Kembar Nakal Sang Pewaris

Kembar Nakal Sang Pewaris
46. Kapan Ayah Pulang?


__ADS_3

"Haha-ue."


"Hm?"


"Apa Haha-ue sudah menghabiskan obat yang kemarin?"


Yujerian datang membawa tabung kecil tempat obat ibunya yang sudah habis.


"Bukankah sudah kubilang berhati-hati mengonsumsinya? Kenapa Haha-ue sangat keras kepala?"


Hestia langsung membuat wajah menyesal mendengar anaknya sampai marah. "Gomen ne, Yuuki-san. Belakangan ini Mama sangat sulit tidur, jadi harus mengonsumsinya."


"Itu karena Haha-ue bekerja terlalu keras. Sesekali diam di rumah dan beristirahat." Yujerian berdecak kesal. "Aku akan membeli obat, jadi Haha-ue tetaplah di rumah hari ini. Jika Haha-ue pergi bekerja, aku benar-benar akan marah."


Hestia menopang dagu sambil menghela napas sedih. Mood anaknya sedang buruk akhir-akhir ini. Apa karena dia juga lelah, yah? Belakangan Shin bilang Yujerian tidak muncul untuk bermain.


Tiap kali keluar, katanya cuma pergi ke rumah Teruhashi, lalu singgah sebentar bicara dengan mereka tanpa pernah diam lebih dari sepuluh menit.


Apa karena Eros, yah?


"Haha-ue, Nii wa?" [Ibu, Kakak di mana?]


Hestia mengisyaratkan Yuveria untuk duduk di pangkuannya. "Pergi membeli obat."


"Apa Haha-ue dimarahi?"


"Yuuki sepertinya sedang kesal. Apa Yuui tahu ada apa?"


"Tentu saja. Karena Haha-ue."

__ADS_1


"Mama?"


Belakangan meski minum obat tidur, Hestia tetap bangun hingga mereka berdua khawatir. Padahal biasanya jika minum obat sebelum tidur, maka Hestia tidak akan bangun.


Rasanya seperti ada beban yang lebih berat disembunyikan di hati ibunya, jadi Yujerian marah karena mereka berusaha membantu tapi tidak menghasilkan apa-apa.


"Haha-ue."


"Hmm? Nani?" [Apa?]


"Chichi-ue itsu kaette kita no?" [Ayah kapan akan pulang?]


Hestia terkejut mendengar itu. Kapan Eros pulang, katanya? Bukan ayah kapan datang lagi, tapi kapan ayah pulang?


Mungkin putrinya tak sadar bahwa kalimat itu menyiratkan bahwa dia ingin Eros cepat kembali bahkan kalau cuma untuk dia suruh pergi lagi.


"Hum. Siapa juga yang ingin mainan darinya!"


Hestia hanya terkekeh. Mengajak Yuveria bicara sambil sedikit memancingnya. Dari bagaimana dia bicara sudah jelas dia menantikan Eros datang lagi. Tapi ....


"Apa Chichi-ue tidak menyukai kita?"


"Yuui."


"Chichi-ue hanya diam saja. Tidak pernah berusaha mengatakan apa-apa."


"Bukankah karena Yuui berkata dia cerewet?"


"Harusnya dia berusaha lebih keras! Jika Yuve marah, Yuje-nii akan membujuk Yuve sampai puas! Orang itu ingin dimaafkan setelah meninggalkan Haha-ue bertahun-tahun?! Dia harus minta maaf sebanyak tahun dia pergi!"

__ADS_1


"Bukankah itu jadi terlalu lama?"


Anaknya malah cemberut, berkata Eros pantas.


Susah juga menjelaskan, padahal sudah ia bilang Eros tidak meninggalkan mereka, namun Hestia yang meninggalkan Eros. Tapi pada intinya anak ini memang tidak mau Eros hadir begitu saja seolah-olah secara alami dia bisa diterima.


Hestia jadi merasa berbuat salah pada putrinya.


...*...


Yujerian menatap pria di depannya tanpa ekspresi.


Barusan dirinya dari apotek, berencana segera kembali karena Hestia bisa saja pergi bekerja lagi dengan keras kepala, juga khawatir Yuveria akan marah.


Tapi posisi apotek tak terlalu jauh dari bandara dan ia malah melihat pria mencurigakan bermata abu-abu.


Perasaan Yujerian sedang sangat buruk sekarang. Ia merasa sangat lelah juga muak. Keberadaan orang ini mengacak-acak perasaannya sejak datang.


Tidak, sejak dulu. Kedatangan dia cuma seperti membuat semua itu tumpah ruah.


"Enyahlah, Jiji." Yujerian bergumam dingin. "Imawa omae no kao mitakunai nda." [Sekarang aku sedang tidak ingin melihat wajahmu.]


Pria itu malah menatapnya. "Saya merindukan kalian."


Yujerian menggertak giginya.


Seenaknya datang, seenaknya pergi, seenaknya bicara, seenaknya diam! Hanya itu yang bisa dia lakukan!


*

__ADS_1


__ADS_2