Kembar Nakal Sang Pewaris

Kembar Nakal Sang Pewaris
117. Waktu Tidak Bisa Diputar


__ADS_3

Eros sempat memejam. Memikirkan banyak hal juga. Tapi setelah semua, ia rasa anak ini tidak mau dihadapi dengan kelembutan.


Dia mau ketegasan.


"Jika bukan kamu yang mengundang saya, saya tidak akan tahu apa-apa mengenai kalian." Eros menjawab jujur.


"Ja nande—" [Lalu kenapa—]


"Karena saya tidak tahu. Saya tidak tahu apa-apa." Eros membela dirinya dengan kenyataan. "Saya tidak tahu nama kalian, tidak tahu rupa kalian, bahkan tidak tahu kalian ada. Saya tidak tahu. Saya mencari Hestia. Hanya Hestia, karena yang saya tahu, Hestia hanya sendirian."


Ekspresi Yujerian mengeras. "Kamu berhubungan dengan Haha-ue lalu berkata tidak tahu?"


Jepang adalah negara yang lebih terbuka dari negara mereka, jadi Eros segera paham bahwa anak ini memahami bagaimana seorang anak bisa menjadi anak. Namun ....


"Saya dan Hestia tidak saling mengenal saat itu."


"Kalau begitu—"


"Ya, Yujerian, kami berhubungan tanpa memikirkan tanggung jawab." Eros menarik napas, agak kelepasan. "Kamu benar. Saya dan ibumu juga, kami berdua sama-sama tidak berpikir kamu dan Yuveria akan terlahir."


"Lalu kenapa kamu merasa memiliki hak atas kami?" Yujerian membalas sengit. "Kenapa kamu memaksa Haha-ue menerimamu? Jika memang sejak awal tidak mengharapkan aku dan Yuve, tinggalkan saja kami selamanya! Untuk apa kamu sekarang datang?! Menurutmu itu bisa mengganti semua hari yang kami lalui?"


"Saya—"


"AKU TIDAK BISA MENERIMAMU BAHKAN JIKA KAMU BERSUJUD!"

__ADS_1


Akhirnya dia jujur.


"AKU TIDAK BISA MENERIMA APA PUN ALASANMU! KAMU MATI, KAMU LUMPUH, KAMU TIDAK TAHU, ATAU DUNIA KIAMAT SEKALIPUN DI TELINGAKU HANYA TERDENGAR SEPERTI ALASAN MATI!"


Eros mengatup mulut. Melihat anak itu memegangi dadanya lagi, terengah-engah tapi menangis.


"Kamu pikir aku bersabar untuk ini?!"


Wajahnya dirambati keputusasaan. Namun dia terus berteriak begitu melepaskan rem yang selalu dia tekan setengah-setengah.


"Kamu pikir maaf bisa memperbaiki segalanya?! Aku menghitungnya! Aku menghitung hari di mana aku menghabiskan waktu sendirian melihat Haha-ue berdiri di dekat jendela, Yuve menangis memikirkannya sementara aku! Aku melihat kenyataan bahwa kamu yang mungkin mereka pikirkan, yang mereka tangisi, itu cuma orang tolol yang tidak tahu tentang kami!"


"...."


Eros tetap diam. Membiarkan Yujerian memuntahkan segalanya.


Baiklah, kalau itu beban dia.


Anak ini, dia tidak peduli Eros berjanji akan bersamanya kedepan. Dia tidak peduli apa yang Eros berikan.


Yang dia lihat hanya hari-hari mengerikan dia sendirian, mendampingi adik dan ibunya yang sama-sama terluka dan menyembunyikan luka mereka.


"Yujerian."


"DAMARE!" [Tutup mulutmu!]

__ADS_1


"Waktu tidak bisa diputar."


"Lalu kenapa?!"


"Saya tidak bisa datang ke masa lalu dan memeluk kamu yang ketakutan."


Anak itu membeku.


Eros berjalan mendekat, lalu berlutut di depannya.


Dipegang kedua bahu kecil itu, tahu betul bahwa dia telah menanggung beban yang jauh lebih berat dari tubuhnya sendiri.


"Itu yang bisa membuatmu memaafkan saya, kan? Di malam-malam kamu menangis sendirian, malam kamu ketakutan karena ibumu berjalan sendirian, malam di mana adikmu bermimpi buruk mengenai saya, kamu ingin saya datang memeluk kamu, menanggung semua itu sebagaimana semua orang melakukannya. Tapi, Anakku, Ayah tidak bisa. Bagaimana melakukannya?"


Perlahan-lahan, tangisan Yujerian menguat. Dia terus memegangi dadanya dan merintih kesakitan.


"Apa menyakitkan?" Eros memegangi tangan Yujerian yang mencengkram dadanya sendiri. Bisa ia rasakan detak jantung Yujerian melonjak pesat. "Apa ini menyakitkan karena Ayah?"


Sensasi panas di mata Eros sebisa mungkin ia tahan. Mendekap tubuh kecil putranya, yang kini tak lagi bisa mengatakan apa-apa selain rintihan.


Mulai sekarang Eros berjanji, bukan pada Yujerian atau Hestia melainkan diri sendiri.


Tidak akan pernah ia biarkan dada ini sakit lagi karena kekosongan.


...*...

__ADS_1


__ADS_2