
Shin menguap lebar ketika mereka sampai di rumahnya, tepatnya di kamar dia, tempat mereka akan mengikuti lomba catur online bersama.
Bukan cuma dia, Ken, Hayato dan bahkan Yuveria juga menguap lebar nyaris bersamaan.
Tiga hari ini mereka menghabiskan waktu membuat kapal siang dan malam. Meski pembuatannya asyik dan menyenangkan, namanya bekerja ya tetap saja capek.
Belum bisa tidur santai-santai, waktu lomba sudah dimulai hingga mereka harus segera join mengikuti prosedur lomba.
"Nii." Yuveria menjatuhkan tubuhnya di pangkuan Yujerian, tidur telungkup dan membenamkan wajah di pahanya.
"Tidurlah. Jika nanti selesai kamu belum terbangun, akan kugendong pulang."
"Tapi aku ingin melihat juga."
Yujerian juga berharap dia bisa terjaga. Kalau urusan bermain catur, terus terang saja Yuveria tidak kalah jago. Jika mereka berdua berkombo, belum pernah sekalipun Yujerian kalah bahkan melawan master.
Mau shogi atau catur pada umumnya, bagi mereka hanya seperti game mewarnai gambar.
Tapi Yujerian tidak bisa memaksa dia terjaga, karena Yuveria kemarin begadang membantunya memasang printilan kecil kapal.
Sementara anak itu tidur, Yujerian mulai mengikuti lomba. Ia melewati babak penyisihan dulu. Hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk lolos sebelum naik ke stage selanjutnya.
Orang-orang di belakangnya menonton dengan serius. Ikut berpikir keras mana langkah yang harus diambil ketika Yujerian pun dalam heningnya menggerakan buah catur sesuai strategi.
Jam demi jam berlalu. Mereka menapaki puncak permainan di mana Yujerian melawan pemain master. Jika ia berhasil memang, maka tiga hari kemudian dirinya bisa mengikuti babak semi final.
__ADS_1
"Dia tangguh." Shin berkomentar tegang. "Lawanmu pasti senior andal. Bagaimana, Yuuki?"
Yujerian ikut terdiam. Mengamati waktu yang berputar.
Mereka tetap memakai sistem pewaktu. Semakin lama ia bergerak, maka semakin sedikit waktu baginya dan bisa berakibat kekalahan.
Berbeda dari tadi, Yujerian merasa terdesak. Biasanya Yuveria membantunya.
"Ada pesan masuk!"
Mereka terkejut untuk pertama kali fitur pesan berdenting di mana lawannya bisa mengirim kata di tengah permainan mereka.
Yujerian langsung mengarahkan kursor membukanya. Terheyak menemukan titik-titik di sana.
Aku akan menemukanmu, Hestia. Adalah arti dari kode morse itu dalam bahasa Indonesia jelas.
...*...
Eros menutup mulutnya dengan serius sambil menunggu apakah ada balasan atau dia melangkah.
Entah benar yang bermain itu adalah Hestia atau bukan, namun setelah mengikuti permainan orang yang mengirim e-mail iseng itu, Eros berhasil menemukan bahwa komputer yang tengah lawannya gunakan terhubung dengan komputer orang Harajuku itu.
Ternyata dia melangkah dan tidak membalas apa-apa.
Eros ikut menggerakan buah catur di layar komputernya, sementara Norman mengamati dari belakang dengan rasa terhibur.
__ADS_1
"Jika lawanmu benar Hestia itu, Bos, kurasa dia akan jadi Queen's Gambit berikutnya setelah Elizabeth Harmon."
Gila lawannya ini. Kemampuan Eros dalam catur sebenarnya tidak sejago itu, tapi ia bisa merasakan tekanan darinya yang seolah meremukkan Eros.
Kalau dia Hestia, dia benar-benar membuat Eros tercengang. Bukan cuma berbakat dalam bisnis, dia juga master catur?
"Dia mundur."
Eros merasa tegang pada pergerakan tiba-tiba itu.
"Itu pancingan," timpal Norman.
Catur adalah permainan psikologis. Eros mencoba menggertaknya, namun lawannya seolah tahu hal itu.
Ini Hestia, pikir Eros. Ia tahu wanita itu memang punya kepribadian tanpa rasa takut seperti ini.
"Apa babak final permainan ini akan diadakan secara langsung di Tokyo?"
"Begitu kabarnya."
Eros memandangi layar yang menampilkan sisa permainan mereka di mana ia melihat peluangnya menang begitu tipis.
"Ayo ke Tokyo. Akan kucari Hestia di babak finalnya."
...*...
__ADS_1