KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Rumah


__ADS_3

Kini Mayra dan Zio sedang berada di mobil menuju Rumah Utama untuk makan siang bersama Opa. Setelah sebelumnya mereka mnenemui Dokter Psikologis Zio. Mayra yang memaksa, karena ia ingin mengetahui keadaan Zio yang sebenarnya. Dan benar saja, segala therapy telah di jalani Zio selama ini namun sama sekali tak menunjukkan perubahan jika tentang wanita. Bahkan Dokter berkata Zio masih berdiri tegak dengan otak briliannya adalah sebuah mukjizat, karena kebanyakan orang yang memiliki trauma seperti Zio sering berakhir buruk.


Mayra bahkan sempat bertanya kiat-kiat penyembuhannya, ia cerewet sekali bertanya ini itu pada sang Dokter. Bahkan Zio sampai jengah dengan obrolan yang terus berulang dalam hidupnya selama dua puluh terakhir itu.


" Jadi Zio, kamu ingetkan apa kata Dokter tadi ? kamu harus perlahan memaafkan, menerima, mengikhlaskan kepergian Mama kamu meskipun memang sakit. Tapi ini semua juga demi kesembuhan kamu. Kamu harus berusaha bangkit dari semua masa itu. Aku akan bantu sebisa aku. Membuat memori indah supaya kamu gak terus-menerus ingat hal buruk itu. Setuju ?"


" Ya, terserahmu saja." dengan menyandarkan kepala pada bahu Mayra, sungguh penat dirasanya mendengar penjelasan Dokter yang super panjang juga lebar barusan.


Kasiannya ganteng-ganteng gak bisa sentuh wanita, untung masih normal. Batin Mayra dengan mengingat saat dinner pertamanya bersama Zio yang membuatnya bisa merasakan betapa masih normalnya Zio, seketika bulu halus dalam tangannya berdiri dengan wajah merah merona tak terkondisikan. Radit sampai mengerutkan dahi melihat keduanya yang tampak aneh, yang satu nampak tenang bersandar yang satu seperti gadis yang sedang dihujani rasa cinta.


Mobil berhenti ketika sampai di Rumah Utama, ketiganya bergegas memasuki Rumah lalu melenggang pada ruang makan dengan Opa yang telah menunggu sedari tadi. Bahkan Kalista dan Mama Renapun terlihat ikut menunggu.


Dasar gadis rendahan. Pake apa kamu godain Ka Zio ? tubuhnya aja kerempeng ga ada isinya gitu. Cih !


Ketiganya terduduk lalu menikmati makan siang dengan khidmat, kecuali Mayra dan Kalista yang sama-sama tak berselera karena kehadiran satu sama lainnya.


" Tambah lagi Mayra, biasanya kamu makan banyak." Suara Opa memecah kesunyian.


Mayra tersenyum canggung, " Ini sudah banyak kok Opa." jawabnya kemudian.


" Makan yang banyak, biar ada isinya tu badan. Nggak kaya lidi." ucap Kalista menemukan bahan olokan untuk Mayra. Seketika membuat Radit menoleh padanya.


Beraninya anda Nona !


Zio masih nampak datar tak menunjukkan ekspresi apapun, namun tangannya langsung meraih beberapa lauk lalu menyuapkan pada Mayra. Yang di suapi akhirnya hanya menurut dan tak melayangkan protes.


" Tak perlu mendengar cicak bercicit, cukup jadi diri kamu apa adanya karena aku akan selalu suka."

__ADS_1


Apa ?! cicak katanya ! sial !!!


Dengan iringan tawa tertahan dari Opa, Mama Rena juga Radit. Membuat Kalista semakin geram dalam hati namun masih tetap menampakkan raut biasa bahkan sempat tersenyum membalas senyuman penuh kemenangan dari Mayra.


" Manisnyaa... Tadi nafsu makanku memang sedikit hilang, tapi karena kamu aku jadi semangat lagi. Makasih sayang ..." dengan mengelus pelan pipi Zio, sekalian saja jatuhkan dia ke dasar kolong pikir Mayra dengan melirik pada Kalista. Yang dilirik hanya membuang muka, jengah dengan tindakan manis Zio pada Mayra.


Zio sampai menerbitkan senyum yang di anggap langka oleh Opa juga Mama Rena karena ucapan Mayra, meski dia tau Mayra hanya tak ingin kalah dari Kalista. Namun hatinya masih berbunga saja mendengar kata yang menurutnya manis terucap dari mulut mungil Mayra yang biasa hanya mengomel bahkan mamakinya itu.


" Jadi kapan hari bahagia kalian di laksanakan ?" ucap Opa setelah mereka semua beralih pada ruang keluarga, karena telah selesai makan.


" Kata Ibu akhir bulan ini Opa."


" Menikah ?"


" Hah ? bukan ... Tunangan Opa." Mayra terlihat gelagapan, karena niatnya ia akan bersama Zio beberapa bulan saja tidak mau sampai menikah.


" Lho kenapa tidak langsung menikah ?"


" Sebenarnya Opa ..." Ucap Mayra dengan meragu.


Ayo May... Pikir pikirr sebenarnya apa ??? astagaaaa ...


" Mayra punya satu keinginan." ucapnya kemudian, setelah mendapat sebersit ide gila.


" Keinginan ? apa itu ?" kembali tatapan mata lima pasang manusia di hadapannya mengarah padanya. Sebenarnya ia malu sekali tapi tak ada jalan lain pikirnya.


" Mayra mau punya Rumah sendiri. Jadi setelah nikah bisa langsung di tempati. Ini impian Mayra sejak kecil Opa. Bolehkan Zio ?" dengan melempar senyum pada Zio yang berada di sampingnya.

__ADS_1


Zio nampak sedikit menahan senyum, " Tentu saja." Hanya sebuah rumah adalah hal yang sangat mudah untuk keluarga Wijaya Mayra.


" Ahh.. Ya tentu saja Opa sendiri yang akan menghadiahkan Rumah untuk kalian. Itu bukan hal sulit Mayra."


" Cih ... Belum apa-apa sudah memoroti !"


" Kalista memang seperti ini Mayra, maafkan dia ya ?" Ucap Mama Rena yang merasa tak enak pada Mayra karena ucapan sembarangan Kalista.


" Iya Tante, Mayra bisa mengerti dengan segala ketidak matangan Kalista dalam berfikir." membalas senyum Mama Rena lalu kembali pada Opa, " Tapi bukan Rumah yang seperti biasa Opa. Mayra mau Rumah dengan desain sesuai keinginan Mayra. Jadi harus bangun dari awal, Mayra gak mau kalau gak seperti Rumah impian Mayra sejak kecil. Bisakan Opa ?"


" Memang Rumah yang seperti apa ?"


" Ala kerajaan."


Seketika semuanya menunjukkan ekspresi melongo tak percaya. Rumah ala kerajaan di antara sempitnya Ibukota. Apa Mayra sungguh-sungguh pikiran dalam benak mereka melayang membayangkan Rumah ala kerajaan di Desneyland.


Mayra tak punya pilihan lain hanya dengan itu ia bisa membuat Opa jadi berpikir dua kali untuk menjadikannya istri Zio. Dia ingin berusaha sebisanya agar pernikahan ini di batalkan oleh Opa sendiri. Hingga berbuat segala hal aneh.


Karena membangun Rumah membutuhkan banyak waktu, ia akan berpura-pura bertengkar hebat dengan Zio jika jalan pembatalan lewat Opa tak kunjung tiba. Sebuah rencana yang begitu cemerlang batin Mayra dengan senyum cerahnya.


Opa mulai tersadar, " Ya tentu saja, kamu boleh membangunnya Mayra. Opa akan datangkan langsung Arsitek dari California untuk mempercepat pembangunannya."


Kini semua mata beralih memandang Opa, benarkah Opa akan mewujudkan keinginan aneh bin ajaib dari Mayra ini. Sebenarnya siapa yang gila disini, Mayra yang paling shock di antara mereka. Bisa-bisanya Opa mau mengabulkan keinginan mustahilnya. Astagaa !!


》》》》


Ada yang mau visual Zio Mayrakah ??

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak setelah baca dulu dong 🤗


💚💚💚


__ADS_2