Kembar Nakal Sang Pewaris

Kembar Nakal Sang Pewaris
32. Aku Di Sini, Ayah


__ADS_3

"Yuje-nii, kenapa ada drone terbang di sekitar sini?"


"Hei, lihat. Ada lagi satu. Yuuki, panah itu."


Seorang anak kecil lain mengambilnya, dan Eros semakin tidak bernyawa melihat sekarang anak laki-laki bermata bulat yang memegang benda itu.


Dia menatap lensa kamera dengan serius sebelum tiba-tiba tersenyum.


Bibir kecilnya mengucap sesuatu tanpa suara dengan bahasa Indonesia jelas.


"Aku ada di sini, Ayah."


Mata Eros memerah.


Sejak kapan? Tidak. Jelas sejak awal.


Jelas sejak Hestia kabur karena cuma sekali ia dan Hestia menghabiskan malam.


Jadi dia hamil? Dia kabur karena hamil lalu membesarkan anaknya seorang diri di pedesaan itu?


"Yuve, hancurkan ini. Aniki, ayo berburu drone!"


Hari itu, enam drone-nya dihancurkan lewat panah anak kecil dan sedikitpun Eros tidak dapat bergerak.


...*...


"Nii, apa kita akan dimarahi karena menghancurkan drone itu?"


Yujerian tersenyum teduh. "Daijoubu, Yuve. Kita tinggal bilang bahwa kita mengira itu mainan."

__ADS_1


"Terlalu jelas berbohongnya, Baka Nii." Yuveria mengeratian pelukan pada leher Yujerian. "Bagaimana kalau itu milik pemerintah?"


"Kamu takut? Padahal semuanya kamu yang hancurkan."


"Karena menghancurkan sesuatu itu menyenangkan!"


Yujerian hanya tergelak keras. Memang adiknya tidak ada tandingan. Masalah itu urusan belakang. Yang paling pertama adalah bersenang-senang.


Lagipula ia yakin tidak akan dimarahi. Asal drone itu milik ayahnya, maka tidak ada yang perlu ditakutkan.


"Daripada itu, Yuve, bukankah kamu ingin mendaftar juga dalam kontes nyanyi besok?"


"Yuve akan mendaftar terakhir agar Haha-ue terkejut."


"Tapi Haha-ue tahu Yuve bisa bernyanyi. Mengapa terkejut?"


Adiknya menggosok hidung dan tertawa bangga. "Hehehe. Sebenarnya, Yuve membuat lagu untuk Haha-ue. Yuve merahasiakannya dari Yuje-nii juga agar nanti terkejut."


Festival akan diadakan selama seminggu. Dimulai dari acara-acara kecil sampai acara puncak yaitu tanggal 31 Desember.


Selain kontes menyanyi, Yujerian juga memutuskan ikut dalam kontes catur. Ini pertama kali diadakan pertandingan catur di desa ini, namun cukup banyak peminatnya, terutama para orang tua sepuh.


Katanya hadiah yang didapatkan cukup besar, jadi ia mau terang-terangan menghadiahkan barang mahal pada ibunya alih-alih terus bersembunyi seperti selama ini.


Lagipula sebentar lagi mereka bertemu pria itu.


Jika ternyata hubungan Hestia dan dia begitu buruk, maka mungkin saja mereka akan segera meninggalkan tempat ini untuk pergi ke lokasi lain lagi.


"Soreyori, Yuje-nii." [Daripada itu, Kakak Yuje.]

__ADS_1


"Hm?"


"Pria itu ke mana?" Yuveria membicarakan pria yang sempat mereka tawan. "Dia tidak melaporkan kita pada Oji-ue dan Haha-ue. Dia juga tidak terlihat di mana pun. Sebenarnya apa yang dia cari?"


"Mungkin dia hanya menyukai Haha-ue."


"Dia tampan, tapi lemah. Yuve tidak ingin punya ayah yang lemah."


"Kalau ayah yang kuat?"


"Yuve lebih kuat."


Yujerian tersenyum sangat lembut. "Yuve."


"Hm?"


"Jika, jika saja, suatu saat kita bertemu Ayah, bisakah Yuve berjanji satu hal?"


"Nani?"


"Jangan pernah, jangan pernah sedikitpun bersikap baik sebelum Haha-ue tersenyum pada pria itu."


Yuveria tertawa polos. "Yuve sangat ahli berbuat kejam. Yuve berjanji!"


Diam-diam Yujerian melirik dingin bentangan langit yang mendung.


Jika pria itu nanti datang, maka seperti salju dingin yang tak henti-henti turun ini, mereka pun akan bersikap sama.


Yang menentukan musim seminya adalah Hestia.

__ADS_1


...*...


__ADS_2