Kembar Nakal Sang Pewaris

Kembar Nakal Sang Pewaris
14. Perayaan Ulang Tahun


__ADS_3

"Yuve suka orang jahat."


"Bagaimana jika dia jahat pada Haha-ue?"


"Yuve akan jadi lebih jahat." Gadis itu merentangkan tangannya lebar-lebar. "Yuve tidak akan membiarkan seseorang melukai Haha-ue. Jika Chichi-ue jahat lalu menjahati Haha-ue, Yuve akan mengeluarkan otak dari kepalanya lewat telinga!"


Yujerian tergelak keras. Adiknya memang luar biasa kejam ketika dia justru sangat manja dan tidak mau hidup kecuali di dekat Yujerian.


"Jika Ayah orang baik?"


"Maka Yuve akan memukulnya."


"Doushite?" [Kenapa?]


"Kimatteru jang. Dia meninggalkan Haha-ue di sini. Dia harus dihukum." [Sudah jelas, dong.]


"Setelah dihukum?"


"Yuve akan menyuruh dia melayani Yuve. Seperti Yuje-nii menemani Yuve."


Yujerian menoleh. "Bukankah berarti aku kehilangan tempatku di sisimu?"


"Tidak. Yuje-nii di sampingku, lalu Chichi-ue di belakangku."


Baiklah, jika itu yang membuat dia bahagia. Yujerian hanya tertawa kecil, diam menikmati wajah mereka dijatuhi kepingan-kepingan salju


Tapi mereka tidak bisa berlama-lama. Jadi segera Yujerian menarik adiknya pulang, karena di rumah pasti Hestia sudah menyiapkan kue ulang tahun.

__ADS_1


...*...


Ketika tiba di rumah, keduanya agak terkejut dengan kehadiran seorang pria bersama Hestia.


Pria itu duduk di sisi yang biasanya kosong di meja persegi mereka, tersenyum ramah memperkenalkan diri sebagai rekan satu kerja Hestia.


Katanya dia berasal dari luar pulau dan berencana untuk kembali, namun ada badai hingga penerbangannya dibatalkan.


Akhirnya dia ditawari menginap di rumah ini, berhubungan Hestia adalah koleganya.


Yuveria jadi banyak diam ketika pria itu hadir. Tak jauh beda, Yujerian pun langsung pergi ke dapur membantu ibunya mengangkat makanan.


Sejenak, Hestia mengajaknya bicara berdua.


"Gomen ne." Wanita itu agak berbisik. "Mama sebenarnya tidak ingin mengganggu hari ulang tahun kalian, tapi tidak banyak pilihan. Jika Mama berkata menginap di tempat lain, Mama hanya takut dia tersinggung."


"Dia meminta menginap dengan Haha-ue?"


"Bukannya itu bukan tugas Haha-ue?"


Hestia menggaruk pipinya canggung. "Dia sedikit ... ya, sedikit terlalu banyak uang untuk Mama abaikan."


Yujerian mendengkus tapi tertawa kecil. Ia bisa mengerti bahwa sebagai pebisnis memang harus ada yang namanya keramahan total bahkan jika permintaannya menjengkelkan.


Mereka kembali ke depan televisi bersama makanan dan kue ulang tahun.


"Anak-anakmu sangat menggemaskan, Hesti-san."

__ADS_1


Hestia tersenyum formal.


Perayaan ulang tahun yang biasanya dipenuhi tawa Yuveria jadi hening karena canggung. Sebenarnya bukan pertama kali mereka melihat ibu mereka didekati oleh pria asing, namun mereka berdua paham.


Hestia tidak suka.


Wanita itu selalu berpura-pura bingung. Di belakang malah berterus terang bahwa mereka harus bersikap formal bahkan kalau tidak suka.


Orang asing memang tidak paham tentang kemauan pribadi mereka.


"Yuje-nii. Ayo tidur." Yuveria bahkan memakai bahasa Indonesia agar pria itu tidak mengerti. "Yuve tidak mau di sini lama-lama."


Yujerian tersenyum kecil mengusap adiknya. "Pergilah dulu. Aku akan menemani Ibu agar pria itu tidak macam-macam."


Langsung dia membentuk sikap hormat. "Oyo!"


Mereka tertawa melihat Yuveria lari ke dalam kamar, termasuk pria yang sebenarnya ditolak itu.


"Haha-ue, bolehkah aku melihat pekerjaan kalian? Aku ingin belajar juga mengenai prototipe kapal."


"Tentu saja, Manisku. Satou-san, tidak masalah, kan?"


"Tentu saja, Nyonya." Pria itu tersenyum pada Yujerian. "Bergabunglah. Ada banyak gambar menarik juga. Saya mendengar kamu cukup mahir menggambar."


Yujerian bergabung dengan mereka. Melihat prototipe kapal yang dibuat sambil mendengar keduanya berdiskusi serius.


Ternyata masalahnya adalah kapal yang mau dibuat agak terlalu besar sementara pembuat kapal yang berada di sekitar mereka sekarang merasa kesulitan karena tidak ada model contoh tiga dimensi.

__ADS_1


"Haha-ue, mengapa tidak membuat kapal kecil saja terlebih dulu?"


...*...


__ADS_2