
Hari yang di nanti Mayra pun tiba,kini ia tengah berada di mobil setelah satu jam berada di pesawat.Menerawang pemandangan yang di penuhi dengan bibir pantai dari jendela mobil yang ia tumpangi dengan Zio kini,hatinya kian berbunga-bunga setelah Pak supir menghentikan mobilnya. Ia segera membuka pintu mobil dengan meniggalkan sandalnya di mobil merasakan lembutnya si pasir pantai menyambut kaki putih nan mulusnya. Hembusan angin yang begitu kuat, mulai menerpa rambut hingga dress putih tulang yang di pakainya kini hingga berkelebat tak tentu arah.
Zio mengulurkan tangannya pada Mayra, dan di sambut oleh Mayra mereka berjalan beriringan layaknya sepasang kekasih yang di mabuk asmara. Padahal kini mereka tak terikat hubungan apapun,Zio memutuskan untuk perlahan mendekati Mayra hingga sedikit demi sedikit mampu meluluhkannya. Itulah alasan kini ia hanya menikmati hubungan tanpa status ini,karena tetap bisa bersama dengan Mayra.
Tak berselang lama Mayra melihat penjual es krim yang mengayuh sepeda berada jauh di depannya kini," Zioo itu es krimm,aku mau ..." pinta Mayra
" Nanti saja." jawab Zio acuh,ia masih sibuk dengan ponselnya.
" Yang itu aja,ayo kejaarrrrr ...." Mayra menarik tangan Zio yang menggenggamnya sedari tadi membuat Zio terperanjat.
" Kita mau kemana?" tanyanya dengan langkah yang setengah berlari.
" Itu mau es krimnya ....hah.. hah" ucap Mayra dengan nada ngos-ngosan.
" Astaga ... Es krim ??" ucapnya tak percaya berlari hanya untuk mengejar tukang es krim.
" Iyaa... Ayo cepetan kejar keburu jauhh."
" Tunggulah di sini." Lalu mengambil langkah seribu untuk mengejar tukang es krim.
" Wuiihhh ... kenceng banget larinya,tau gitu ga usah ikutan lari tadi...huh..huhh"
Mayra menunggu Zio dengan duduk manis di sebuah kursi berpayung,berteduh dari sengatan matahari yang kian meninggi dan menyelonjorkan kaki yang kelelahan di ajak berlari tadi.
Zio pun tiba dengan membawa secantong es krim dan mengacungkannya pada Mayra," Nih..."
" Cuma satu ? "
" Iya,kenapa?"
" Kamu gak mau ?"
" Aku gak suka manis." ia terdiam sejenak lalu menoleh pada Mayra," Kecuali kamu ." mulai pintar menggoda Zio ini.
" Ii.. Apaan sii." ucap Mayra dengan tersipu lalu melenggang meninggalkan Zio.
" Hey... Kok di tinggal ?" ucap Zio seraya melangkah dengan kaki jenjangnya mengejar Mayra.
__ADS_1
Mayra bebalik ke belakang dan berjalan mundur," Ayoo kejarr ...Hahahaa " dengan tawa bahagianya sambil sesekali menjilati es krim di tangan kanannya.
" Awasss ..." pekik Zio,seraya berlari mendekat ke arah Mayra yang asyik berjalan mundur tanpa mengetahui di belakangnya sedang ada sebuah motor yang melintas membawa keranjang berisikan kelapa muda.
Bruaakkk
Terlambat, sepeda motor terlanjur banting setir dan menabrak pohon kelapa di sisi kirinya. Kelapa muda pun jatuh menggelinding tak karuan.
" Wooo.... Gimana sih mbak !! jalan tuh liat ke depan bukan liat belakang sambil pacaran !! bahaya mbak !! aduhhh... Bikin saya telat aja !! udah di tunggu orang banyak niihh !!" ucap si pengendara motor marah-marah tak jelas.
" Maaf Pak,saya gak sengaja." ucap Mayra dengan menunduk,takut melihat wajah garang si Bapak dan suara kencangnya.
" Yang salah itukan anda Pak, di wilayah pantai tidak di perbolehkan berkendara." ucap Zio membela diri melihat Mayra yang mulai ketakutan.
" Hellleh ... Tau apa situ hah ?! Saya banyak pesenan tau masa saya bawa sebiji-biji nih kelapa,dasar orang kaya kaga mikirrr !! ayo cepet bantuin saya,pungutin semuanya."
Beraninnya !!
Melihat Zio mulai mengepalkan tangan, Mayra segera menggenggam tangannya lalu berbisik, " Udah turutin aja,dari pada panjang urusannya." Zio menghembuskan nafas kasar,lalu mulai memunguti kelapa muda yang berserakan di pantai.
"Kan es krimnya belum abiss." sangkal Mayra dengan menampakkan wajah imutnya.
" Sini aku minta, panas sekali." dengan mengambil dua biji kelapa muda di tangannya,keringatnya nampak mulai mengalir membasahi tubuhnya hingga menampakkan tubuhnya yang begitu atletis.
Astagaa bangg, ga kuaatttt. Batin Mayra meronta melihat pemandangan yang begitu menggoyahkan iman di depannya kini.
Ia segera mnguasai diri," Jangan entar ketularan virus." jawabnya pada Zio.
Zio mengerutkan kening,"Virus ?" masih dengan telaten mengambili kelapa muda yang tinggal sedikit lagi memenuhi keranjang si pengendara motor.
" Virus remahan hihihii..." ucap Mayra dengan rekah bahagianya,Zio yang telah selesai memunguti kelapa muda pun menghampiri Mayra dan melahap gigitan es krim terakhir miliknya.
" Iiihh ... Katanya tadi ga suka manis,es krimku di embat juga ... Uhh" ucap Mayra dengan cemberut lalu melipat tangan di dadanya.
" Nanti kita beli yang banyak,se toko-tokonya mau kan ?" ucap Zio mencoba membujuk Mayra.
" Dihh ...Emang aku anak kecil apa di imingin begituan."
__ADS_1
Tiinnnn.... Tiiinnnn
" Woy ... Kalo pacaran liatin jalan ntar nabrak lagii !!!" pekik si pengendara motor.
" Iyeeeeee !!" pekik Mayra pula.
Zio dan Mayra berjalan beriringan menuju bibir pantai,setelah sampai mereka bermain kejar-kejaran dengan ombak yang yang datang silih berganti tiada henti,sungguh gembiranya.
"Zio... Kamu tau gak kerang apa yang ribet ?" tanya Mayra di tengah aksi mereka bermain-main air di bibir pantai.
Zio tampak mengerutkan kening,berfikir keras tentang jawabannya,Mayra yang tak sabar pun menjawab sendiri " Ahh lama.... Kerangka manusia .... Ahahahhh" Mayra berlari kecil dengan hati riang gembiranya.
Zio yang merasa di bodohi pun mengejarnya lalu menangkapnya dari belakang mengangkatnya serta berputar-putar dengan gelak tawa yang tak pernah surut dari keduanya.
" Udah ahh... Pusing niih." Zio pun menurunkan Mayra keduanya pun saling pandang dengan nafas yang tak beraturan. Hingga Mayra iseng mencipratinya dengan air pantai,Zio pun melakukan hal yang sama.
" Zio nanti kalo ke pantai lagi bawa balon yaa ?"
" Balon ?"
" Iya,aku mau buat harapan."
"Harapan ?"
" Harapan agar selalu bahagia apapun keadaanya." pungkas Mayra dengan melekuk senyum menawannya.
" Okey ... Next time."
Walaupun aku tahu tak akan ada nanti untuk kita Zio. Batin Mayra dengan memandang lautan lepas.Lalu beralih menatap Zio.
Zio menatap lekat manik jernih Mayra hingga kini wajah mereka kian tak berjarak.
Tanpa mereka sadari ada seseorang dengan kamera ditangannya yang sedang besembunyi memotret segala tingkah manis mereka sedari awal memasuki pantai.
》》》》》》
💚💚💚
__ADS_1