KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Apartemen


__ADS_3

Mereka telah sampai di Apartemen milik Zio, bukan hiasan gemerlap ala Bintang Lima yang menyambut Mayra kini. Tapi, Apartemen yang elegan,dingin,juga hampa persis seperti karakter yang Zio miliki menurut Mayra.


Radit dan Seorang Dokter tengah terduduk menanti kedatangan Zio untuk menjahit lukanya.


" Kamu, masuklah ke kamar,bersihkan dirimu Mayra."


Mayra menelan salivanya kasar, "Baiiklah..." lalu berjalan menuju kamar Zio.


Kamar yang nampak elegan dan begitu rapinya seperti cerminan sang pemilik.


Hmmm....Ko wanginya khas dia banget ya ? sampe ke kamarnya gini lagi.hihii


Sementara luka Zio sedang di jahit oleh sang Dokter,Mayra mulai membersihkan diri setelah sebelumnya mengambil kemeja putih Zio untuk pakaian gantinya.


Karena proses penjahitan belum selesai juga,Mayra yang sudah kelelahan dengan peristiwa yang menimpanya hari ini pun tak bisa menahan godaan sang kasur king size dengan sprei putihnya seperti melambai-lambai ingin segera membuatnya terbuai.Akhirnya Mayra tertidur dengan pulasnya di kamar Zio.


Zio yang sudah selesai pun ingin ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Dan seketika terpana dengan hadirnya seorang wanita dalam kasur Apartemennya,tertidur dengan pulasnya seperti seorang Malaikat saja dengan balutan serba putih yang mengelilinginya.


Bahkan dia tak mengunci pintu ? ini sungguh berbahaya nona. Tingkat kewaspadaanmu begitu rendah.


Lalu Zio mengambil langkah untuk segera menuju kamar mandi,sebelum ketidak warasannya tak bisa terkendali.


Setelah selesai ia keluar untuk tidur di ruang tamu bersama Radit yang terpulas sedari tadi,di sofa single ruang tamu dengan posisi kurang nyaman sepertinya,namun karena lelah yang menerpa jadi terlihat begitu pulasnya.


Apartemen Zio hanya memiliki satu kamar utama,karena sudah di atur sejak awalnya.Hanya ada ruang kerja dan perpustakaan dalam satu ruangan yang berpintu selain kamar utama.Yang lainnya ruangan bebas seperti dapur,ruang makan,ruang tamu,ruang TV yang di sulap menjadi tempat fitnesnya.


Mayra terbangun di tengah malam,karena kelaparan tadi ia langsung saja tertidur tanpa mengisi perutnya yang mendapat demo terus menerus.Ia mulai berjalan ke luar dengan hati-hati takutnya membangunkan yang lain.


Hahh... Astaga ! ko tidurnya pada di sofa sih ? Apartemen segini gede masa kamarnya cuma satu ? tapi biasa aja sih,okay mah bebas.hihii Lalu melenggang menuju dapur dan membuka kulkas siapa tahu ada makanan apapun itu.


Kulkas segini gede,ko ga ada isinya sih ? gerutu Mayra yang hanya menemukan air mineral di dalamnya,lalu menenggaknya hingga separuh.

__ADS_1


Lalu mendengar gumaman tak karuan dari sebuah suara di ruang tamu. Siapa yaa.... Seraya melangkah pada asal suara.


Mayrapun terkejut karena Zio sudah basah kuyup oleh keringat dingin,secepat kilat Mayra mengambil tissu dan mengusap peluh Zio perlahan agar tak membangunkannya. Mungkin ini reaksi obat anti nyeri yang Zio minum pikir Mayra.


Setelah akan pergi,seketika Zio menggenggam erat pergelangan tangan Mayra." Ja ngan gii non,Sha...non aku cin..ta ka...mu" racau Zio dalam tidurnya.


*Apa ? Shanon ? mungkin dia kekasihnya kan ? tapi kenapa dia menyatakan perasaan ke gue ? ohh...mungkin aja dia mau balas dendam karena di tinggal pas lagi sayang-sayangnya.hihii


Let's go Mayra,kita berperan sebagai Sha ..non. Karena kamu telah baik hati menolongku,aku juga akan berbaik hati untuk menolongmu*. Sudah terkontaminasi banyak drama Mayra ini,hingga berfikir demikian.


"Baiklahh...Aku tak akan pergi sayang, beristirahatlah yang nyaman ..." bisik Mayra Dengan sedikit mendekat di telinga Zio.Namun malah ia sendiri yang begitu terpana dengan ketampanan tiada tara yang di miliki Zio.


Astaga...Ganteng banget sii bang ? emakmu dulu ngidam apa dah ? jadii pengenn...Ehh apaan sii Mayra sadar-sadarr .Seraya mengetuk-ngetuk kepalanya dengan tangan.


Tanpa di sadari Mayra,Radit sebenarnya juga mendengar racauan Zio.Namun Mayra lebih cepat menghampirinya,jadilah ia hanya berpura-pura tertidur dan mendengar semua ucapan Mayra.Bahkan ia heran sendiri karena Mayra memanggil Zio dengan sebutan sayang,bukannya marah karena Zio mengigaukan nama wanita lain.


Setelah Zio tenang,Mayra dengan perlahan melepas genggaman tangannya.Lalu mengambil langkah kembali ke kamar.


Zio tadi sedang bermimpi tentang bayangan sang Mama yang telah menyelamatkannya,rambut yang tergerai dari sang Mama membuatnya meracau ketakutan. Hingga Zio kecil duduk meringkuk ingin menghilang saja rasanya dari muka Bumi.Sampai akhirnya ada suara yang memanggilnya,lalu dengan segera ia menggenggam erat tangan wanita yang difikirnya Shanon hingga mengiba untuk jangan meninggalkannya.Lalu mendekapnya dalam pelukannya,ia mendengar suara yang begitu lembut menyapa telinganya,saat melihat wajahnya betapa terkejutnya ia bahwa wanita yang berada di pelukannya kini adalah Mayra yang sedang memandangnya dengan senyum penuh ketulusan.Namun ketika terbangun ia tak mendapati siapapun di sisinya,kecuali Radit.


Zio menghembuskan nafas kasar,lantas tertidur kembali.


***


Cahaya pagi menyapa,namun tak sampai di Apartemen milik Zio, terhalang oleh ketebalan hordengyang terpasang di jendela kaca besar Aparteman tersebut.


Mayra terbangun oleh suara kicauan burung,yang terasa menggelitik telinga.Segera ia bersiap mandi dan berganti baju kerjanya kemarin. Setelah siap ia keluar kamar dan mendapati Zio sedang memegang ponselnya.


" Kamu sudah selesai ?"


" Iya.. Silahkan kalau ingin mandi." dengan bibir melekuk senyum nan indahnya,lalu di iringi anggukan dari Zio.

__ADS_1


Hehe..ko jadi berasa gue yang punya Apartemen sihh. Batinnya seraya menggaruk kepala yang terasa sedikit gatal tersebut.


Ia lalu menghampiri Radit yang sepertinya sedang membuat kopi di dapur,setelah kepergian Zio.


" Haii... Saya Mayra,nama anda siapa ?"


" Anda bisa memanggil saya Radit nona."


" Kayanya kamu lebih tua deh,gak sopan dong kalo langsung panggil nama,gimana kalo kak ?"


" Saya sudah terbiasa nona,lebih baik anda memanggil saya Radit saja."


" Ahh...Ya okelah...Eeem,kamu siapanya Pak Wakil ?"


Radit memandang Mayra sekilas setelah mengaduk kopinya,mungkin agak aneh dengan panggilan Mayra untuk Zio." Asisten Pribadi,nona."


Mayra menelan saliva kasar mendengar jawaban Radit yang begitu dinginnya.Kenapa kalian berdua itu terlihat sama saja sih,kalo bosmu dah datar harusnya kamu ramah doong. Gerutu Mayra dalam hati dengan memalingkan wajahnya.


" Radit,duduklah ... Aku ingin bicara." pinta Mayra dengan menepuk kursi mini bar di sebelahnya.


Setelah Radit duduk,ia mendekatkan kepalanya ke telinga Radit," Sebenarnya Shanon itu siapa ? pasti kamu tahu kan ? " tanyanya pada Radit dengan nada berbisik takut di dengar oleh Zio.


Radit seketika membelalakkan mata,terkejut dengan apa yang di tanya oleh Mayra padanya kini.Hingga ia menoleh ke kiri menghadap wajah Mayra yang kian tak berjarak.


" Eehmm...Eehhmmm !!"


》》》》


hayo Radit sama Mayra mo ngapain hayooooo


💚💚💚

__ADS_1


__ADS_2