Kembar Nakal Sang Pewaris

Kembar Nakal Sang Pewaris
42. Jika Kalian Meminta


__ADS_3

"Kalian memaafkan saya?"


Hampir saja Yujerian terbawa suasana ketika Yuveria tiba-tiba menjerit, "Dameeee!" [Tidak boleh!]


Yujerian tersentak. Spontan memeluk Yuveria semakin erat, merasakan dia ketakutan.


"Yuve tidak mengenal dia! Yuve tidak mengenal siapa dia! Jangan mendengarnya!"


"Yuve."


"Dia bukan Chichi-ue!"


Tapi saat Eros menyentuh punggung kecil Yuveria dan tidak sengaja mengenai punggung tangan Yujerian, mereka berdua bukan menangis ketakutan.


Mereka menangis karena tahu bahwa tangan itu ... adalah tangan yang mereka cari sejak lama.


...*...


"Tadaima." [Ibu pulang.]


Hestia tersentak ketika kedua anaknya berlari menghampiri di depan pintu. Spontan saja ia meraih Yuveria di pelukannya, dan Yujerian berdiri memegangi ujung pakaian Hestia.


Tak ia sangka Eros masih ada di sana.


"Nani?" Ia mengusap-usap kepala Yuveria setelah menyerahkan kantong makanan ke tangan Yujerian. [Kenapa?]


Gadis kecil itu menggeleng. "Lapar."


"Mama membawa pulang takoyaki dan sushi buatan Mikoto-san. Ada kerang tiram juga kesukaan Yuui."


Sepertinya dia masih marah pada Eros.


Hestia tidak banyak bicara juga. Membiarkan Yujerian ke dapur sementara ia masuk ke kamar mengganti pakaiannya dulu. Begitu keluar, mereka berkumpul di meja hangat depan televisi, masing-masing duduk bersila.


Berbeda dari tadi pagi, Yuveria tidak lagi merebut makanan Eros dan Norman. Gadis kecil itu lebih fokus membuka mulut, menerima suapan kerang tiram.

__ADS_1


"Yuui, Yuuki."


"Hai, Haha-ue?"


"Bisakah kalian menginap di rumah Shin hari ini?"


Keduanya mengerjap. "Doushite?" [Kenapa?]


Karena sedewasa apa pun mereka, akan lebih baik mereka tidak mendengar obrolan orang dewasa.


"Nee? Mama mohon kalian bersedia."


Yuveria meletakkan sumpitnya kasar. "Tidak mau."


"Yuui-san."


"Tidak boleh bicara pada pria itu!" Dia menunjuk Eros yang hanya diam menatapnya. "Haha-ue sudah lelah! Suruh dia pergi saja! Pulang saja ke tempatnya sendiri!"


"Yuui-san are wa chichi—" [Yuui, itu adalah ayah—]


Yujerian menghapus air mata adiknya dengan punggung tangan. "Haha-ue, kami akan di sini. Aku akan menjaga Yuve tidak berteriak ketika Haha-ue bicara, jadi bicarakan saat ada kami."


Pada akhirnya Hestia menarik napas. Bisa sebenarnya ia memaksa mereka pergi dulu, tapi pada akhirnya mereka berdua ingin tahu.


Maka, Hestia tersenyum mengusap kepala Yuveria.


"Pria itu, Mama yang meninggalkannya."


Yuveria menatap penuh kebencian pada Eros. "Itu berarti dia membuat Haha-ue tidak nyaman!"


"Yah, mungkin saja begitu." Hestia tidak akan berbohong. Meski arti tidak nyaman bukan karena Eros berbuat salah namun karena traumanya sendiri, pada intinya sama. "Lalu, dia mencari Mama sejak lama."


"Apa Haha-ue ingin dia datang?"


Hestia tidak bisa menjawab.

__ADS_1


Sedikitpun ia tak pernah berharap Eros datang. Ia merasa Eros tak perlu tahu apa pun mengenai mereka. Mereka hanya perlu tahu nama Eros saja.


Tapi jika ia menjawab tidak di sini, Yuveria akan menunjuk Eros semakin benci dan berkata dia harus segera pergi karena tidak ada yang mengharapkannya.


Padahal sepertinya dia merindukan sosok ayah meski dia marah pada Eros.


"Hestia." Eros tiba-tiba bersuara. "Menikah denganku."


Apa?


"Kamu gila?" Hestia kelepasan, walau segera menguasai diri. "Dengar, Eros. Aku tahu kamu tidak berbuat salah. Tapi jika aku mau menikah, denganmu, sejak awal aku datang padamu."


"Mereka akan terus membenciku dengan status kita ini."


"Jangan mengancam Haha-ue!" Yuveria melotot. "Haha-ue tidak mau! Kamu pergi saja!"


Pikiran Hestia dipenuhi banyak hal ketika ia tertawa kecil mengusap kepala anaknya.


Perkataan Al tadi sejujurnya mengganggu Hestia. Secara halus dia mengisyaratkan Hestia agar kembali ke Indonesia dan menemui Darius untuk menyelesaikan masalah mereka, entah bagaimana nanti itu berakhir.


Dan sejujurnya, Hestia mulai berpikir melakukan itu. Tapi rasa takut juga tidak ingin anaknya terlibat menahan Hestia untuk mengambil keputusan.


Sebenarnya apa yang harus ia lakukan? Shin mengatakan kalau Yujerian mencari ayahnya meski takut dia akan terluka oleh itu. Yuveria terus membenci Hinatsuru karena Hinatsuru punya ayah.


Kini Eros di depan mereka, karena canggung bertindak sebagai anak, mereka memusuhinya. Dengan cara apa ia bisa membuat kedua anaknya tidak terluka lagi?


"Yuuki-san wa?" [Bagaimana dengan Yuuki?]


Yujerian memalingkan wajah dari Eros. "Haha-ue boleh memutuskan sesuka hati."


"Kalau begitu," Hestia mengusap pipi Yuveria seraya tersenyum halus, "Mama akan menikahi pria itu jika kalian memintanya."


Sekali lagi, jika mereka memintanya.


...*...

__ADS_1


__ADS_2