
Mayra melangkah dengan penuh suka cita sambil memeluk boneka berwarna merah muda denan tulisan ' i love you ' di tengahnya, dengan Zio yang berada di sampingnya lalu bodyguard yang menjaga di belakangnya.
Hingga berbagai wahana permainan terpampang nyata di hadapan Mayra kini membuatnya kian berbunga. Menyerahkan bonekanya pada bodyguard lalu menggandeng tangan Zio, menjelajahi berbagai permainan dalam pusat perbelanjaan tersebut.
Begitu bahagianya mereka berdua, mencoba berbagai permainan dengan canda tawa yang tak pernah surut dari keduanya. Tanpa mengetahui bahwa boomerang akan benar-benar akan datang menghampiri Zio.
" Zio aku haus .. " ucap Mayra di sela-sela permainannya.
Zio mengangguk, lalu melambaikan tangan memanggil bodyguard, " Kemana temanmu ?" tanyanya yang melihat hanya seorang bodyguard yang datang.
" Sedang ke toilet tuan." jawabnya dengan menunduk.
Zio mengangguk, " Belikan minuman."
" Maaf tuan, minuman apa tuan ?" masih dengan menunduk bahkan dengan suara sedikit bergetar tanda kegugupan.
" Kamu mau minum apa May ?"
" Boba aja yang rasa green tea yaa !" seru Mayra di tengah fokusnya memasukkan bola basket dengan ring yang begerak ke kanan dan kiri bergantian.
" Kau dengar kan ?"
" Iya tuan, saya permisi." Lalu melenggang meninggalkan Zio dan Mayra, mencari stand penjual Boba.
Tanpa Zio sadari, Mayra telah pergi meninggalkannya karena bosan dengan permainan bola basket yang berakhir dengan kekalahannya. Zio tampak bingung mencari keberadaan Mayra, ia berjalan kesana kemari dengan celingukan. Naasnya itu malah mengundang rasa penasaran para kaum hawa, hingga bergegas menggeromboli Zio.
" Hey .. Ganteng cari siapa ? sama kita aja ?" ucap mereka dengan menoel-noel lengan hingga pipi Zio.
Sontak saja membuat Zio yang tak bisa bersentuhan seujung kulitpun dengan wanita biasa, syok seketika. Keringat dingin mengucur deras dalam tubuhnya, sentuhan para wanita membuat ingatan masa lalu akan kejadian naas yang menimpa sang Mama untuk menyelamatkannya berkelebat silih berganti, kepalanya terasa berputar-putar dengan berbagai ingatan pilu yang yang menghampiri tiada henti. Kaki jenjang sebagai penopang tubuh bugarnya melemah seketika membuatnya tersungkur tak berdaya dengan aliran peluh yang tak kunjung sirna. Para wanita di buat panik melihat Zio yang telah terbujur di lantai,keributanpun tak terelakkan.
__ADS_1
Mayra yang mulai menyadari tidak ada Zio di sampingnya dan mendengar suara keributan langsung mengarah kesana, perasaanya kian tak menentu saja ketika langkahnya mulai mendekat karena melihat ujung kaki bersepatu yang persis dengan sepatu yang di pakai Zio tadi, hingga ia berlari mendekat menembus kerumunan wanita.
Betapa terkejutnya Mayra melihat Zio yang terbaring tak berdaya dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya.
Dengan segera ia bersimpuh,mengangkat kepala Zio ke pangkuannya," ZIO ?? KAMU KENAPA ?! BANGUN ZIO !! ZIIOOO !"
Bodyguard yang baru kembali dari toilet mendengar pekikkan Mayra lalu segera mendekat. Iapun terkejut dengan keadaan sang tuan, namun dengan cepat memapah di sisi kiri Zio dengan Mayra di sisi kanannya.
Zio sebenernya kamu kenapa ? Zio kamu ngga akan kenapa-napa kan ? Zio aku mohon ... Maafin aku tadi ninggalin kamu ... Ziooo . Batin Mayra begitu gelisahnya dengan keadaan Zio, hingga air mata telah meluncur bebas membasahi pipi mulusnya.
***
Mayra masih dengan setia menemani Zio yang terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit VVIP tersebut, memegangi tangan Zio mencoba memberi ke hangatan di tubuh yang begitu dingin itu, dengan aliran air mata yang semakin menganak sungai.
Zio, sebenernya kamu kenapa ? kumohon bangunlah ?! jangan membuatku merasa semenyedihkan ini , bangunlah Zio ... Kumohonn ...
Cklekk
Mayra mencoba memberanikan diri untuk bertanya, " Dokter, sebenarnya Zio kenapa ? jika pingsan kenapa tak kunjung bangun ? apa dia mengidap penyakit parah ? apa bisa di sembuhkan ?" tanya Mayra meluapkan semua pertanyaan dalam benaknya.
Dokter yang telah di beri peringatan oleh Radit untuk tidak membicarakan tentang trauma sang tuan pada sembarang orang pun hanya tersenyum simpul, " Ia tak apa nona, syok beratnya lah yang membuat jiwanya terguncang hingga membutuhkan waktu lebih lama untuk beristirahat." jelas sang Dokter.
Mayra kembali memandang Zio, syok ? syok karena apa ? apa kamu melihat Shanonmu itu berselingkuh tadi ? huhhh ... Aku benar-benar tak bisa berfikir jernih. Batin Mayra merutuki dirinya sendiri, lalu menggusar rambutnya asal.
Melihat sorot gamang dari raut Mayra membuat Dokter tak kuasa menahan tanya," Apakah ia kekasihmu nona ?" akhirnya pertanyaan itu lolos juga.
Mayra nampak bimbang menjawab apa, hingga akhirnya menampilkan senyum tulusnya. Dokter yang mengerti kebimbangan raut Mayrapun segera undur diri.
Huhh ... Aku ? sebenarnya siapa dan apa untukmu Zio ? Fyuuhhh ..... Batin Mayra dengan menyandarkan kepala di ranjang Zio, mencoba memejamkan mata dengan posisi terduduk dan tangan yang masih menggenggam erat Zio.
__ADS_1
Tak berselang lama Radit tiba ke ruangan Zio melihat Mayra yang terlelap dengan masih berada di samping Zio bahkan dengan menggenggam tangannya , membuatnya mendesah lega. Lalu meletakkan boneka merah muda hasil reward pasangan ZA di sofa.
Hahh ... Tuan, trauma anda itu begitu menganggu hari minggu berharga saya tahu ! berbeda dengan Mayra, Radit tak begitu panik dengan keadaan Zio kini karena ketika traumanya kambuh Zio memang akan terpejam bahkan bisa sampai dua puluh empat jam, itulah alasan Radit tak begitu manampakkan raut paniknya. Iapun bergegas untuk menunggu di luar bersama para bodyguard.
Di pertengahan malam Zio nampak mulai mengerjapkan matanya, memandang sekeliling.
Hahh ... Traumaku kambuh . Apa Mayra melihatnya ? di mana Mayra ? Zio tak sadar dengan tangan Mayra yang menggenggamnya dalam posisi tidur terduduknya.
Segera ia terbangun,barulah melihat kepala Mayra dalam ranjang tidurnya. Ia tersenyum mulai merasakan hangatnya tangan kanannya yang di genggam Mayra.
Ia mulai mencabut infus perlahan, memberi plester pada bekasnya kemudian. Lalu mengangkat Mayra dalam ranjangnya.
Pasti tak nyaman kan, tertidur dengan posisi duduk. Batin Zio dengan menaikkan ujung bibirnya. Lalu bergegas keluar mencari Radit.
Radit tertidur di ruang tuggu dengan seorang Bodyguard yang masih berjaga dengan siaga.
" Bangunkan dia, kutunggu di dalam." Titah Zio.
Bodyguard nampak terkejut dengan kehadiran sang tuan, lalu bergegas membangunkan Radit. Entah apa yang di bisikkannya hingga dalam sekejap membuat Radit terkesiap.
Radit masuk," Ada apa tuan ?" tanya Radit lalu melihat Mayra yang terpulas di ranjang menggantikan sang pasien.
" Apa Mayra mengetahui ?"
" Tidak tuan. "
" Bagus. "
Sebenarnya tak apa juga jika Mayra mengetahui, namun karena ego yang setinggi langit agar tak di anggap aneh oleh Mayra dan malah membuatnya semakin tak mau dekat dengan Zio, bahkan jika Mayra mengetahui tentang trauma Zio kemungkinan besar ia bisa mengendus siasat Zio yang menjadikannya kelinci percobaan. Itulah yang Zio tak mau, karena Mayra akan sangat membencinya jika mengetahui hal itu.
__ADS_1
》》》》
Terimakasih pembaca setiaa 💚💚💚