pasti mereka seneng banget deh..." ucap Mayra sambil berjalan dengan menyeret kopernya.
"Hmmm..." jawab Zio acuh,sibuk dengan ponselnya,entah ia mendengar ucapan Mayra atau tidak.
" Oo...Ya kalo kamu punya temen cowok kenalin doong buat si Tika ngebet banget dia tu mo dapet cowo tajir... Hahaha"
" Hmmm ...." masih saja acuh.
Sampai akhirnya Mayra yang merasa aneh dengan jawaban berulang dari Zio pun menoleh dan mendapati Zio sibuk dengan ponselnya.
Elahh bangg di ajak ngobrol malah selingkuh sama handphone,orang uda ngomong sampe berbusa gini,di cuekinnya. Huhh .... Batin Mayra lalu melangkah dengan cepat meninggalkan Zio yang sibuk mengecek e-mail dari Radit.
Zio yang mulai sadar tak ada suara berisik Mayra pun menoleh dan tak mendapati Mayra di sekelilingnya.
Dasar gadis aneh,sukanya kabur-kaburan. Eh... Apa ini yang di maksud Fabio jinak-jinak merpati itu .... Hahh astaga ... Aku tak percaya ini ... Batin Zio tak percaya dengan dirinya bisa dengan mudah memahami wanita lewat tingkah Mayra.Padahal dulu ia sempat berfikir lebih mudah melanjutkan S3 daripada belajar tentang wanita.
Zio hanya menggeleng pelan serta menyunggingkan senyum menawannya mengingat hari-harinya ketika di musuhi Mayra.
》》》》》》
Gimana ada yang baperrr gakk ???
Jangan lupa dukungan buat authornya yaaa 💚💚💚
__ADS_1