
Daripada dengar pembullyan mereka lagi, Eros masuk kamar saja. Sementara Hestia mendengar perbuatan kedua anaknya, tertawa terbahak-bahak.
"Mama tidak akan bertanya kenapa kalian melakukannya saat sudah tahu Chichi tidak bersalah."
Hestia mencubit pipi keduanya dengan kesan itulah hukuman mereka meski keduanya terkekeh.
"Demo ii no? Chichi okoru wa yo." [Tapi tidak masalah? Nanti Ayah marah, loh.]
Keduanya membuat wajah tidak peduli.
"Jika Chichi bosan, Yuve tidak akan menang dari Hinatsuru, loh."
"Hmp!" Yuveria memeluk lehernya. "Dia harus memohon pada kami."
"Yuuki to Yuui wa soyu tokoro aru nda ne." [Yuuki dan Yuui kadang-kadang bisa kejam begitu, yah.]
Hestia menarik Yujerian agar ikut memeluknya.
"Mama tidak masalah kalian mau berbuat usil pada Chichi, asalkan kalian tidak berlebihan. Mama tidak mau sampai kalian justru bermusuhan sungguhan dengan Chichi. Mengerti?"
"Haiiiiii!"
Setelah itu, setidaknya waktu berlalu dengan nyaman. Yujerian dan Yuveria makan disuapi ibu mereka, sambil sesekali mendengar cerita Hestia yang menghibur.
Sedikitpun ibu mereka tidak mengatakan sesuatu tentang masalahnya, tapi Yujerian bisa sadar dari bagaimana warna mata Hestia agak memerah.
Apa yang Haha-ue hadapi lagi? Yujerian hanya bisa berpikir dan tidak mau bertanya hingga justru jadi beban.
...*...
__ADS_1
Selesai menghabiskan empat piring gyoza bertiga, Hestia mengajak mereka naik. Hestia memandikan keduanya, memasangkan masing-masing baju tidur biru dan pink untuk mereka.
Hestia juga menyempatkan diri menyanyikan lagu tidur, menepuk-nepuk paha Yuveria agar anak itu cepat bermimpi indah, beristirahat dari lelahnya seharian ini.
Yujerian lebih mudah tidur tanpa harus diperlakukan seperti itu. Ia hanya memegang tangan Yuveria, memegang tangan ibunya, lalu terpejam meski merasa masih belum ingin tidur.
"Ne, Yuuki."
"Hm?"
Karena Yuveria sudah tidur, tangan Hestia berpindah mengelus-elus kepala putranya.
"Kalau Mama berkata Mama akan menikah dengan pria yang tidak Mama cintai namun menguntungkan bagi Mama, bagaimana menurut Yuuki?"
Otak cerdas Yujerian dapat langsung mengerti maksud ibunya. "Kami mempercayai keputusan Haha-ue. Jika Haha-ue memilih menikah, berarti Haha-ue menganggap itu yang terbaik."
"Tidak, Haha-ue. Aku bahagia pada apa yang Haha-ue rasa terbaik."
Hestia tersenyum kecil. "Terima kasih, pria kecil Mama."
Yujerian ikut tersenyum. Ia tertidur sampai merasakan Hestia beranjak.
Beberapa saat terdiam, Yujerian terbangun. Membuka pintu untuk menemukan Mandala yang akan terus berjaga di sana sampai pukul sepuluh malam.
"Bisakah kamu memegang tangan Yuve sebentar? Dia akan terbangun jika tidak ada aku."
"Tentu, Tuan Muda."
Kaki-kaki kecil Yujerian menuruni tangga. Mengintip dari jendela lantai bawah ketika mobil ibunya pergi meninggalkan tempat mereka.
__ADS_1
Segera Yujerian berbelok lagi, naik ke lantai atas, tapi bukan pada kamarnya. Melainkan kamar Eros. Tanpa mengetuk, ia mendorongnya agar terbuka.
"Jiji." [Pak Tua.]
Eros menoleh dari sofa tempat dia sedang memangku laptop. "Tidak bisakah kamu berpura-pura lagi memanggil Ayah?"
"Kimochiwarui." Yujerian menyahut dingin. "Son'na koto yori, Haha-ue kekkon suru to itta." [Menjijikan. Daripada itu, Ibu berkata akan menikah.]
Eros telonjak. "Benarkah?"
"Bukan denganmu, tentu saja."
Yujerian mendengkus pada kepercayaan diri dia itu.
"Aku akan senang jika Haha-ue memilih laki-laki lain daripada kamu, tapi aku tahu Haha-ue tidak akan menikahi orang tiba-tiba jika bukan karena masalah. Jadi lakukan sesuatu seperti katamu—menebus kesalahan."
Setelah mengatakannya Yujerian pergi. Masuk ke kamar, tidur nyenyak sementara Eros tak bisa tidur.
...*...
Dalam kasus perjodohan demi keuntungan, yang lebih banyak bicara biasanya pihak di atas alias orang tua ketimbang anak yang terlibat.
Hestia tersenyum ketika ia mengingat bahwa sejak dulu memang orang tua adalah Tuhan bagi anak mereka.
Maka dari itu Hestia lebih suka jadi sahabat anaknya daripada jadi Tuhan mereka.
Pagi ini keluarga mereka bertemu. Orang tuanya Yohannes datang dan berbicara panjang lebar dengan Darius juga Tamara ketika Hestia duduk cantik di taman sebagai boneka atau mungkin alat dagang.
...*...
__ADS_1