
Yujerian menatap Mandala yang menyuruh mereka untuk duduk diam sejenak di atas rumput.
Tadinya Yuveria mengajaknya untuk mencabuti bunga-bunga mawar merah gelap di sekitaran setelah memakai sarung tangan, tapi tiba-tiba Mandala mengajak mereka duduk.
"Apa ada sesuatu, Mandala?"
Pemuda itu menatapnya beberapa saat sebelum dengan datar berkata, "Saya akan memberitahukan jika Nona dan Tuan Muda merahasiakannya."
"Kenapa?"
"Karena Nona Hestia merasa lebih baik kalian tidak tahu."
Yujerian memiringkan wajah. "Sebelum itu, kenapa kamu mau memberitahu kami?"
Kalau memang Hestia merasa itu harus dirahasiakan, berarti itu akan menyakitkan. Namun kenapa Mandala mau memberitahukannya padahal Hestia adalah atasan dia dalam kasus mereka ini?
"Karena Anda berdua memiliki kecerdasan dan kedewasaan yang misterius."
Mandala tidak sedikitpun berekspresi meski secara tidak langsung Yujerian curiga.
"Itu hanya penilaian pribadi. Dan, Tuan Muda, saya tidak melayani Nona Hestia. Saya melayani Anda berdua."
Yujerian tersentak. Tentu saja Yuveria juga mengerti hingga dia mengerjap bingung. "Mengapa itu harus berbeda?"
Kalau dia berkata dia melayani Yujerian dan Yuveria bukan Hestia, berarti dia benar-benar menomorsatukan Yujerian dan Yuveria bahkan di atas Hestia sendiri.
__ADS_1
Bukankah harusnya Hestia dulu baru mereka?
"Anda berdua dan Nona Hestia tetaplah individu yang berbeda. Dalam melayani seseorang, sudah menjadi dasar saya harus memilih mana yang akan saya dengarkan. Anda berdua tidak selalu sejalan dengan Nona Hestia. Jika saya mengikuti Nona Hestia, kemauan beliau yang akan saya terapkan pada Anda berdua, bukan kemauan Nona dan Tuan Muda."
"Kami mengikuti Haha-ue, Mandala."
"Nona Hestia ingin Anda berdua tidak mengetahui apa-apa. Apa Nona dan Tuan Muda akan menerimanya?"
Keduanya langsung berpandangan.
Menjadi jawaban bagi Mandala bahwa mereka mengerti.
"Ada orang yang mengawasi rumah ini di depan sana. Jika menelisik dari pola Nona Hestia, berbahaya membiarkan orang lain tahu Anda berdua adalah anak beliau."
"Kenapa?"
Mandala beranjak, mengulurkan tangan untuk membantu mereka berdiri. Berarti sudah boleh berjalan-jalan.
"Saya belum mengetahui sejauh apa pemahaman Anda berdua jadi saya hanya akan memberikan penjelasan yang dapat Anda berdua mengerti. Keluarga Nona Hestia tidak sebaik keluarga yang Anda berdua tahu."
Yujerian menoleh. "Apa itu yang membuat Haha-ue tidur sambil berjalan?"
Dia tidak terkejut. Berarti benar dia tahu hanya dalam waktu seminggu mereka tinggal bersama di Jepang.
"Gejala tidur berjalan bisa terjadi pada anak kecil dan orang dewasa. Pada orang dewasa, paling sederhananya bisa disebabkan karena depresi. Depresi adalah tekanan mental yang terlalu besar dan merusak kejiwaan seseorang."
__ADS_1
Yuveria mendadak murung. "Haha-ue tidak akan sembuh?"
"Tentu saja bisa, Nona. Orang yang benar-benar depresi tidaklah produktif. Tapi melihat bagaimana Nona Hestia tetap bekerja, tetap melakukan pekerjaan sebagai manusia dan ibu, itu menandakan Anda berdua memberi alasan bagi beliau tetap hidup. Apa yang Nona butuhkan hanya sedikit tambahan saja."
Keduanya lagi-lagi saling memandang sebelum kompak mendongak. "Apa itu Chichi-ue?"
Mandala menggeleng. "Saya tidak tahu."
Yujerian menunduk. Jika seandainya Hestia bisa menerima Eros, apa mungkin sakit di jiwanya bisa sembuh?
...*...
Waktu Hestia berkata akan menemui temannya, tidak Yujerian sangka mereka juga akan bertemu seorang gadis kecil berwajah bulat.
Setelah lama melihat pertemanan adiknya dan anak-anak di desa, Yujerian memastikan bahwa Yuveria tidak akan pernah akur dengan seorang gadis.
Baru saja bertemu, Yuveria dan gadis itu sudah bertukar pelototan galak tanpa adanya tanda-tanda akan berdamai.
Mungkinkah itu kecenderungan seorang gadis? Entahlah. Setiap kali bertemu sesama bukannya mengajak bicara malah mengajak bertengkar.
Gadis itu, Ririana namanya, tampak langsung cenberut melihat tangan Yuveria dan Yujerian saling bertaut.
"Busaiku." Yuveria bergumam. Memalingkan muka dan menarik Yujerian pergi. "Iko, Nii." [Jelek. Ayo, Kak.]
...*...
__ADS_1