Kembar Nakal Sang Pewaris

Kembar Nakal Sang Pewaris
67. Membayar Kesalahan


__ADS_3

"Kamu sudah makan?" Ia akan berpura-pura seakan itu memang salahnya. "Ada apa? Apa makanannya tidak enak?"


Yuveria menunjuk cumi di atas piring. "Yuve kono ika iyada." [Yuve tidak mau cumi-cumi yang itu.]


Karena dia mengucapkannya dalam bahasa Jepang, maka Eros membalas dengan bahasa sama. "Lalu kamu ingin apa?"


"Yuve ingin cumi bakar yang Yuve pernah makan."


"Seperti apa cumi yang pernah kamu makan?"


"Tidak tahu. Haha-ue membelinya jadi Yuve hanya makan."


Cuma Yujerian yang tahu dia berbohong, karena Yujerian dan Yuveria sering membuat cumi bakar berdua.


...*...


Sepanjang hari ini Eros benar-benar dibully. Gara-gara Yuveria tidak mau makan cumi yang di buatkan koki, mereka langsung membeli cumi bakar dari koki restoran Jepang terbaik di kota yang merupakan orang Jepang juga.


Tapi Yuveria masih protes dengan berbagai alasan.


Karena semua cuminya di hidangkan di piring sementara dia maunya ditusuk. Tapi dia tidak bilang agar Eros kesusahan.


Pada akhirnya malam tiba, Eros dimarahi karena anaknya tidak mau makan dan Eros malah tidak tahu mereka mau makan apa, lalu dimarahi lagi karena Eros mau membawa mereka pergi ke rumah lain.


"Mereka berdua cucu Ibu! Mau kamu bawa ke mana mereka jika bukan di rumah ini?!"

__ADS_1


Akhirnya karena tak mau tertahan, Yujerian membantu dengan berkata, "Kami ingin pulang, Oba."


Ekspresi Laura langsung berubah lembut. "Sayang, tinggallah di sini. Jika ayahmu ini tidak becus dan menelantarkan kalian, maka Nenek—maksud Nenek, Oba yang akan merawat kalian. Ayo, ayo. Kemari. Tidur bersama Oba saja. Abaikan saja ayahmu yang tidak berguna itu."


"Bisakah kami pulang dulu?" Yuveria memelas. "Rumah Oba sangat besar. Kami takut tinggal di rumah besar."


Ekspresi membunuh Laura lagi-lagi di arahkan pada Eros.


Perkataan cucunya menyiratkan mereka terlalu terbiasa hidup miskin sampai takut tidur di rumah besar.


Sementara Eros hanya menutup mulut. Diam saja membiarkan anaknya puas.


Meski harus melewati drama panjang, mereka akhirnya bisa pergi.


Yuveria tidur di helikopter memeluk leher Eros yang mengusap-usap punggungnya lembut.


"Nande damatteta no?" Pada akhirnya ia penasaran. [Kenapa diam saja?]


Eros meliriknya. Agak ragu tapi tetap mengulurkan tangan, mengusap kepala Yujerian.


"Anggap saja Ayah membayar kesalahan Ayah pada kalian."


Bibir Yujerian terkatup. Ia tak mengatakan pada siapa pun bahwa ada sesuatu di dadanya yang berdetak dan ia takut itu sesuatu yang tidak seharusnya.


...*...

__ADS_1


Setiba di rumah, keduanya berlari kencang mengetahui Hestia berada di dalam rumah.


Akhir-akhir ini ibu mereka sangat sulit ditemui. Meski mereka berdua juga sudah paham dari penjelasan Mandala mengenai situasi Hestia, tetap saja mereka terbiasa akan keberadaan ibu mereka.


Yuveria yang paling pertama merentangkan tangan. Melompat ke pelukan Hestia sementara Yujerian datang setelah ini.


Rasanya sudah sangat lama sampai ia menyingkirkan rasa malunya sebentar untuk bertingkah kekanakan.


"Haha-ue malam ini menginap?"


Tapi keduanya langsung murung ketika Hestia menggeleng.


"Yurushite, Yuuki, Yuui. Mama benar-benar ingin menemani kalian. Sebagai gantinya, besok Mama akan bersama kalian sepanjang hari. Hm? Boleh, kan?" [Maafkan Mama, Yuuki, Yuui.]


Yujerian mengusap-usap punggung Yuveria agar adiknya tak menangis. "Hai, Haha-ue. Kami mengerti Haha-ue melakukannya karena alasan yang benar. Kami baik-baik saja."


"Gomen ne." Hestia mengecup wajah mereka berdua.


Duduk begitu saja di lantai agar keduanya bisa bebas memeluk ibu mereka, paling tidak agar perasaan mereka terobati.


Dari jauh Eros hanya tersenyum. Mengisyaratkan untuk pelayan membawakan beberapa makanan. Anaknya tadi memang tidak mau makan di depan Laura.


Hestia sedang menyisir rambut Yuveria ketika mendengar suara perut anaknya berbunyi.


"Ara? Onaka suita no? Chichi tidak memberi kalian makan?" [Loh? Kalian lapar?]

__ADS_1


*


__ADS_2