Kembar Nakal Sang Pewaris

Kembar Nakal Sang Pewaris
21. Hanya Numpang Lewat


__ADS_3

Inilah akibatnya kalau dia terlalu kesal. Padahal mereka berdua seharusnya bertindak baik-baik agar orang tidak curiga. Tapi apa boleh buat.


Segera Yujerian menarik tubuh pria yang pingsan itu—tidak diduga dia bisa pingsan karena dipukul toples plastik camilan cumi-cumi.


Sementara Yuveria mulai makan camilan lagi, ia menyeret pria itu ke gudang belakang. Memasukkannya ke dalam lalu mengikat tangan dan kakinya kencang-kencang.


Karena udara dingin dan orang bisa mati kedinginan di bawah salju, Yujerian juga menyalakan api. Memastikan pria itu memakai selimut agar dia tidak kedinginan, tapi juga memastikan mulutnya dilakban kuat.


"Yuje-nii, bagaimana kalau dia teman Haha-ue?"


Padahal dia sendiri yang membuatnya pingsan.


"Kalau dia teman Haha-ue, kurasa dia tidak harus bertanya untuk memastikan kita berdua juga."


"Benar juga."


...*...


Keduanya duduk makan camikan selama pria itu pingsan. Sempat juga mereka keluar, memastikan keadaan, sekaligus membuat teh hangat karena sangat dingin di gudang.


Berulang kali juga ia harus menambahkan kayu. Memastikan pria itu cukup hangat karena mereka tidak pernah berniat mencelakai orang secara sengaja.


Dia mencurigakan, makanya dipukul.

__ADS_1


Akhirnya setelah penantian panjang, dia bangun. Hal pertama yang dia lihat adalah ujung tongkat baseball.


"Paman, aku minta maaf memukulmu." Yuveria mengarahkan tongkat itu ke kepalanya. Seolah siap memukul lagi. "Sekarang akan kulepas lakban di mulut Paman asal Paman tidak banyak bersuara. Kalau tidak, akan langsung kupukul sampai remuk!"


Memang adiknya paling tahu cara mengancam.


Yujerian juga tidak bisa bersikap lemah. Dicabut keras lakban di mulut pria itu, membuat dia sempat berteriak tanpa suara.


"Ossan dare?" tanyanya to the point. [Pak tua, kamu siapa?]


Dia sempat diam menatap mereka berdua sebelum berkata, "Sorry, can you just speak in English? I do not really understand what are you talking about." [Maaf, bisakah kalian berbicara dalam bahasa Inggris? Aku tidak terlalu mengerti apa yang kalian bicarakan.]


"This is Japan." Yujerian mendekatkan wajahnya yang dingin. "Speak in our language. Just don't weste my time or I'll cut your tongue and give it to my cat." [Ini Jepang. Bicara dengan bahasa kami. Jangan buang-buang waktuku atau kupotong lidahmu dan kuberikan pada kucingku.]


Yuveria ikut mendekatkan wajah horornya. "Cepat jawab kakakku, dasar orang mesum."


Pria itu tiba-tiba tersenyum. "Tadano toorisugari ossan dayo, Ojou-chan." [Aku hanya pak tua yang sedang lewat, Gadis Kecil.]


Hampir saja Yuveria memukulnya sungguhan jika Yujerian tidak menahan adiknya.


Yujerian tiba-tiba mengingat kode morse itu. Jika orang ini adalah seseorang yang dikirim oleh ayah mereka untuk memastikan mereka, maka sebaiknya menahan dia.


Pria itu harus datang sendiri kalau memang mau tahu. Dia pikir dia siapa bisa seenaknya menyuruh orang, mengganggu kehidupan damai mereka?

__ADS_1


"Nii?"


"Ayo tahan dia saja." Yujerian memasang lakban lagi ke mulutnya daripada nanti dia banyak bicara tidak penting. "Lagipula kamu mau membunuh sungguhan?"


"Orang jahat memang harus mati."


"Dia kan tidak berbuat jahat."


Yuveria memiringkan wajah, lalu tersadar. "Benar juga. Kita yang jahat."


Yujerian terkekeh. Mengusap kepala adiknya. "Bisakah aku memintamu ke dalam? Dia akan mati kalau dibiarkan di sini saja."


"Apa dia harus tidur di rumah kita?"


"Untuk sekarang, iya."


"Lalu bagaimana kalau dia melawan? Dia kan lebih besar dari kita."


"Pergilah dan ambil juga obat tidur Ibu."


"Baik!"


*

__ADS_1


__ADS_2