KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Berbeda


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan panjang, kini Mayra telah sampai di kostnya. Ia mulai membuka pintu kamarnya.


Ya... Inilah duniaku ... Fyuhhh. Batin Mayra berdecit,pandangannya menyapu ruangan yang terdapat single bed dengan sprai pink yang sudah memudar ,lemari dua pintu, dan berbagai kesederhanaan lainnya,sangat berbanding terbalik dengan Apartemen milik Zio bahkan dunia yang mengelilingi Zio,hingga membuatnya merasa tak pantas untuk Zio.


Hey hati ... Cukup dengan segala kebaikan yang dia beri.Jangan sampai kamu terpenjara olehnya hingga melupakan pahitnya kehidupan nyatamu ini. Ya... Kemarin adalah mimpi dan kini aku telah terbangun. Batin Mayra menguatkan dirinya sendiri agar tak goyah oleh kebaikan yang Zio beri.


Ia mulai membuka koper berisikan pakaian kotornya kemarin,koper beserta baju pemberian Zio untuknya yang sebenarnya di persiapkan oleh Radit. Ia pun Mengeluarkan baju kotor dalam plastik lalu segera mencucinya. Ketika melewati pintu kost Tika nampak sepi senyap saja,mungkin main keluar pikirnya dan melanjutkan aktifitas mencucinya.


***


Mayra tertidur dengan pulasnya setelah mencuci,hingga suara ketukan pintu membangunkannya.


" May... Lo uda pulang ? buka dong,kangen gue ma elu May."


Dasar si bawal,brisik mulu kerjaannya.


" Apa si Tik ?" tanya Mayra setelah membuka pintu kamarnya.


Tika langsung saja menyerobot masuk mengaduk-aduk isi koper baru Mayra," Ko gue ga di bawain oleh-oleh sii May ?" ucapnya dengan cemberut lalu melipat tangan di dadanya.


" Gimana mo nyari begituan Tik,beli buat diri gue sendiri aja ga sempet."


" Yahh... Rugi banget dah liburan lo May."


" Ii... Apaan sih ya nggak rugi lah,buktinya otak gue uda fresh gini." ucap Mayra dengan menampakkan wajah sumringahnya.


" Di kata ikan tuna pake fresh segala." celetuk Tika.


" Uda tenang aja,ntar kalo gue liburan lagi gue bawain yang banyak buat elo." ucap Mayra dengan mengedikkan kedua alisnya,lalu menepuk pelan punggung sahabatnya.


Mayra memutuskan untuk tak menceritakan tragedi naas yang di alaminya pada Rindi dan Tika,karena mereka pasti akan heboh dan makin mengkhawatirkan keadaannya.


" Jadi May,ceritanya lo uda jadian ni sama Zio ? ciee... Cieee"


" Nggak."

__ADS_1


" Lah trus liburan kemaren ngapain ? bukannya lo di tembak ama dia waktu sunset di pinggir pantai kaya di Film gitu May,pasti romantis banget kan May?" tanya Tika menyelidik.


Mayra tergelak,mengingat ia yang malah menampar Zio karena melihat ada nyamuk bertengger dengan tenangnya di pipi Zio di waktu sunset yang di bicarakan Tika.


" Dihh... Malah senyum-senyum sendiri,cerita kali May ama jomblo yang gagal maning, gagal maning ini."


" Iih... Uda sana bebersih bau nih..."


Tika pun melenggang dari kamar Mayra,meninggalkan Mayra yang tersenyam-senyum sendiri mengingat kelebatan liburan indahnya bersama Zio kemarin.


***


Radit nampak heran dengan kelakuan tuannya yang sedari tadi menyunggingkan senyumnya yang tiada henti,bahkan dengan memegangi pipi yang terlihat terdapat sedikit bintik kecil entah karena apa fikir Radit.


" Tuan,bagaimana dengan liburannya ? apakah berjalan lancar ?" tanya Radit pada akhirnya.


" Yaaa ..."


Hah ? apa itu yang anda maksud sebuah jawaban tuan ?


" Yaaa...." dengan rekah senyum menawannya,mengingat betapa gembira ia dan Mayra bermain ombak di Pantai.


Astagaaaa


" Baiklah tuan saya permisi."


" Yaa ...."


Saya baru mengetahui,jika bahagia, anda itu sangat irit berbicara. Fyuhhhh.... Batin Radit dengan menghela nafasnya panjang.


Zio memang sedang berbahagia tiada tara,karena ini moment pertamanya bermain di Pantai apalagi di temani oleh Mayra,membuatnya semakin berbunga-bunga.Wajah datar yang biasa ia tampakkan kini berganti dengan bibir yang melekuk senyum dengan indahnya,sungguh bahagianya ia.


Hingga Radit yang masuk kembali untuk menjemputnya meeting pun tak percaya dengan rekah senyum yang tak kunjung menghilang jua dari sang Tuan.


Astaga jika para karyawan melihat ini,aku yakin mereka akan berteriak dengan histerisnya.

__ADS_1


Namun yang di harapkan Radit sirna seketika,melihat Zio yang keluar ruangan kebesarannya dengan wajah datar ala manekinnya.Hahaa


***


" Apa May lo liburan bareng Zio ?" tanya Rindi di sela-sela ritual makannya.


" Iya.. " ucap Mayra dengan menyedot jus tomat miliknya.


" Jadi lo udah pacaran gitu sama dia ?" tanya Rindi dengan mengerutkan keningnya.


" Enggak."


" Lah trus ? Menjalani hubungan tanpa status ? pacaran boongan ? lo jadi kekasih palsunya Zio,gitu maksud lo?" tanya Rindi menyelidik.


" Ampun dah mba detektive,udah kaya dosa apa aja gue nanyanya ampe ngerentet gitu."


" Ya,abis aneh aja gue May. It's okey kalo lo mau balas budi baik dia karena udah nyelametin elo.Tapi, jangan sampe elo tenggelam dalam semua kebaikan yang belum tentu nyata May,ngerti kan maksud gue?"


" Iya Rin, emang semua ini ngga nyata,dunia gue sama Zio itu gak bisa di satuin.Ngerti banget ko gue." ucap Mayra dengan menelan saliva yang seperti biji kedondong saja rasanya,sangat menyesakkan.


" Bukan gitu maksud gue May, please deh." dengan meraih bahu Mayra dengan tangannya,melihat raut Mayra yang kian memerah menahan tangis,membuatnya tak tega sebenarnya,namun ia harus bicara sekarang daripada Mayra tersakiti lebih jauh lagi," Tuh kan ,belum apa-apa lo uda kaya gini. Maksud gue tu kita masih belum tau niatnya Zio May... Jadi harus ati-ati,gue gpp kalo emang Zio beneran sayang sama elo,malah gue bahagia elo beneran dapet jodoh 1000% itu. Tapi,kalo ternyata Zio nggak setulus itu gimana ? cuma elo yang bakalan tersakiti disini May,ngerti kan?" ucap Rindi dengan panjang lebarnya lalu membawa Mayra dalam dekapannya.Memberi dukungan moril untuk Mayra yang nampaknya mulai goyah dengan pesona Zio menurut Rindi.


Mayra melepaskan pelukannya dengan Rindi,Menarik nafas sekuat-kuatnya lalu membuangnya kasar.Mencoba melepas semua hal-hal yang berkecamuk dalam fikirannya.


" Iya Rin,gue ngerti kok. Lo tenang aja ya,gue ga bakalan berharap banyak ko ke Zio." ucapnya dengan senyum penuh ketulusannya.


Awass aja Zio,kalo sampe niat lo deketin Mayra cuma buat manfaatin dia.Bener-bener lo ga pantes buat gadis sebaik dia !! batin Rindi berdecit dengan tangan yang menggeram di bawah meja kantin kantornya.


》》》》


Wahhh.... Terima kasih readers yang baaik hati untuk semua like,koment dan supportnya buat author ...


dukung terus " KEKASIH PALSU " yaaa ....


Sarangheyooo 💚💚💚

__ADS_1


__ADS_2