
Ketika pintu tiba-tiba terbuka, keduanya langsung meloncat berdiri. Kaget menemukan ibu mereka berada dalam gendongan pria asing itu lagi, tidak sadarkan diri.
"Haha-ue!"
Pria itu tergesa-gesa masuk. "Ibumu pingsan karena hipotermia. Di mana kamarnya?"
Yujerian pucat pasi. Agak lemas saat ia pun berusaha cepat tanggap menunjukkan arah kamar ibunya.
Mereka langsung menyalakan pemanas. Menaikkan suhu agar Hestia lebih hangat, menyelimutinya baik-baik dengan tiga selimut.
"Haha-ue!" Yuveria menangis dengan wajah panik. Mencoba mengguncang lengan Hestia berharap dia membuka mata. "Haha-ue, okite! Haha-ue!" [Ibu, bangun!]
Yujerian mendekatkan telinganya ke bibir Hestia untuk memastikan. Masih terasa ada napas hangat meski samar-samar.
Ibunya menggigil kedinginan.
"Nii! Doushiyou, Nii? Haha-ue tidak membuka matanya!" [Kakak! Bagaimana ini, Kakak?]
Meski takut juga, Yujerian mengusap punggung Yuveria. "Haha-ue hanya lelah. Biarkan Haha-ue tidur dulu."
"Demo!" [Tapi!]
Yuveria menangis terisak-isak.
"Chichi no baka! Shine ba yokatta. Baka!" umpatnya kemudian. [Ayah bodoh! Harusnya dia mati saja! Bodoh!]
Kali ini saja, Yujerian tidak menegur adiknya menyumpahi ayah mereka dengan bahasa Jepang di depan orang asing. Ia berusaha diam menunggu sampai ibunya menggerakkan tubuh, mengerang lemah.
"Haha-ue!"
Mata itu terbuka samar-samar. Menarik keduanya untuk tenggelam di wajah Hestia yang pucat.
"Gomen ne." Hestia mengusap-usap wajah mereka ke wajahnya.
__ADS_1
Tak lagi dapat membendungnya, Yujerian ikut menangis ketika Yuveria terisak-isak keras.
...*...
"Ojisan, arigatou gozaimasu!" [Paman, terima kasih banyak.]
Keduanya membungkuk sopan pada Satou sebagai bentuk rasa terima kasih. Bahkan kalau keduanya tidak suka pada pria asing itu, mereka benar-benar berterima kasih karena Hestia bisa pulang dengan selamat berkat dia.
"Ii you, ki ni shinakute." [Tidak usah dipikirkan.]
Yuveria mendongak setelah selesai berterima kasih. "Paman, apa hubungan Paman dengan Ibu kami?"
Pria itu agak terkejut, meski sejurus kemudian dia tersenyum canggung. "Kami ... hanya teman."
Yujerian yakin itu karena Hestia memang tak ingin lebih.
Setelah selesai dengan itu, ia masuk ke dapur untuk membuatkan makanan kecil. Sekaligus juga dibawa masuk ke tempat Hestia berada, membangunkan ibunya untuk makan terlebih dahulu.
"Haha-ue selalu saja ceroboh." Yujerian gatal ingin mengomelinya. "Padahal cuaca tadi pagi memang tidak baik, tapi Haha-ue tidak mengecek prakiraan cuaca dan langsung pergi."
"Ambillah libur besok. Haha-ue lebih baik beristirahat."
"Baiklah, Mama tidak ingin membuat kamu marah." Hestia tersenyum pasrah. "Tapi, Yuuki-san."
"Hm?"
"Kenapa mengumpati Chichi-ue saat Mama sakit?"
Yujerian tersedak. Jadi Hestia dengar waktu Yuveria menyalahkan ayah mereka atas apa yang terjadi?
Sementara Hestia hanya tersenyum kecil melihat putranya jadi lebih ekspresif.
Selama ini ia tak pernah mendengar sesuatu dari mulut mereka mengenai ayah mereka, jadi luar biasa sebenarnya mendengar Yuveria mengutuk bahkan menyumpahi ayahnya mati saja karena sudah berbuat jahat.
__ADS_1
"Chichi-ue tidak melukai Mama, Yuuki."
Yujerian mengerjap. Lalu kenapa mereka berpisah?
"Mama hanya ...." Hestia mengusap dagu untuk memikirkan kata yang tepat. "Hanya sedikit ... bagaimana mengatakannya? Mama tidak terlalu tertarik."
"Haha-ue wa bakana ndesu ka?" [Ibu bodoh, yah?]
"Hidoi na, Yuuki-san wa." [Yuuki sangat jahat.]
Hestia terkekeh mengusap pipi putranya. "Mama dan pria itu tidak memiliki hubungan. Hanya sebentar. Jadi dia tidak bertanggung jawab atas Mama."
"...."
"Demo wa ne, Yuuki. Ayah tetaplah Ayah. Mengutuknya terlalu banyak juga tidak baik."
"Mama tidak menyukai pria itu?"
"Entahlah. Yuuki to Yuui, aitai?" [Yuuki dan Yuui ingin menemuinya?]
Yujerian lagi-lagi menggeleng. Bahkan kalau Hestia terlihat baik-baik saja, ia mengenali ekspresi ibunya.
Tidak pernah sedikitpun Hestia memberi keluhan bahkan pada hal yang menyakitkan. Jadi ketika sekarang dia menceritakan sesuatu seolah itu tidak penting, belum tentu benar-benar tidak penting.
Lagipula ia juga akan bertemu dengan pria itu jika benar dia mencari Hestia. Ini sudah satu minggu ia menahan pria asing di kamarnya.
Dan kalau pria itu tidak datang, Yujerian tidak akan mau lagi mengetahui sesuatu tentangnya.
"Omong-omong, Yuuki. Miniatur kapal yang kalian buat, pengrajin mengatakan itu akan sangat membantu. Terima kasih sudah membantu Mama."
"Tentu saja. Aku percaya diri saat menyerahkannya."
Hestia tergelak. "Putra Mama sangat benci kekalahan, yah?"
__ADS_1
*