Kembar Nakal Sang Pewaris

Kembar Nakal Sang Pewaris
44. Aku Mencarimu


__ADS_3

Al meletakkan satu tangan di pinggangnya, berbalik menatap Hestia. "Jangan pernah menikah jika kamu tidak ingin, bahkan jika anakmu ingin. Kamu yang akan menghadapi Eros. Anakmu hanya tambahan. Kamu dan Eros bisa berpura-pura di depan mereka. Sementara kamu dan Eros akan terlibat hal yang tidak mungkin bisa diselesaikan dengan kepura-puraan."


"...."


"Tapi tentu, aku menerima kontraknya. Kamu membeli perlindunganku. Maka akan kupastikan dua anak itu tidak tersentuh seseorang yang tidak kamu inginkan."


"Terima kasih."


"Akan kukirim juga pengawal padamu. Pengawal terbaik yang aku bisa. Kapan kamu kembali?"


"Mungkin ... musim panas."


Al memiringkan wajah. "Datanglah musim semi kedua. Anakmu berusia enam tahun, dan bisa masuk ke sekolah kami."


Hestia diam-diam menghela napas lega karena berarti ia masih punya waktu satu tahun merenung.


"Baiklah. Musim semi kedua."


...*...


Berbeda dari saat melawan Eros, ketika kini giliran Hestia yang maju melawannya, Yujerian tertawa geli.


Penonton bersorak-sorai menyaksikan mereka. Mungkin lucu saja melihat Yujerian tadi siang melawan orang yang mirip dengannya, sekarang melawan ibunya sendiri.


"Yosh! Makenai yo!" seru Hestia semangat. [Yosh! Mama tidak akan kalah!]


Yuveria sedang pergi membeli sejumlah makanan tambahan. Dia bilang akan menghadiahkan pada siapa pun yang menang di antara mereka.


"Aku tidak akan mengalah dari Haha-ue."


"Oya, oya, Yuuki-san. Yatte kureta desu ne. Mama wa ichido mo maketa koto wa nai desu yo." [Wah, wah, Yuuki. Kamu berani juga. Mama sekalipun tidak pernah kalah, loh.]

__ADS_1


"Ore mo." [Aku juga.]


Hestia tertawa ceria. Mengacak-acak rambut Yujerian.


Alur permainan terasa santai. Satu sama lain bergerak tenang mengikuti ritme waktu. Tapi entah kenapa Yujerian tidak terkejut ketika ibunya tiba-tiba mengatakan sesuatu.


"Yuuki-san."


"Hai, Haha-ue?" [Ya, Ibu?]


"Jika Mama berkata ingin pulang ke negara Mama, apa Yuuki dan Yuui akan ikut?"


Padahal tidak mungkin juga tidak. Namun Hestia selalu saja menanyakan pendapat mereka. Mungkin bagi Hestia itu lebih nyaman daripada memaksakan kehendaknya.


"Mochiron desu, Haha-ue. Kami akan mengikuti ke mana kaki Haha-ue melangkah." [Tentu saja, Ibu.]


Hestia memejam dengan senyum lega yang khas. "Kalian memang yang terbaik. Maafkan Mama menyusahkan kalian."


"Eh?!"


Yujerian tertawa lepas bersama sejumlah warga desa yang menertawakan ekspresi cemberut Hestia.


Ibunya berpura-pura menangis, meminta Yuveria memeluknya. "Yuuki mempermalukan Mama, Yuui. Hiks."


"Tidak ada yang bisa mengalahkan Yuje-nii, Haha-ue! Haha-ue jangan bersedih!"


Yujerian hanya menikmati bagaimana kehidupannya terasa nyaman malam ini.


Meski ketika ia menoleh, dilihatnya Eros berdiri di sana dengan senyum tipis. Menyadari bahwa ada kepalsuan dalam hidup mereka ini.


Pria itu ... adalah kenyataan yang terasa palsu.

__ADS_1


Dan semua ini adalah kepalsuan yang terasa nyata.


...*...


Hari ini adalah tanggal satu Januari. Setelah semalam berpesta besar, makan bersama di pusat desa, bahkan Yujerian terlalu lelah untuk bangun pagi.


Makanya Hestia punya waktu menemani Eros ke bandara.


Tidak ada perkembangan jauh antara dia dan anaknya. Hestia juga tak banyak ikut campur, karena ia tak akan pernah berkata sayangi ayah atau benci ayah pada anaknya.


Mereka yang akan memutuskan perihal hal itu.


"Maaf."


Eros semingguan ini terlihat berbeda dari dia yang Hestia tahu.


Mungkin dia murung dimusuhi oleh anaknya, juga bingung bagaimana cara berdamai ketika Yuveria terus berteriak mengatakan dia orang jahat, orang mesum, komplotan penculik dan lain sebagainya.


"Aku bukan orang yang menilai permintaan maaf bisa dilakukan tanpa alasan." Hestia menghela napas. "Kamu tidak berbuat salah jadi jangan minta maaf."


Eros menatapnya emosional. "Kebencian mereka alasannya."


"Mereka hanya tidak mengenalmu."


"Hestia, aku—"


"Sudah kubilang kamu tidak berbuat salah."


Pria itu melangkah dan berhenti di depannya. "Bukan itu." Tiba-tiba saja dia menarik Hestia, mengurungnya dalam pelukan yang mengejutkan. "Aku mencarimu."


...*...

__ADS_1


__ADS_2