Kembar Nakal Sang Pewaris

Kembar Nakal Sang Pewaris
120. Bersenang-Senang di Laut


__ADS_3

"Sahna, ayo pergi ke sana."


Yujerian menarik pelampung adiknya sekaligus Sahna sebelum mereka pergi lebih jauh sementara mereka berenang secara langsung di laut.


"Abunaidaro, baka." Yujerian menyentil kening adiknya. [Itu berbahaya, bodoh.]


"Berenang ke dekat bebatuan saja. Sahna belum terbiasa berenang di laut ini."


"Heeeee, Yuve ingin berenang lebih jauh!"


"Dame ttara dame." [Tidak boleh ya tidak boleh.]


Yujerian mendorong pelampung mereka, tetap berenang di tempat itu agar adiknya tidak diam-diam membawa Sahna pergi.


Yuveria selalu saja begitu. Keberanian yang dia warisi dari Hestia dan kecerobohannya membuat Yuveria tidak pernah berpikir laut menakutkan.


Anak itu, ketika melihat laut, pikirannya dipenuhi kesenangan. Bukan risiko tenggelam atau terbawa arus.


"Hooooooo, orang yang sampai duluan harus membuat makan siang sendirian!"


Pantauan Yujerian bergeser, menemukan Shin, Hayato dan Ken sedang bersiap berenang ke tengah-tengah.


Mata Yujerian nyaris keluar menemukan Gamabunta juga bersorak di antara mereka, mau ikut dengan tubuhnya yang mirip Gamabunta-nya Naruto.


"Oi kora!" Yujerian berteriak jengkel, bingung kenapa jadi dirinya yang mengawasi para remaja dewasa itu. "Gamabunta, bukkorosu!" [Hei, kalian! Gamabunta, kubunuh kamu.]


Gamabunta tersentak, langsung membuat sikap tegap. "Sumimasen!" [Maaf!]


Daripada lelah bersenang-senang, Yujerian rasanya lebih lelah mengawasi mereka satu per satu.

__ADS_1


Sebenarnya, yang perlu Yujerian awasi hanya Sahna dan Yuveria. Kalau Yuveria seorang diri, dia sudah terbiasa berenang ke tengah—meski Yujerian tetap marah—namun Sahna nampaknya tidak tahu berenang, jadi Yujerian harus menjaganya.


"Yuuki, kamu sepertinya sudah berubah." Ken menepuk-nepuk punggung Yujerian saat mereka beristirahat. "Jadi lebih menakutkan dari sebelumnya. Bagus, bagus, itu baru laki-laki."


"Nah, Yuuki, sahabat baru Yuui, dia bisu?" tanya Shin di sampingnya. "Aku melihat dia berbahasa isyarat dengan Yuui."


"Um. Sahna hanya berkomunikasi dengan bahasa isyarat atau tulisan."


"Heeeh, souka. Setelah dilihat lagi, dia dan Yuui memang memiliki kecocokan."


"Sou na no?" tanya Yujerian dan Ken bersamaan. [Memang iya?]


"Adikmu kan tidak pernah cocok dengan gadis yang bisa sebanding dengannya. Dia tidak menyukai seseorang yang berani, juga tidak menyukai seseorang yang terlalu ceria. Anak lemah dan agak suram begitu justru cocok dengannya, kurasa?"


Hayato mengusap dagunya, berpikir. "Benar juga. Hinatsuru dan Yuui tidak pernah berteman baik. Yuui sepertinya memang tidak menyukai seseorang yang sama sepertinya atau bisa melawannya. Ego, mungkin?"


"Bukankah mereka berdua memang egois dengan cara mereka, sejak dulu?" Ken mengusap-usap kepala Yujerian hingga anak itu cemberut.


Pandangan Yujerian langsung tertuju pada Ririana, anak dari sahabat Hestia yang tidak bisa bersahabat dengan Yujerian atau Yuveria.


Shin langsung mendorong punggung Yujerian. "Pergilah dan ajak dia bicara. Bagaimanapun dia datang bersamamu, kan?"


"Iyya, ore ... dia sepertinya membenciku atau sesuatu semacam itu."


"Tetap saja, ajak dia bicara dan berhenti jadi pengecut, bocah." Shin sekali lagi mendorongnya. "Membiarkan perempuan sendirian, nanti badanmu tidak tumbuh tinggi."


Yujerian berdecak kesal. "Yakamashi wa." [Berisik.]


"Sa ike ike." [Ayo pergi, pergi.]

__ADS_1


"Ikeeee, Yuuki!" [Pergi, Yuuki!]


Yujerian menghela napas, tapi tetap beranjak untuk menghampiri Ririana yang sejak tadi hanya menyaksikan dari bebatuan. Dia banyak duduk di bawah payung, nampak punya pelampung tapi tak turun.


Satu-satunya yang bisa dia ajak bicara di sini hanya Yujerian dan Yuveria. Orang Jepang itu lemah bahasa Inggris, jadi mustahil orang desa di sini bisa berkomunikasi dengan bahasa itu. Indonesia apalagi.


Tapi Ririana dan Yuveria sudah bermusuhan sejak mereka baru bertemu.


Nampaknya dia tidak terlalu menyukai keberadaan Yujerian di sebelah Yuveria.


"Hei." Yujerian duduk di sebelahnya. "Ayo turun juga. Ayah dan Ibumu menyuruhmu bersenang-senang, kan?"


Ririana hanya bermain batu. "Aku malas."


Anak tsundere.


"Aku sudah sering melihat adikku tidak menyukai seseorang. Bagiku, perempuan memang lebih rumit mencari teman." Yujerian menghela napas. "Kedo yo—maksudku, tapi bukan berarti kamu menyendiri seperti ini. Ayo."


Tetap saja dia ngotot.


Yujerian sebal jika ia kembali dan mereka mengejeknya tidak bisa membujuk satu gadis saja. Maka meski sedikit paksa, Yujerian menarik tangan Ririana.


"Ayo."


"Hei!"


"Ayo, ayo." Yujerian mendorongnya turun sambil menarik ban pelampungnya. "Bersenang-senang setidaknya dengan laut."


Meskipun setelah itu Yujerian jadi harus mengawasi tiga anak gadis agar tidak hanyut ke laut.

__ADS_1


*


__ADS_2