
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
HOTEL T
Beberapa hari kemudian kedua orang tua si bos sudah sampai di kota kelahiran putra semata wayangnya, tetapi sang suami yang tak lain Papi si bos tidak langsung pulang, melainkan mereka tinggal di sebuah hotel yang berjarak lumayan jauh dari mansion mewah mereka.
Bukan tanpa alasan Papi si bos melakukan itu, karena ia akan menangkap basah sang putra bersama wanitanya sore atau pun hari ini. Karena, karena hari ini hari weekend.
"Sweetheart, plis jangan ngambek. Aku sengaja kita menginap disini, karena aku masih belum rela kalau nanti kita pulang, kasih sayang darimu beralih pada si cecenguk itu," Ucap Papi si bos yang keceplosan memangil si bos dengan sebutan 'cecenguk'.
Seketika mata sang istri yang tak lain Mami si bos melotot tajam.
"APAH!!!! Ulangi sekali lagi!!!! Kenapa kamu panggil my son dengan kata jelek itu, HAH!!!! Kau membuat diriku muak dan capek lebih baik tidak usah pulang saja, kalau ujung-ujungnya masih menginap di hotel, yang sangat-sangat jauh dari mansion, huuuufffftttt. Menyebalkan." Ucap Mami si bos dan berlalu begitu saja menuju kamar mereka tanpa mau menyentuh sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh anak buah sang suami.
"Sweetheart, kemana panggilan kesayangan kita?" Ucap sang suami yang heran dengan perkataan sang istri yang tidak mengenakan kata 'sweetheart'
__ADS_1
"Kacau, dia benar-benar sudah marah, shi**t" Umpat Papi si bos dalam hatinya.
Sungguh, kali ini mood Mami si bos sudah hancur dan ia akan bertekad untuk pulang dengan atau pun tanpa di dampingi suaminya.
"Lebih baik aku pulang dengan menggunakan taksi online saja, dia lama-lama tidak akan memperbolehkan aku pulang untuk menemui putra semata wayangku yang tampan, aku kangen sekali," Ucap Mami si yang sudah berbaring di ranjang dengan raut wajah yang kesel bercampur kangen pada anak satu-satunya tersebut.
Sedangkan di meja makan, sang suami menjambak rambutnya karena ia sudah tahu pasti, jika sang istri akan merajuk kembali dan tidak akan mau mendengarkan kembali ucapannya yang mengatakan 'akan pulang, karena ingin memberikan kejutan'.
"Si*l, si*l. Tau gini aku gak usah menuruti dia untuk pulang. Tapi, aku sudah bertekad akan mengungkap siapa wanita jal*ng yang sudah membuat putraku bertekuk lutut hingga ia bo*doh seperti saat ini. Kita lihat saja, bagaimana reaksi istriku jika melihat wanita jal*ng itu. Sudah pasti ia akan marah dan meminta putraku membuang jal*ng murahan itu sebagaimana mestinya. Kita lihat saja." Papi si bos bermonolog sendiri dan ia tersenyum menyeringai kala membayangkan bagaimana reaksi sang istri melihat wanita yang sudah tinggal serumah bahkan sekamar dengan putra semata wayangnya, tanpa adanya hubungan yang sah secara hukum juga agama.
Ia pun bergegas berdiri dan meninggalkan ruang makan dengan banyaknya makanan tersaji di meja makan tersebut menuju kamar tidur mereka.
Tanpa mengetuk pintu kamar tersebut, Papi si bos masuk dengan duduk di tepian ranjang, karena sang istri tengah tertidur dengan menyampingkan tubuhnya kearah lain.
"Sweetheart, jangan marah. Ayo kita pulang!!!!" Ajaknya dengan terpaksa.
Mami si bos sebenarnya tidak tidur, melainkan ia berpura-pura menutup matanya dan ingin melihat bagaimana sang suami membujuk dirinya kali ini.
__ADS_1
Kini ia bertekad akan memberikan suaminya pelajaran supaya tidak membo*doh-bo*dohi dirinya lagi serta membohonginya.
"Kita lihat dia mau buat apa lagi?" Ucap Mami si bos dalam hatinya.
"Sweetheart, ayo kita pulang. Aku keluar untuk menyuruh salah satu anak buahku untuk menyiapkan mobil dan salah satu office girl untuk membantu kita merapikan semua barang-barang bawaan kita, cuup." Ucap sang suami sembari mengecup rambut lembut sang istri. Kini ia sudah gagal untuk menyelesaikan misinya tersebut. Karena, sang istri akan benar-benar merajuk jika tidak dituruti serta ia tidak akan mendapatkan jatah hal-hal menyenangkan seperti malam-malam biasanya.
"JANGAN!!!!" Teriak sang istri sembari bangun dengan salah satu tangannya memegang tangan sang suami yang hendak berjalan pergi.
"Kenapa? Kamu masih mau disini?" Ucap sang suami dengan tampang sok bo*dohnya.
"Bukan, biar aku saja yang siap-siap. Aku tidak mau barang-barang kita ada yang menyentuh apalagi jika barang-barang milikmu, aku tak sudi."
"Iya, iya. Ayo aku bantu, kita berkemas."
Akhirnya mereka pun berkemas dengan suasana hati sang istri yang sangat-sangat bahagia, karena sedari tadi senyum yang terpatri dari bibirnya tersebut.
...~...
__ADS_1
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...