Kembar Nakal Sang Pewaris

Kembar Nakal Sang Pewaris
76. Lamaran Puitis Ala Eros


__ADS_3

Pandangan Eros agak bergetar. Yang ia tahu tentang Darius sejak dulu sampai sekarang adalah dia pria abusive yang memukuli putrinya sampai Hestia mengalami gangguan kejiwaan parah.


Tapi jawaban itu, tatapan mata itu, Eros juga orang tua.


Ia sensitif terhadap mata itu.


Dia ... memikirkan Hestia.


Dia berharap Hestia bahagia.


Tidak. Bukankah seharusnya dia tidak memedulikan Hestia namun keuntungannya? Kenapa dia jadi ....


"Ada apa?" Darius menyadari tatapannya.


Membuat Eros langsung jadi pusat perhatian.


Bukan gugup, tapi Eros agak tidak nyaman. "Saya memiliki pertanyaan."


"Apa itu?"


Eros mengabaikan Rion yang menyikutnya. Tetap meneruskan. "Apa Anda ... menjual putri Anda?"


"EROS!" Laura tersentak sampai lupa bersabar.


Rion langsung berpikir kakaknya memang tolol dari dulu. Habis sudah, pikir anak muda itu. Jelas dia tertolak. Padahal sudah diajari kunci utama berbisnis adalah punya lidah berminyak.

__ADS_1


Apa dia lupa mengganti minyak lidahnya? Atau otaknya korslet karena punya anak mendadak?


Tapi Eros tidak bermaksud menghina. Karena ia segera meneruskan, "Jika tidak, maka bukankah penilaian terbesarnya adalah sejauh apa saya membahagiakan putri Anda?"


Kedua orang tuanya tertegun. Mereka menyadari Eros banyak berubah karena punya anak. Tapi tidak mereka sangka anak mereka bisa sangat puitis dalam lamarannya.


Mereka pikir tadi dia sudah terlalu stres.


"Saya mengenal Hestia cukup baik." Eros memanfaatkan keheningan ini untuk terus bicara. "Hestia wanita yang sederhana. Dia sangat pandai mengelola perusahaan dan bisnis Anda, tapi saya tidak pernah melihat dia berlebih-lebihan dalam menggunakan hasilnya. Dia menggunakannya apa adanya. Apa yang dia perlukan."


"...."


"Karena itu meskipun jika harta saya selangit, mungkin saya tidak bisa membahagiakan putri Anda. Hestia tidak butuh harta. Dia bisa menghasilkannya sendiri."


"Jika putri Anda butuh seseorang yang bersabar, saya percaya diri."


Eros agak takut ditampar Hestia jika dia dengar ini. Atau Yujerian berkata 'uwwah kimochiwarui' padanya. Tapi mumpung tidak ada, Eros jujur saja.


"Saya menyukai Hestia lama sebelum dia berlibur ke luar negeri. Saya pikir Hestia menghilang, jadi saya mencarinya ke mana-mana. Saya menelusuri banyak negara untuk menemukan dia. Jika tidak percaya, saya akan kirim bukti kepergian saya."


Karena itu memang nyata. Meski agak berbohong soal Hestia berlibur.


Itu cerita buatan Darius.


"Awalnya kami merahasiakan perkenalan itu, tapi kemudian dia menghilang. Saya bersabar, bertahun-tahun sampai saya bertemu dia lagi. Saya tidak mau kehilangan Hestia lagi."

__ADS_1


Rion cuma bisa menutup wajahnya yang memerah panas, dan bersumpah selama satu tahun belakangan, mau tertolak atau tidak, ia akan meledek Eros dengan omongannya tadi.


Untung direkam. Rion mengamankan rekaman di sakunya baik-baik.


...*...


"Kita tidak mungkin menerima lamaran Prajapati setelah merencanakan pernikahan dengan Gouw!"


Tamara langsung menyuarakan pikirannya begitu seluruh keluarga Hestia berkumpul di ruang diskusi.


"Omongannya soal cinta dan apa pun itu tidak penting. Bagaimana bisa dia menyuruh kita menerima mereka lalu memicu kebencian Gouw? Lebih baik menolak mereka yang sejak awal adalah musuh kita!"


Hestia lebih penasaran apa maksud Tamara tentang omongan cinta. Jangan bilang Eros mengatakan hal konyol?


"Pa." Melia ikut membuka suara. "Terlepas dari apa yang memicu Prajapati menginginkan Kakak, kita tidak bisa mempermalukan diri kita dengan membatalkan pernikahan Kakak dan Yohannes. Perdamaian tentu saja bisa dipertimbangkan jika Papa mau, tapi kita tetap harus mendahulukan Gouw. Mereka datang lebih dahulu."


"Benar." Tamara menyahut kesal. "Mereka seenaknya datang setelah kabar pertunangan Hestia dan Yohannes akan dilangsungkan."


Tapi tatapan Darius lebih tertuju pada Hestia yang diam saja.


Pikiran Hestia bukan berada pada lamaran itu. Ia sedang sibuk memikirkan kedua anaknya yang harus ditinggal sendirian di rumah karena Eros datang ke sini.


Awas saja Eros kalau kedua anaknya kesepian.


*

__ADS_1


__ADS_2