Kembar Nakal Sang Pewaris

Kembar Nakal Sang Pewaris
43. Eros VS Yujerian


__ADS_3

"Heee? Yuuki bermain catur juga? Kenapa Mama baru tahu?"


"Haha-ue, Nii sangat pandai bermain catur. Hari ini Haha-ue harus melihatnya!"


"Hmmmm, kalau begitu Mama juga akan mendaftar."


Yujerian menggeleng melihat kelakuan ibunya yang masih suka sengaja jadi anak-anak. Ia tahu ibunya serius setidaknya sampai mereka berhadapan, dan ia tidak berkata jangan karena tidak ada salahnya bertanding secara resmi dengan Hestia.


Sementara itu, Eros di belakang mereka hanya mendengar.


Hari ini pun ia putuskan mengikuti mereka, untuk melihat lebih dekat kehidupan anaknya. Norman memilih tidak ikut, katanya kehidupan keluarga anak Eros membuat dia sakit kepala.


Tapi ketika mereka berkumpul bersama di pusat desa, Yujerian sulit tidak merasa gugup saat Eros duduk di seberang, menjadi lawan mainnya hari ini.


Padahal dia bukan peserta lomba. Al yang merupakan peserta, tapi memberikan posisinya pada Eros agar bisa duduk melawan Yujerian.


"Siapa yang mengajarimu catur?" tanya Eros ketika masing-masing mulai menyusun langkah awal.


Yujerian melirik sekilas. Menatap kosong papan shogi mereka sebelum bergumam kecil, menjawab, "Haha-ue."


Meski Hestia tidak mengajarinya berterusan.


Waktu itu hanya tidak sengaja Yujerian melihat papan shogi di rumah Kitamura, lalu mendadak ingin tahu, sekonyong-konyong ia belajar.


Di rumah mereka ada komputer jadi ia belajar melawan mesin, lalu melawan Shin, lalu berterusan sampai ikut kompetisi.


"Apa adikmu juga bisa?"


"Yuve lebih hebat."

__ADS_1


Pria itu melangkah dengan tenang. Seolah memang membiarkan ritme berjalan lambat meski waktu terus berjalan.


Setelah Yujerian menekan jam yang berarti gilirannya, Eros tidak melangkah. Dia bertanya, "Namamu Yuuki di kolom peserta. Tapi itu bukan nama aslimu, kan?"


"Aku sudah bilang tidak mau memberitahumu, Jiji." Yujerian membalas dingin.


"Apa ada cara agar saya bisa mendengarnya?"


"Saa na." Yujerian beranjak. Membuat sebagian penonton bingung. "Jusu kaitai dake." [Entahlah. Aku ingin membeli jus.]


Membeli minum di tengah permainan catur. Tingkah Yujerian jelas meremehkan lawannya.


Hestia pun sama seperti yang lain. Penasaran dengan tingkah Yujerian. Meski ia menduga dia hanya kesal pada Eros sebagaimana Yuveria menatap penuh kebencian pria itu, tak ia sangka Yujerian bahkan melakukan itu.


Di sampingnya, Al tersenyum menikmati.


Abaikan saja. Itu perasaan pribadi dia untuk ayahnya sendiri.


"Yuui, pergilah menemani Yuuki. Beli beberapa tusuk dango agar tidak bosan."


"Baik, Haha-ue."


Anaknya pergi, memberi ruang untuk Hestia mengajak Al bicara.


"Al."


"Hm?"


"Bisakah aku membeli perlindunganmu?"

__ADS_1


Tentu saja pria muda dengan empat istri itu menoleh, agak terkejut dengan perkataannya. "Membeli? Perlindunganku?"


Dia mempertanyakan maksud dua kata itu.


"Kurasa kamu benar." Hestia melihat kedua anaknya dari kejauhan sudah duduk melawan ayah mereka di sana.


Yuveria mengunyah dango di mulutnya sambil memegangi tusukan dango itu, seolah siap melempar ke mata Eros kalau dia berbuat sesuatu.


"Aku harus menyelesaikan kekecewaan dan kebencianku."


Hidup di desa ini tenang dan bahagia. Tapi kenyataan kalau ia selalu memikirkannya Darius di sudut hati terdalamnya adalah karena adanya rasa yang tidak selesai.


Entahlah. Mungkin Hestia berharap dia minta maaf. Mungkin ia justru berharap membalas.


Jika hatinya masih digeluti perasaan aneh ini, rasanya Hestia cuma bisa terus mengajak putra-putrinya berpura-pura bahagia.


"Aku akan kembali ke Darius." Hestia memeluk dirinya sendiri. Agak merasa trauma hanya dengan mengucapkan hal itu. "Karena itu, lindungi putra-putriku dengan Narendra-mu."


Selalu ada langit di atas langit. Keluarga Hestia tidak memusuhi Narendra bahkan jika mereka dikenal dengan kesombongan mereka. Karena Narendra punya kuasa, uang dan kekuatan yang bahkan membuat Darius tidak ingin banyak tingkah.


"Aku akan membelinya dengan kekayaan yang kupunya sekarang. Lindungi mereka. Aku benci mengakuinya, terus terang, tapi aku tahu kamu lebih bisa melindungi mereka daripada aku."


Jika menyangkut soal Darius, rasanya ia diliputi oleh banyak keraguan.


"Bagaimana dengan Eros?"


"Aku akan menyerahkan keputusan pada mereka berdua. Aku tidak ingin menikah, jika yang kamu tanyakan adalah aku."


...*...

__ADS_1


__ADS_2