Kembar Nakal Sang Pewaris

Kembar Nakal Sang Pewaris
56. Wanita Yang Setia


__ADS_3

Sementara Wija menatap permusuhan itu lalu melirik Hestia dan Eros.


Sepertinya tidak perlu ditanya kenapa sebenarnya anak perempuan dia begitu. Kalau bukan dari bapaknya pasti dari ibunya.


"Aku sedang memikirkan bagaimana aku membunuhmu sebentar lagi." Hestia menopang dagu santai sambil mengaduk-aduk minuman yang disediakan Sela. "Istrimu sepertinya harus mencari suami lain lagi."


"Ayolah, Hestia. Tidak seperti kamu dan Eros bertengkar, kan?"


"Hah?" Eros membalas super dingin dengan sorot mata lebih menusuk lagi. "Jika ada satu orang yang pantas mati karena kebencian mereka, tidak ada orang lain selain kamu. Bukan Hestia yang membunuhmu, aku yang akan melakukannya dengan senang hati."


"Mereka membencimu?" Sela duduk, memerhatikan anaknya yang bermain sendiri dengan pelayan sementara anaknya Hestia berdua di dekat pohon juga bersama pengawalnya. "Kenapa?"


"Hanya kesalahanpahaman bahwa Eros sengaja meninggalkan mereka." Hestia menyesap minumannya tenang.


"Lalu kenapa kalian tidak menikah saja?"


"Aku akan menikahi laki-laki jika dia memperbolehkanku membelah otaknya dulu."


Eros mendengkus dingin pada pasangan brengsek yang kompak menertawakannya.


"Lupakan soal itu." Hestia menatap serius Wija di depannya. "Kamu tahu soal Melia?"


"Melia?"


"Ayahku memukulinya."

__ADS_1


Dari reaksi terkejut itu, dia tidak tahu. Bukan seperti dia harusnya tahu sih, namun Hestia hanya berpikir bahwa Wija akan tahu.


"Aku tidak mengerti dengan otak Darius." Sela memijat keningnya frustrasi, seolah-olah dialah yang dibuat pusing karena hal itu. "Aku memahami bahwa dia ingin menjadikan anaknya sebagai orang hebat. Aku juga begitu. Tapi memukulinya? Apa dia tidak berpikir dia justru akan dibenci?"


"Bagiku itu wajar."


"Kamu juga gila."


"Aku justru heran kenapa tidak." Hestia hanya tersenyum lembut. "Bukankah itu memang jalan pintas? Kamu tidak melihat tangan pria secara alami tumbuh ketika dewasa? Suara mereka yang memberat, wajah mereka yang menjadi tegas, tinggi mereka yang tidak masuk akal—"


Eros mengangkat alis. Kenapa Hestia tiba-tiba rasanya memuji—


"—bukankah sejak awal mereka diciptakan sebagai monster? Kecuali anakku."


Wija dan Eros tertohok.


"Dan aku tidak peduli." Hestia menjawab cuek. "Kutanya padamu, Duhai Orang Yang Berbeda. Jika aku menjadi wanitamu atau Sela selingkuh darimu padahal kamu berusaha setia, bukankah menyakitkan?"


Wija mingkem.


"Lalu kutanya, bagaimana caramu membedakan wanita setelahnya tidak melakukan hal sama? Kami wanita bukan makhluk bodoh, mengerti? Kami menunjukan cinta berlebih-lebihan, tentu saja, tapi saat kami ingin melakukannya kami akan melakukannya dengan sepenuh hati. Mau setia atau berselingkuh."


"Berarti sama—"


"Kubalik sekarang. Saat satu pria berbuat salah padaku, beritahu aku cara untuk tahu apa perbedaan kamu dan pria itu? Kamu punya sesuatu di selangkanganmu, seperti orang itu. Orang ini punya urat-urat di lengannya, seperti dia. Oh, astaga! Betapa berbedanya kalian berdua dan aku buta."

__ADS_1


Sela memejamkan mata, mengangguk-angguk. "Entah kenapa aku mengerti."


"Sayang."


"Aku wanita yang setia." Hestia melirik putra-putrinya. Diam-diam memasang wajah murung saat berkata, "Cukup Darius yang terlibat denganku."


Eros tidak bisa mengatakan apa-apa.


...*...


Saat para orang tua sibuk dengan obrolan mereka, Yujerian menarik Yuveria untuk pergi ke dekat gerbang.


Berbeda dari gerbang rumah Narendra yang luar biasa tinggi, gerbang keluarga Wija hanya berkisar dua meter. Memang masih tinggi untuk mereka, tapi cukup untuk bisa melihat di sela-selanya yang lebih terbuka.


Ketika Mandala berusaha menghentikan, Yujerian memiliki pemikiran lain.


"Apa orang yang mengawasi kami masih di sana?"


"Apa yang Anda ingin lakukan dengan itu, Tuan Muda?"


"Musuh Haha-ue adalah musuh kami. Mengetahui siapa lawanmu adalah pelajaran dasar dalam bertarung. Itu yang Haha-ue ajarkan."


Mandala agak tersentak, namun tidak banyak bereaksi dan akhirnya membiarkan.


Ketika Yujerian mengintip lagi, Mandala berkata, "Anda bisa menghancurkan seseorang jika Anda mau."

__ADS_1


...*...


__ADS_2