Kembar Nakal Sang Pewaris

Kembar Nakal Sang Pewaris
91. Obat Untuk Hestia


__ADS_3

Ibu mereka pun tidak masalah jika Yuveria dan Yujerian pergi mengamen. Hestia malah berkata, "Bukankah itu baik jika mereka bergaul dengan banyak orang? Segala sesuatu dimulai dari awal. Jadi biarkan saja."


Sebenarnya Eros juga tidak masalah mereka berdua bergaul dengan pengamen. Eros itu tipe yang tidak suka sesama anak keluarga elitis karena kebanyakan dari mereka manja.


Apalagi, sejak Yuveria dan Yujerian rajin mengamen, Eros bisa setiap hari menghabiskan waktu bersama Hestia.


Yang jadi masalah, anaknya kini disorot habis-habisan. Dan entah apa hubungannya dengan Hestia karena orang-orang di sosial media malah berkata ibu tiri mereka tidak membiarkan kedua anaknya belajar musik dengan baik hingga kedua anak itu pergi mengamen.


Mereka belum pernah merasakan tendangan Yuveria makanya berani berkata begitu.


"Rasanya tidak ada yang beda dari kamu menikah dan tidak menikah."


Rion menyindir ketika Eros duduk diam di dekat kolam renang mereka.


"Anakmu pergi mengamen, istrimu tetap di rumahnya, dan kamu sibuk bekerja. Kakakku yang mengenaskan."


Eros menerima sodoran kombucha dari adiknya. "Aku merasa Hestia memang tidak berubah."


"Setelah berpidato tentang memberi dia kebahagiaan dan kesabaran juga kesetiaan, ya, tentu saja."


Sepertinya dia ingin bernasib lebih mengenaskan.


Eros berusaha keras menahan diri tidak melempar gelas ke wajah Rion yang menertawakannya. "Jika aku pergi ke kediaman Hestia, kamu bisa menangani pekerjaanku, kan?"


"Untuk apa aku melakukan hal menjengkelkan itu?"


"Akan kubantu kamu mendekati Melia."


Rion langsung melirik.


Dia menaruh perhatian pada adik Hestia sejak dulu. Apalagi, aura Melia memang menarik dengan kesan ketus tak tersentuh, dominan seperti Cleopatra modern.


Dia semenarik kakaknya, meski lebih dingin lagi, mungkin.


"Hmmmm."


"Jadi?"


"Baiklah."


...*...


...Yuuki, Yuui, ada Ayah kalian. ...


Keduanya mengerjap membaca tulisan Sahna sebelum berpaling. Sesuai kata teman mereka, Eros berjalan semakin dekat hingga Yuveria langsung berlari ke arahnya.


Permusuhan Yuveria pada Eros dan perasaan ingin dimanja mulai tak seimbang. Berbeda dari Yujerian yang memutuskan acuh tak acuh.


"Chichi!"


Eros langsung berjongkok memeluk anaknya.


Melihat Yujerian tidak bergerak, Sahna jelas bertanya.


...Ada apa, Yuuki? ...


Yujerian mengatup bibirnya cukup lama. Ia tak tahu harus menjawab apa. Berkata 'dia membuatku kecewa bertahun-tahun jadi aku tidak memaafkannya' mungkin tidak akan dimengerti oleh Sahna.

__ADS_1


"Anak laki-laki memang tidak akur dengan ayahnya." Yujerian mendengar itu sekilas dari mulut Rion.


...Benarkah? Apa dengan Ibu juga? ...


"Haha-ue berbeda."


Sahna terdiam, lalu tersenyum khas lagi. Senyum yang membuat Yujerian tahu Sahna kesepian.


"Yujerian." Eros menginterupsi obrolan keduanya. "Kalian sudah makan?"


Yuveria yang menjawab, "Kami mengajak Sahna makan dango asin tadi. Paman Pengamen yang membelikannya."


"Dango asin?"


"Makanan yang ditusuk-tusuk seperti dango tapi rasanya gurih." Yujerian memperjelas.


Eros sempat bingung sampai ia paham bahwa maksud mereka bakso tusuk.


Aduh. Eros bingung harus pusing mengenai keduanya jajan sembarangan atau keduanya mulai terlalu melekat dengan pengamen.


Tapi lupakan soal itu. Eros datang untuk membicarakan sesuatu mengenai rencananya.


"Yujerian, Yuveria." Eros berjongkok lagi, menyamakan posisi mereka agar sejajar. "Ayah ingin tinggal dengan Ibu kalian. Bisakah kalian membantu?"


"Tidak." Keduanya kompak menjawab.


"Kenapa?"


"Kalau Haha-ue berkata tidak berarti tidak. Chichi-ue tidak boleh membantah." Yuveria mengultimatum.


"Kalian tidak merindukan Hestia?"


"Berhenti memanfaatkan kami untuk keinginan pribadimu," kata Yujerian lagi.


Apa aku dikutuk punya keluarga brandal sejak lahir? Eros berusaha tidak mendengkus. "Ibu kalian sendirian di sana."


Keduanya termenung.


"Hestia selalu melakukan itu, kan? Baik-baik saja, baik-baik saja, tapi kemudian terluka diam-diam."


Benar.


"Jika bukan saya dan kalian yang berusaha mendekati Hestia, apa selamanya kita harus hidup berpisah? Kalian tidak ingin tinggal bersama lagi?"


"Demo ...." Yuveria mulai ragu.


"Hestia bukan wanita yang akan berkata 'butuh bantuan'. Tidak pada saya, apalagi pada kalian, anak-anak tersayangnya. Jadi, bisakah kalian membantu Ayah agar Ibu tidak kesepian?"


Keduanya mengatup mulut, tak dapat menolak apalagi berkata tidak. Demi Hestia.


Dan ... Yujerian memang menunggu kapan ia punya kesempatan datang ke sarang musuh ibunya.


Yujerian berbalik sementara Yuveria menjatuhkan diri ke pelukan Eros. Nampaknya Eros berniat berbincang-bincang dengan teman bergaul baru mereka hingga dia pergi menemui pengamen muda di dekat warung.


Karena Yuveria sedang bersama Eros, Yujerian akhirnya kembali ke tempat Sahna sendirian.


...Apa sesuatu terjadi? ...

__ADS_1


Sahna bertanya hati-hati.


Yujerian sempat melihat mata gadis itu. Sangat sulit rasanya tidak mengingat kesedihan Hestia dan Yuveria setiap kali ia melihat mata Sahna.


Menyadarkan Yujerian bahwa ia memang seharusnya menjaga mereka berdua.


"Aku mengkhawatirkan ibuku."


...Apa ada sesuatu yang terjadi padanya? ...


Yujerian melihat Eros sejenak, lalu kembali pada Sahna. "Seseorang menyakitinya sangat dalam." Yujerian mencengkram pinggiran bangku saat perasaan sakit di dada itu datang. "Lalu sekarang ibuku sakit karena itu."


...Siapa yang menyakitinya? ...


Entah kenapa Yujerian tahu Sahna sedang menahan tangis. Mungkin cerita ibu sudah cukup mengusik lukanya sendiri.


"Ada banyak orang," jawab Yujerian setelah terdiam. Ia memutuskan untuk tidak menambah luka di hati Sahna dari ceritanya.


Tapi tanpa Yujerian sangka, Sahna menulis kalimat.


...Seseorang berkata padaku, tidak apa jika terluka asal ada seseorang yang juga bisa menyembuhkan. ...


Yujerian termenung.


...Bukankah kamu dan Yuui obat bagi ibumu? Jangan bersedih. ...


...*...


Meskipun kedua anaknya punya sisi yang 'menjengkelkan', mereka adalah bantuan besar bagi Eros.


Setelah ia membawa keduanya pulang—tentu juga mengantar teman berharga mereka, Sahna—Eros bahkan tak perlu melakukan usaha lebih.


"Haha-ue!"


Hestia terkejut melihat kedua anaknya berada di samping Eros. Nyaris saja Hestia mendelik, tapi sadar bahwa ia tak bisa memperlihatkan kemarahan berlebih pada mereka.


"Hey, Kids." Hestia merendahkan tubuhnya untuk menerima pelukan mereka berdua.


"Haha-ue, kami merindukan Haha-ue." Yuveria memeluk erat ibunya itu. "Bisakah malam ini kami menginap di sini?"


"Eh?"


Yujerian tidak suka membantu Eros, tapi ia pun merindukan ibunya hingga berkata, "Apa masih tidak boleh?"


"Yuuki ...."


"Kami tidak akan berkata bahwa Haha-ue adalah ibu kami. Kami berjanji."


Sesuatu terasa menusuk Hestia karena hal itu. Rasanya seperti ia telah meminta mereka melakukan hal kejam dan menyakitkan untuk diri sendiri.


Meski sempat melirik Eros yang diam saja, Hestia akhirnya menghela napas pasrah. Ia mengangguk mengiyakan, tanpa tahu bahwa Eros tersenyum penuh kemenangan.


Yah, Eros tahu bahwa Hestia mengkhawatirkan putra-putrinya masuk ke lingkungan Darius. Dia takut pada Darius dan takut pada masa lalunya.


Tapi Eros juga tak bisa diam saja setiap saat. Membiarkan Hestia melakukan apa yang menurut dia benar, sementara dia sendiri terus tersiksa karena keputusannya.


"Maaf." Eros menjual murah anaknya sekarang. "Mereka bilang ingin bertemu denganmu jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa."

__ADS_1


Hestia mengangguk. "Masuklah."


...*...


__ADS_2