Kembar Nakal Sang Pewaris

Kembar Nakal Sang Pewaris
74. Diluar Ekspektasi


__ADS_3

Kakinya melangkah naik ke lantai tiga di mana katanya mereka berada. Baru akan berbelok memasuki ruang tamu ayahnya saat terhenti oleh sebuah suara.


"Aku mengerti permusuhan yang terjadi antara kita telah merugikan kedua belah pihak sejak bertahun-tahun."


Itu suara Panji. Hestia kenal setelah beberapa kali mereka bertemu.


"Tapi aku datang, menundukkan kepalaku untuk perdamaian. Putraku sangat mencintai putrimu. Kami baru mempersiapkan rencana kami dan ternyata Yohannes mendahuluinya."


Mereka tidak menyebut Yuveria dan Yujerian. Hestia benar-benar lega setidaknya untuk hal itu.


Ia memutuskan untuk tetap diam. Mendengar saja ketika ayahnya berbicara.


"Aku akan melupakannya."


Hestia mematung.


"Aku pun senang kalau Hestia memang menginginkannya. Tapi, Panji, perjodohan Hestia dan Yohannes sudah dibicarakan matang-matang. Aku tidak punya alasan membatalkannya untuk putramu."


Kenapa? Kenapa Darius terdengar melunak begitu?


Dia yang biasanya pasti akan menolak permintaan maaf dan mengungkit berbagai masalah antara mereka karena harga dirinya. Tapi dia ... menerimanya?


Karena Hestia?


"Kakak."


Hestia terkesiap. Menoleh pada Melia yang tampak baru saja datang, tapi dari arah sebaliknya Hestia datang.


Ternyata dia bersembunyi di balkon untuk mencuri dengar. Dan dia sengaja keluar agar semua orang tahu Hestia sudah datang.


Setelah ini Hestia pasti akan ditanya mana yang ia pilih. Jika ia berkata memilih Yohannes, maka keluarga Eros mungkin akan membocorkan fakta Yujerian dan Yuveria adalah anak Eros dan Hestia.


Tapi jika ia berkata memilih Eros, Darius akan malu pada Gouw, yang mungkin saja berimbas pada nama baik mereka kedepan.


Eros dari Prajapati memang kaya, tapi Yohannes dari Gouw juga bukan orang miskin. Keduanya keluarga elitis yang mementingkan harga diri.


Melia. Dia diluar ekspektasi Hestia.


"Hestia, kemari."


Hestia melempar senyum canggung ketika sebenarnya mau terhuyung. Ia sedang demam tapi kenapa tidak dibiarkan beristirahat?


"Ya, Pa?"

__ADS_1


"Papa akan bertanya." Darius mengisyaratkannya untuk duduk di sebelah pria itu. "Papa akan mengikuti kemauan kamu. Mana pun yang kamu sukai."


Dulu, Darius pernah berkata, "Papa akan menyerahkan keputusan di tangan kamu."


Lalu Hestia memutuskan sesuai kehendaknya dan ia mengalami cidera tulang kaki setelah itu.


Darius memukulinya karena keputusan Hestia tidak sesuai keputusan dia.


Kalau Darius ada di depan orang lalu berkata pilih sesuka hatimu, maka artinya pilih sesuai apa yang seharusnya kamu pilih dan saya senangi. Jangan pisahkan dua hal itu.


Hestia juga tidak bisa berkata 'aku ikut Papa' karena sikap seperti itu, di situasi seperti ini, justru menunjukkan ketidaktegasan dalam pilihan.


Darius yang memilih calon suami, Hestia yang menjalani. Tapi kalau yang Hestia jalani tidak sesuai keinginan Darius, Hestia harus mengikuti keinginan Darius.


Orang tua adalah Tuhan. Hestia mau tak mau memikirkan hal itu lagi. Dan Tuhan selalu benar.


"Saya rasa," Hestia tersenyum tenang, "pihak yang bersangkutan pun perlu hadir."


Jangan pikir bisa menekanku. Mata Hestia menatap tajam Eros.


Kalau mau ribut soal pernikahan, maka sekalian panggil Gouw turun. Biar mereka yang ribut dan Hestia beristirahat.


...*...


Setelah Eros pergi, keduanya menghubungi Shin untuk menyapa setelah sekian lama.


"Hoooo, Yuuki, Yuui. Hisashiburida na." Shin terlihat sangat gembira di sana. "Genki ni?" [Lama tidak bertemu. Kalian baik-baik saja?]


"Aniki." Yujerian tersenyum kecil. Juga rindu dengan sosok yang ia anggap sebagai kakak terdekatnya di sana. "Kita baik-baik saja di sini. Bagaimana di sana?"


"Shin-niisan, Yuve merindukan Teru-ba. Sampaikan salam Yuve padanya."


"Oo. Akan kusampaikan nanti. Omong-omong, semua baik-baik saja di sini. Kecuali rasanya ada yang hilang karena kalian pergi."


"Kami juga ingin kembali ke sana. Kami merindukan semua orang!" Yuveria merentangkan tangannya seolah menggambarkan kata semua yang luas itu. "Lalu, beritahu Hinatsuru bahwa sekarang Yuve juga sering digendong oleh Chichi-ue!"


Shin tergelak gemas. "Sepertinya kalian sudah berdamai. Apa tidak ada masalah lagi?"


Yujerian memejam, mendadak kesal. "Tidak. Masih ada."


"Nanda?" [Apa itu?]


"Aku masih tidak mau memaafkan dia."

__ADS_1


"Ayolah, Yuuki. Jika kamu ingin dia tersiksa, maka kuras saja uangnya sepuas hati. Belilah banyak mainan dan koleksi robot mahal. Itu jauh lebih menguntungkan."


"Niisan, Haha-ue akan menikah." Yuveria berseru.


"Oyaji ni?" [Dengan ayah kalian?]


"Chigau. Hoka no otoko." [Bukan. Pria lain.]


"Heee, kukira Hestia-basan tidak akan menikah secepat itu."


Yujerian termenung sesaat. Sejujurnya ia juga berpikir demikian. "Nah, Aniki."


"Hm? Nani nani?" [Apa?]


"Jika ibuku menikahi seseorang bukan karena cinta tapi juga tidak tertekan dengan hal itu, apa yang harus aku lakukan?"


"Kalian tidak keberatan?"


Yuveria menjawab semangat, "Kami adalah pendukung Haha-ue. Haha-ue dengan siapa pun itu terserah Haha-ue."


"Hmmm, kurasa itu benar. Tapi," Shin mengusap-usap dagunya saat berpikir, "jika pernikahan benar-benar hanya dilandasi rasa biasa, kurasa keduanya juga tidak akan bahagia."


Keduanya memiringkan wajah.


"Pada akhirnya Hestia-san akan mencari pria lain yang dia cintai, lalu suaminya itu juga akan mencari wanita lain yang lebih menarik. Kalau begitu, untuk apa mereka menikah?"


"Apa Haha-ue akan bahagia jika berselingkuh?" Yuveria bertanya polos.


"Mungkin saja? Tapi perselingkuhan itu rumit. Apalagi dalam pernikahan. Jika ketahuan, Hestia-san pasti akan mendapat masalah. Jadi lebih baik dari awal bersama orang yang dia sukai, kan?"


"Tapi Haha-ue tidak menyukai Chichi-ue." Yuveria memiringkan wajah, bingung. "Kalau begitu, Haha-ue harus bersama siapa?"


"Yah, bagiku, ayahmu lebih baik."


Yujerian menunduk samar. "Kenapa?"


"Tidak peduli berapa kali kalian bersikap buruk, dia selalu datang menemui kalian."


Yujerian bermuka masam.


"Aku mengerti bahwa dia agak cuek dan tidak pandai bicara. Tapi jujur saja, semua pria memang begitu. Jadi kurasa sebenarnya dia bukan cuek karena kalian tidak penting. Lalu, pria itu juga mendatangiku hanya untuk bertanya tentang kalian."


*

__ADS_1


__ADS_2