
Hari demi hari di lewati Mayra walaupun tak bisa seceria hari sebelumya, dan dua minggu berlalu dari hari perselingkuhan mantan kekasih brondongnya tersebut.
Hari sabtu waktunya bebersih kamar,semangatt !!
batin Mayra menyemangati dirinya sendiri.
Dari mulai membereskan benda-benda yang berserakan di lantai dilanjut mengganti sprei,menyapu,mengepel,mencuci baju-baju dan juga sprei.
Huuufft,cape juga ngerjain beginian ... Batin Mayra mengeluh.
Semua baik-baik saja,hingga saat Mayra akan menjemur di lantai tiga bangunan yang niatnya akan di bangun kost an juga namun masih terbengkalai.
Dengan hati riang gembira Mayra mulai menjemur sprei hingga baju demi baju. Fyuhh...**K**elar juga sambil meregangkan otot-otot tangan ke kanan dan kiri bergantian,hingga akhirnya ia menemukan hal yang paling tak ingin dilihatnya kini karena hanya akan membuka kembali luka yang masih menganga dalam hatinya.
Ya bunga-bunga hias pemberian Aldo bermekaran dengan indahnya tanpa memperdulikan hati Mayra yang sekarang terasa seakan runtuh di gerus luka.
Flashback on.
Ting
Aldo : May naik dong,gue uda diatas nih.
Ting
Mayra : Ngapain?
Ting
Aldo: Uda si,naik dulu gue ada sureprise buat lo.
Mayra : Ya bentar.
__ADS_1
Mayra yang mengenakan kaos oblong hitam dan celana joger itupun keluar kamarnya menuju ke lantai tiga,karena hari telah malam mungkin sebagian penghuni kost sudah terbuai alam mimpi.
"Ada apa sih do ko malem-malem kesini? kamu ga kenapa-napa kan?" tanya Mayra pada kekasihnya.
"Gpp,tadi pas pulang kampus aku ketemu abang-abang penjual bunga eh jadi keinget kamu,nih?" sambil menyodorkan pot berisi bunga mawar yang masih kuncup.
"Hahh ? ko bunga gini sih?" melongo Mayra tak percaya.
"Kenapa? inikan bangus.May mungkin aku ga punya cukup uang buat beli sebuket bunga yang indah buat kamu,dan hanya bisa kasih kamu tanaman mawar beserta potnya.Karena seperti itulah bentuk perasaanku untukmu May akan selalu hidup dan bermekaran dengan indahnya setelah kamu rawat dan jaga dengan baik,kamu harus inget ini ya May kalo aku akan selalu sayang dan selalu cinta sama sama kamu apapun keadannya.Seperti mawar ini,yang akan selalu hidup jika kamu rawat dengan baik." ujar Aldo panjang lebar.
Uuww soo sweet .... Batin Mayra yang telah dimabuk asmarapun meleleh seketika.
Dengan wajah merona bak jambu merah ia menerima bunga yang masih kuncup tersebut.
Namun tangannya tertahan oleh tangan Aldo yang menggenggamnya erat di bawah pot bunga tersebut.
"Happy anniversary first mont honey,i love you..." tangan kanannya meraih tengkuk Mayra seraya mengecup lembut kening Mayra,dan tangan kirinya memindahkan pot ke arah kiri dengan masih ada tangan Mayra diatasnya lalu merekapun berpelukan begitu nyaman,hangat,dan mendebarkan tentunya.Mayra dapat mendengar debaran jantung yang berpacu begitu cepatnya dari dada bidang pria tampan yang kini menjadi kekasihnya tersebut,begitu pula dengan jantungnya yang tak kuasa menahan semua gejolak ini hingga ingin melompat saja rasanya.
"Mau kemana May ?" tanya Aldo pada Mayra yang mulai berjalan menjauh membelakanginya.
"Ini mo naro potnya..." fyuuuhhh ....Hey jantung tenanglah batin Mayra sambil menepuk pelan dadanya sambil menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya kasar.
Duhh kaya abg aja gue,beginian aja langsung dag..Dig..Dug
Belum selesai berkomitmen dengan jantungnya, Aldo sudah memeluknya dari belakang sambil menunjuk ke langit.
"Liat deh bulannya cantik banget May,kaya kamu..." menunjuk bulan purnama yang bersinar begitu indahnya di antara kegelapan malam,lalu menatap manik mata yang memancarkan keindahan di bawah sinar rembulan.
Merekapun saling pandang penuh cinta,dibawah remang-remang sinar sang rembulan.
Walaupun hubungan pacaran mereka baru satu bulan mereka sudah saling mengenal dan saling memahami satu sama lain sejak setengah tahun lalu.
__ADS_1
Saat Aldo yang di keroyok oleh para brandal di sekitar kostnya,Mayra yang kebetulan lewat langsung dengan sigap menelfon Polisi.Setelah Polisi datang Mayra menolong Aldo yang babak belur lalu membawanya ke rumah sakit.
Dokter memberitahu jika tangan kanan Aldo patah karena beringasnya para berandalan memukulinya.Karena kondisi Aldo yang memprihatinkan wajahnya babak belur penuh luka yang sedikit menodai ketampanannya dan tangannya bahkan patah Mayra tak tega untuk meninggalkannya dan hanya menungguinya di Rumah Sakit.
Setelah mendengar semua cerita Aldo,bahwa dia anak dari panti asuhan dan keluar sejak lulus SMA dan kini berkuliah dengan biaya dari dirinya sendiri yang banting tulang siang dan malam,karena Aldo termasuk anak yang cerdas ia kadang dapat beasiswa dari kampus walaupun tidak keseluruhan.
Mayra terlihat iba pada Aldo hingga saat keluar Rumah Sakit ia sering berkunjung ke kost Aldo membawakannya makanan dan merawatnya,karena tangannya yang patah Aldo jadi susah bergerak dan Mayra yang tak tegaanpun selalu ada di saat-saat sulit Aldo.
Aldo termasuk orang yang sulit membuka hati untuk orang lain hingga terkesan orang yang cuek,namun karena kelembutan dan kasih sayang Mayra yang begitu tulus terpancar dari matanya Aldo jadi jatuh cinta pada Mayra.
Itulah yang membuat Mayra kagum padanya kecerdasannya,perhatiannya,kata-kata manisnya,kerja kerasnya untuk menggapai mimpinya.Hingga saat Aldo mengungkapkan perasaannya Mayra terlihat begitu bahagianya seperti mendapatkan bintang saja,ia pun menerima Aldo.
" Gomballlll..." jawab Mayra seraya melepas pelukan Aldo dan berjalan menjauh.
"Pulang sana uda malem ." ucap Mayra lalu pergi menuruni anak tangga dengan debaran jantung yang berpacu begitu kencangnya. Aduuuhh jantung tenanglahh aku masih mau hidup keluh Mayra yang merasa dirinya penyakitan sambil masuk ke kamarnya.
Flashback off
Aaarrrgghhh.....Aaaaarrrgghhh....Aaaaarrrghh !!!!!!!
Amarah sudah tak tertahan dalam dada Mayra,ia memecahkan semua pot bunga pemberian Aldo hingga berserakan tak karuan.
"PALSU DO,SEMUANYA PALSU,CINTA LO PALSU,BULLSHITT SEMUANYA AAArrgghh.....!!!!" teriak Mayra sambil menginjak bunga yang telah bermekaran dengan indahnya,ia lalu meringkuk menangis sejadi-jadinya tangisan yang tertahan oleh sahabatnya dua minggu lalu ia keluarkan semuanya,sakit di dadanya kembali menyeruak luka yang masih basah itu seolah tergores kembali oleh kenangannya bersama Aldo dalam ingatannya tadi.
Tika terlihat berlari menaiki anak tangga dengan tergopoh-gopoh khawatir jika sesuatu terjadi pada sahabatnya yang sedang di landa patah hati tersebut.
"Mayy ....." ia begitu syok degan keadaan Mayra saat ini, dengan air mata menggenang Tika menghampiri Mayra.Seolah merasakan betapa hancur sahabatnya itu iapun langsung membawa Mayra dalam pelukannya,mengusap lembut punggung Mayra memberikan kehangatan pada raga yang terlihat sebegitu hancurnya.
,,,,,,,,,
💚💚
__ADS_1